
Sore menjelang malam. Tepatnya pukul 18.15. Pantai yg saat itu telah di sulap menjadi tempat yg indah, dimana terdapat sebuah meja dan dua buah kursi, dilengkapi juga dengan beberapa aksesoris pendukung lainnya, seperti lampu2 hias yg indah serta beberapa lilin menjadi penerangnya. Tempat itu akan menjadi saksi penyatuan cinta dua pasang kekasih yg sedang di mabuk cinta itu.
Dekorasi yg dipilih tidak begitu mencolok, karena Tari lebih suka hal yg sedehana sehingga Juno memilih dekorasi yg sederhana juga, Namun tetap indah untuk di pandang.
Mentari tersenyum bahagia, setibanya mereka disana, tepat saat Juno membukakan pintu mobil untuk Tari dan mempersilahkan Tari untuk turun dari mobil.
"Apa kau suka tempatnya?" Tanya Juno pada Tari
"Suka sekali"Jawab Tari singkat.
Junopun manggandeng tangan Tari menuju meja yg telah di siapkan, Dan mempersilahkan Tari duduk pada kursi yg telah Ia siapkan.
"Silahkan tuan putri" Ucap Juno seraya mempersilahkan Tari untuk duduk.
Taripun segera duduk dan melemparkan senyum pada Juno.
" Terima kasih" Ucap Tari masih dengan memperlihatkan senyumnya.
Junopun segera duduk di kursinya yg berhadapan dengan Tari.
"Kenapa kau memilih pinggir pantai?" Tanya Tari saat mereka sudah duduk bersama.
"Karena pinggir pantai tempat yg tenang dan nyaman" Ucap Juno seraya melemparkan pandangannya ke laut lepas.
"Dan disini tidak ada orang lain, hanya ada kita berdua, serta Petrik, Spongebob dan kawan2. Aku yakin mereka tidak akan menganggu kita" Ucap Juno kemudian tertawa.
"Hmm lalu kau anggap apa mereka?" Tari menunjuk pada orang2 yg ada di lokasi, beberapa pengawal serta beberapa pelayan yg akan menyajika menu makan malam mereka serta ada beberapa orang yg Tari sendiri belum tahu apa fungsi mereka disana.
"Anggap saja mereka tidak ada, dan mereka tidak akan mengganggu kita" Ucap Juno seraya mengangkat tangannya memberi kode pada pelayan.
__ADS_1
Tak berapa lama dua orang pelayan datang membawa menu makan malam mereka, dan menatanya dengan rapi di atas meja.
"Hei kenapa makanannya banyak sekali?" Ucap Tari saat melihat beberapa menu makanan tersaji di atas meja.
"Kau harus makan yg banyak biar tidak pingsan dengan kejutanku berikutnya. dan kau juga tidak perlu makan dengan anggun di hadapanku, Karena aku mencintaimu apa adanya, jadi makanlah sesukamu" Ucap Juno seraya mengedipkan matanya pada Tari. Tari membalasnya dengan sedikit tersenyum.
"Baiklah akan ku habiskan semuanya" Ucap Tari kemudian tertawa.
"Ayo makan keburu dingin" Ucap Juno kemudian.
Merekapun memulai makan mereka dengan sesekali diselingi dengan obrolan kecil yg menimbulkan tawa di antara mereka.
Tak berapa lama merekapun telah menyelesaikan makam malamnya, kini meja sudah kembali rapi dan bekas makan mereka sudah dibereskan oleh pelayan.
Juno segera berdiri dan menarik Tari untuk ikut bersamanya, Taripun segera berdiri dan mengikuti arah langkah Juno. Merekapun duduk di sebuah sofa yg juga telah di persiapkan sebelumnya.
Mereka duduk di sofa itu dengan pemandangan laut lepas di hadapannya. Tari merebahkan kepalanya pada bahu Juno, Dan Juno memeluk pinggang Tari.
"Akan ku lakukan apapun yg membuatmu bahagia" Ucap Juno seraya mengecup ubun2 Tari.
