Berlian

Berlian
Kepedulian Seorang Radit


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 23.30 malam, Sekar terlihat mondar mandir dengan gelisah. Terlihat beberapa kali mencoba menghubungi seseorang, namun bersamaan dengan itu terlihat memgumpat dengan kesal.


"Kemana sih perginya Mas Tomo, uda seminggu ini menghilang tanpa kabar?" Gumam Sekar dengan kesal.


Sekar kembali mencoba menghubungi seseorang, namun lagi2 panggilannya tidak dapat tersambung.


" Sial, Mas Tomo benar2 menghindariku. Mana aku butuh duit lagi" Gumamnya masih dengan kekesalan.


"Ara juga uda pergi selama tiga hari tapi belum juga kembali, apa dia berhasil mendapatkan uang atau tidak?" Sekar benar2 terlihat frustasi.


Namun tiba2 Ia tersenyum saat memikirkan sesuatu.


" Oh iya, akukan masih punya seorang ladang uang" gumamnya kemudian seraya tersenyum jahat.


Sekar mencoba menghubungi seseorang yg Ia maksud, dan tidak berapa lama orang itupun menjawab panggilan Sekar.


" Hallo Mas selamat malam, bagaimana kabarmu?" ucap Sekar dengan manja.


" Ada perlu apa lagi kau menelponku?" Ucap seseorang di balik telpon tanpa basa basi, dan terdengar sedikit kesal.


" Jangan galak2 dong mas, aku hanya ingin menyapamu kok" balas Sekar.


" Tidak usah banyak basa basi, kau bukanlah orang yg akan menelpon hanya untuk menanyakan kabarkukan. Cepat katakan ada urusan apa lagi kau menelponku?" Tanyanya masih dengan nada yg kesal.


"Kau memang paling mengerti aku mas. Baiklah aku katakan saja ya aku sedang membutuhkan uang, berikan aku uang 500jt" balas Sekar tanpa basa basi.


" Kau gila, kau fikir aku sumber penghasilanmu?" Maki orang itu.


"Aku hanya meminta uang untuk memenuhi kebutuhanku, ingat kau memiliki tanggung jawab atas hal itu" balas Sekar.


"Aku tidak memiliki tanggung jawab atasmu" Balas orang itu.


"Baiklah kalau kau tidak merasa memiliki tanggung jawab padaku. Lalu bagaimana dengan rahasiamu, apa aku juga harus melupakan janjiku untuk menutupinya?" Ancam Sekar tanpa beban.


"Sial. Kau mengancamku?" ketus orang itu.


"Tidak, aku hanya memperingatimu kalau orang yg sedang membutuhkan uang bisa saja khilafkan?!" balas Sekar terdengar lembut namun mengancam.


" Lagian kau juga tidak boleh lupa dengan Mutiara, apa kau juga tidak memiliki tanggung jawab padanya?" Balas Sekar.


"Kau yg akan menggunakan uang itukan dan tidak ada hubungannya dengan Mutiara" balas orang itu.


"Tentu saja ada hubungannya, aku membutuhkan uang untuk kelangsungan hidup kami" balas Sekar.


" Apa kau tahu, Mutiara harus banting tulang mencari uang untuk memenuhi kebutuhan kami akhir2 ini. Dia bahkan belum pulang beberapa hari ini karena terus bekerja, sungguh malang nasib putriku" Lanjutnya menjelaskan seraya bersedih yg dibuat2.


" Kau sama sekali tidak becus menjadi seorang ibu, bagaimana bisa kau membiarkan anakmu kerja sampai tidak pulang?" kesal orang itu semakin manjadi2.


" Itu karena kau tidak mau memenuhi kebutuhannya, jadi dia terpaksa mengorbankan masa mudanya untuk bekerja" balas Sekar.


" Baiklah, aku akan memberikan uang itu padamu, tapi ingat ini yg terakhir kalinya. Jangan coba2 menggangguku setelah ini" putus orang itu akhirnya.


"Baiklah, aku tunggu ya" balas Sekar dan sambunganpun sudah diputuskan oleh orang itu.


"Iya aku tidak akan mengganggumu selagi uang itu belum habis ya" ucap Sekar seraya tertawa terbahak2.


Karena kesenangannya akan menerima uang, Ia sampai tidak peduli lagi yg putrinya belum juga pulang.


***


Radit melajukan mobilnya menyusuri jalan perkotaan, Ia tak mengerti mengapa hatinya masih saja ngilu melihat kedekatan Juno dan Berlian.