Cukup lama mereka duduk di sofa itu, menikmati laut dan alunan musik yg indah, seakan ombak menantang musik itu untuk bergaduh dengan suara gemuruhnya yg sesekali lolos menyambar kaki mereka.
Malam itu sudah semakin larut, jam menunjukkan pukul 21.45 malam. Namun dua sejoli itu tak juga memperlihatkan tanda2 berakhirnya duduk santai dan mesra mereka. Sampai akhirnya Junopun berdiri dari duduknya, dan Tak berapa lama seorang pelayan datang membawakan sebuah kotak kecil padanya.
Juno menerima kotak kecil itu, dan menarik Tari untuk berdiri di hadapannya. Kemudian dengan sigap Juno berlutut di hadapan Tari seraya membuka kotak kecil yg dipegangnya dan di hadapkan pada Tari.
"Tari.. Dengan seluruh hati dan jiwa ragaku yg telah jatuh pada dirimu, Jadikanlah aku satu2nya orang yg paling berhak atas dirimu" Ucap Juno dengan masih terduduk di hadapan Tari, Tari mulai memperlihatkan ekspresi tegangnya.
"Tari, Will you marry me?" Ucap Juno kemudian seraya tersenyum penuh harap pada Tari.
Tanpa sadar Tari menutup mulutnya tak percaya, seketika air matanyapun mulai menetes.
__ADS_1
Berbagai perasaan yg di rasakan Tari saat itu. Bahagia, haru bahkan ada sedihnya. Bahagia karena akhirnya pria yg begitu Ia cintai kini benar2 melamarnya, haru karena mendapat perlakuan yg begitu special dari seorang Herjuno, serta ada perasaan sedih yg juga timbul dalam hatinya.
"Apakah aku layak mendapatkan ini dengan kondisiku saat ini?" Tari
Taripun terus meneteskan air matanya.
Juno segera berdiri dan menyeka air mata Tari.
"Hei sayang. kenapa kau menangis, apa ada yg salah, apa kau tidak senang dengan caraku? Aku akan mengulangnya dan mempersiapkan dengan lebih baik lagi aku janji" ucap Juno panik saat melihat Tari yg terseduh2.
Taripun menggelengkan kepalanya.
"Kau tidak perlu melakukannya, ini sudah sangat membuatku bahagia hingga aku tak bisa berkata2" Ucap Tari saat melihat kepanikan Juno. Junopun kembali tersenyum mendengar ucapan Tari.
"Apa aku pantas menerima semua ini?" Ucap Tari kemudian
"Hei apa maksudmu apa kau pantas? kau sangat pantas mendapatkan semua ini bahkan lebih dari pantas. ayolah sayang kau belum menjawab permintaan ku tadi" Junopun mulai merengek pada Tari yg belum juga menjawab permintaannya.
Tari menganggukkan kepalanya menandakan Ia menerimanya.
"Apa itu, aku ingin kau mengatakan sesuatu yg akan membuatku menjadi pria yg paling bahagia malam ini" Ucap Juno.
"Baiklah tuan Juno, Aku ingin menikah denganmu, aku ingin menjadi istrimu" Ucap Tari dengan Jelas, sehingga menimbulkan senyum semekar bunga di pagi hari pada bibir manis Juno.
"Tuhan maafkan aku yg telah egois dengan menerimanya di saat kondisi diriku yg seperti ini. Izinkanlah aku bahagia untuk sisa2 waktuku" Batin Tari.
Segera Juno memasangkan cincin pertunangan mereka di jari manis Tari, seraya mengecup lembut kening Tari dengan penuh cinta.
"Terima kasih sayang, Terima kasih sudah membuat hari2 ku menjadi lebih bahagia" Ucap Juno kemudian, seraya menarik Tari dalam pelukannya.
"Terima kasih juga untukmu, karena telah membuatku begitu bahagia di sisa2 waktuku. Dan maafkan aku Juno, maafkan aku" Batin Tari.
__ADS_1
Bersambung......