Seberapa besarpun Ia mencoba untuk mengikhlaskan, namun hatinya tetap saja terasa sakit. Terlebih melihat hubungan mereka yg semakin hari semakin baik.


" Apa aku sangat jahat kalau tidak ikhlas melihat sahabatku bahagia bersama istrinya, seberapa besarpun aku mencoba untuk mengikhlaskannya tetap saja rasanya sangat sakit" batin Radit merintih.


"Aaaaakkkkkhhh" Teriak Radit seraya memukul2 stir mobilnya dengan kesal.


Dengan rasa frustasinya, Radit melajukan mobilnya menuju salah satu Bar terkenal di ibu kota. Radit memarkirkan mobilnya tepat di halaman bar, kemarahannya pada dirinya sendiri menuntunnya memasuki tempat yg penuh dosa itu.


"Selamat malam tuan" ucap penjaga Bar pada Radit. Namun Radit hanya melewatinya tanpa permisi.


"Aku ingin memesan 1 ruang VIP" ucap Radit pada manager Bar dan segera dituruti oleh sang manager.


Radit memasuki ruang VIP dan menghempaskan tubuhnya di atas Sofa. Radit menundukkan kepalanya dan meremas kepala yg terasa sangat sakit. Tidak lama kemudian seorang pelayan Bar dengan kostum yg begitu seksi dan tentunya akan menggoda pria yg melihatnya, memasuki ruangan Radit dengan membawa nampan yg berisi Sebotol alkohol dan dua gelas kosong.


"Silahkan tuan" ucap wanita itu dengan suara yg lembut.


Radit masih menundukkan kepalanya, dan belum merespon ucapan wanita itu.


"Apa tuan ingin saya temani untuk minum?" Tanya wanita itu dengan nada yg menggoda seraya mulai duduk mendekati Radit.


" Tidak perlu, kau boleh pergi" ucap Radit enggan.


"Ayolah Tuan, saya bisa menemani anda untuk minum sampai anda puas" Ucap pelayan itu semakin menggoda.


Radit merasa jijik mendengar ucapan pelayan itu, Iapun mengangkat kepalanya untuk melihat wanita penggoda itu.

__ADS_1


Seketika Radit membulatkan matanya karena kaget melihat wanita yg sedang berada di hadapannya itu. Begitu pula dengan wanita itu, Ia terlihat kaget seraya membuang mukanya karena malu.


"Mutiara, kau bekerja disini?" Tanya Radit syok.


Mutiara tidak menanggapi ucapan Radit dan mencoba untuk pergi meninggalkan Radit. Namun dengan cepat Radit menahan Mutiara dengan menariknya untuk kembali duduk disampingnya.


"Sejak kapan kau bekerja disini, dan kenapa harus bekerja di tempat seperti ini?" Tanya Radit.


" Apa kau sangat membutuhkan uang sampai harus menjual dirimu?" Ketus Radit.


"Berhenti mengomentari hidupku, lupakan kalau kau melihatku malam ini dan anggap saja kau tidak mengenalku" balas Mutiara.


" Lagipula kita tidak seakrab itu untuk saling mengurusi urusan satu sama lain" lanjutnya.


"Kita memang tidak akrab, aku juga tidak ingin mengurusimu. Tapi aku yakin Berlian akan peduli dengan kondisimu yg memprihatinkan ini, jadi sebagai temannya Berlian aku memberimu peringatan untuk tidak menjual dirimu seperti ini" balas Radit.


"Tidak usah bawa2 Berlian, aku tidak ada urusan dengannya" kesal Mutiara.


"Lagian siapa yg menjual diri, aku hanya bekerja sebagai pelayan disini bukan menjual diriku" lanjut Mutiara.


"Hanya pelayan? Tadi saja kau sudah mencoba untuk menggodaku, kalau saja aku laki2 hidung belang sudah habis kau ku makan" balas Radit.


"Aku hanya menawarkanmu minum, bukan menggodamu" jelas Mutiara mengelak.


"Ngakunya bukan pria hidung belang tapi masuk di tempat seperti ini, semua laki2 sama saja" lanjut Mutiara mengejek.


"Aku datang kesini hanya untuk menenangkan diriku, bukan untuk bermain2 dengan perempuan dan satu lagi jgn pernah mengatakan semua laki2 itu sama" Balas Radit.


"Jelas2 aku dan Zayn Malik saja sudah berbeda" Lanjut Radit.


"Iya kalian berbeda karena dia tampan dan kau jelek, tetapi sifat kalian semua sama saja hidung belang" kesal Mutiara.


"Apa kau yakin aku jelek?" Tanya Radit seraya menaikkan sebelah alisnya, Sedangkan Mutiara hanya terus membuang muka.


"Dan kalau semua laki2 hidung belang, jadi kau mengatakan kalau bpk Pre*den kita juga hidung belang?" Lanjut Radit seraya tersenyum mengejek Mutiara.


"Ih menyebalkan" ketus Mutiara dan kembali ingin pergi meninggalkan Radit, namun lagi2 Radit mencegahnya.


" Berhenti dari pekerjaanmu ini" ucap Radit kemudian.


"Kenapa aku harus berehenti?" Kesal Mutiara.


" Berhentilah sebelum terlambat" balas Radit.


"Kau tidak akan mudah lepas dari tempat ini kalau kau tinggal disini lebih lama lagi" lanjutnya.


" Apa pedulimu?" Balas Mutiara masih dengan nada ketusnya


" Anggap saja aku peduli sebagai sesama manusia, kecuali kalau kau bukan manusia" balas Radit ikut kesal.


" Kalau begitu kau datangi saja setiap gadis yg bekerja disini dan menasehati mereka untuk berhenti dari kerjaan mereka, jika kau sangat berprikemanusiaan" balas Mutiara masih membantah.


"Setidaknya aku mengenalmu, dan aku peduli pada orang2 yg aku kenal" ucap Radit dan mampu menggetarkan hati Mutiara.


" Dia bilang dia peduli padaku?" Batin Mutiara tersentuh.


"Terlebih kau adalah saudara Berlian, aku yakin Berlian akan sangat khawatir jika tahu kau bekerja di tempat seperti ini" lanjut Radit.


" Hmm ternyata karena Berlian, kau terlalu kegeeran Ara. Kenapa Juga Radit harus peduli padamu" batin Mutiara dan terlihat kecewa.


" Aku terlanjur masuk di tempat ini dan sebenarnya aku ingin berhenti karena aku hampir dilecehkan beberapa kali, tetapi sayangnya aku tidak bisa keluar dari tempat ini" jelas Mutiara akhirnya.


"Lagian kenapa kau harus masuk disini?" ucap Radit tidak habis pikir.


"Mamah kalah judi dan berhutang 100jt, aku hrus mendapatkan uang itu dalam 1 minggu. Kalau tidak mereka akan membawaku untuk dijadikan pelacur di kasino mereka" Jelas Mutiara.


"Apa bedanya dengan menjadi pelayan disini? itu juga tidak beda dengan pela*ur" kesal Radit.


"Aku pikir disini hanya menjadi pelayan dan bukan pela*ur, lagian aku masih bisa menghindar selama ini" balas Mutiara.


"Beruntung sekali tidak menjamin akan beruntung berkali2" balas Radit.


" Aku akan membantumu keluar dari sini, ayo ikut aku" Lanjut Radit seraya menarik tangan Mutiara dan keluar dari ruangan itu.


Raditpun membawa Mutiara untuk menemui manager bar itu.


" Ada yg bisa kami bantu tuan, apa pelayan kami ini mengecewakan anda?" Tanya manager itu dengan sopan.


" Justru aku ingin membawanya pergi karena dia sangat membuatku tertarik, apa kalian mau memberikannya padaku?" Tanya Radit.


"Oh anda ingin membawanya untuk bersenang2? silahkan tuan anda boleh membawanya, tetapi anda harus mengembalikannya setidaknya besok pagi" balas Manager itu.


" Tidak, tapi aku ingin kalian melepasnya dan tidak mengikatnya lagi di tempat ini?" Jelas Radit.


" Maaf tuan tapi kalau itu kami tidak bisa, mereka yg sudah berani masuk dan bekerja di tempat ini berarti siap menerima resiko untuk terikat pada tempat ini" balas Manager itu.


"Kalau begitu saya akan membawanya secara paksa" balas Radit dan mulai menarik tangan Mutiara.

__ADS_1


" Cegah dia" teriak manager bar pada para pengawalnya.


Perkelahianpun mulai terjadi saat beberapa orang pengawal bertubuh besar dan kekar menghadang Radit dan Mutiara. Namun Radit tidak mundur dan mulai melawan satu persatu pengawal itu. Kehebatan bela diri Radit memang tidak diragukan lagi, karena dia menguasai beberapa jenis bela diri seperti karate, Judo dan taekwondo.


Gedebug Gedebug Gedebug braak.... Suara hantaman2 Radit pada para pengawal itu dan berhasil melumpuhkan para pengawal itu. Tak berapa lama pemilik bar itupun datang dengan beberapa pengawal yg lain, saat mendapat laporan jika telah terjadi kerusuhan pada barnya.


"Siapa yg berani2 membuat keributan disini?" Tanya bos bar itu dengan nada yg keras karena marah.


" Maaf bos, orang ini nekat ingin membawa salah satu dari barista kita. Dia ingin mengeluarkan gadis ini dari bar kita bos" jelas Manager itu.


Pemilik bar itupun menemui orang yg di maksud oleh managernya.


"Sepertinya wajahnya tidak asing" batin pemilik bar.


" Siapa anda?" Tanya pemilik bar.


" Saya Radit Ramadhan, wakil direktur Baroto Group" Jelas Radit.


Pemilik bar itu sontak membulatkan matanya dan menunduk sopan pada Radit.


" Maafkan kelalaian karyawan saya tuan, kedepannya saya akan mendisiplinkan mereka dengan lebih baik lagi" ucap Pemilik bar.


"Itu hal yg bagus, tapi aku ingin membawa wanita ini pergi. Apa anda tidak keberatan?" Ucap Radit.


" Tentu saja tuan, anda boleh membawanya pergi" balas Pemilik bar.


" Dan jangan pernah mengikatnya di tempat ini lagi" lanjut Radit.


" Tenang saja tuan, kami tidak akan mengganggunya lagi" balas Pemilik bar.


"Terima kasih, kalau begitu saya permisi" ucap Radit


" Oh iya, mengenai kerusakan yg terjadi hari ini apa anda perlu ganti ruginya?" Lanjut Radit.


" Tidak perlu tuan, kami akan membereskannya"


Raditpun mengangguk dan melangkah untuk meninggalkan bar itu.


" Terima kasih tuan sudah berkunjung ke bar kami" ucap pemilik bar pada Radit yg sudah meninggalkan mereka.


" Bos, kenapa anda melepaskannya?" Tanya manager bar.


PLAK


Pukulan keras mendarat di kepala manager itu.


" Bodoh. Dia adalah orang dari Baroto Group yg memiliki kekuatan yg sangat besar di negeri ini, bahkan sudah di akui di beberapa negara maju di luaran sana. Dia bisa menutup bar ini kalau dia mau hanya dalam satu malam, dan aku akan jadi miskin hanya dalam semalam" jelas pemilik bar.


" Lain kali kalau dia datang lagi kesini perlakukan dia dengan baik" lanjutnya


"Baik bos" balas manager dan karyawan lainnya.


***


Radit mengemudikan mobilnya menyusuri jalan perkotaan, sepanjang jalan mereka hanya terdiam tanpa suara.


" Terima kasih" suara mutiara tiba2 memecah keheningan.


" Emm" balas Radit tetap fokus pada kemudinya.


" Apa kau terluka saat melawan para pengawal itu?" Tanya mutiara terlihat cemas.


"Aku baik2 saja" balas Radit.


" Kemana kau akan pergi, apa kau ingin pulang?" Lanjut Radit.


"Tidak, aku tidak ingin pulang dulu" balas Mutiara.


" jadi kau mau kemana?" Tanya Radit.


Mutiara hanya menggelengkan kepalanya.


" Turunkan saja aku disini, nanti aku cari kostan sendiri" ucap Mutiara.


Radit tidak mengindahkan perkataan Mutiara dan terus melajukan mobilnya. Sampai akhirnya mereka sampai di salah satu rumah besar, dan Raditpun memarkirkan mobilnya pada halaman rumah itu.


" Kau membawaku kerumah mu?" Tanya Mutiara heran.


"Ini sudah tengah malam jadi untuk malam itu tidurlah disini, besok kau boleh memutuskan untuk pulang atau mencari kost2an" jelas Radit.


" Ayo masuk" lanjutnya.


Mutiarapun hanya mengikuti Radit dan masuk ke dalam rumah Radit.


BERSAMBUNG......


Terima kasih sudah mampir dan membaca,semoga kalian terhibur😘 Jangan lupa untuk selalu jaga kesehatan🥰

__ADS_1


Tinggalkan Like dan Komentar kalian😁🙏


__ADS_2