Berlian

Berlian
Kekesalan Sekar


__ADS_3

Sekar melihat Heru menghampirinya dengan senyum yg mengembang di wajahnya.


"Keliatannya dia sangat senang, pasti dia sangat menikmatinya" Sekar


"Bagaimana servisnya Tuan, apa anda merasa puas?" Tanya Sekar saat Heru mulai menghampirinya.


Heru duduk di sofa tepat di hadapan Sekar senyum terus mengembang di wajahnya.


"Lumayan" Jawab Heru


"Apa dia melayani Tuan dengan baik?" Tanya Sekar seperti sangat penasaran.


"Tentu saja" Jawab Heru kembali dengan singkat.


Terlihat Sekar tersenyum sinis.


"Ternyata kau tak sepolos yg aku fikirkan ya gadis bodoh" Batin Sekar.


"Baiklah Tuan, saya senang jika anda merasa puas. Jangan sungkan2 jika anda ingin dia melayani anda kembali, silahkan kabari saya" Sekar lalu mengedipkan matanya pada Heru.


"Apa Dia putrimu?" Heru mencoba mencari tahu hubungan Sekar dengan Berlian.


"Bagaimana mungkin aku menjual putriku sendiri. Dia hanya putri bekas pelayanku yg telah merebut suamiku" Jelas Sekar dengan kebohongannya.


Heru terlihat menaikkan sebelah alisnya tak percaya.


"Apa mungkin Dewi merebut suami orang lain? aku cukup mengenal Dewi, Dia bahkan adalah salah satu wanita terbaik yg pernah aku kenal. Apa aku harus percaya dengan wanita licik sepertimu?" Batin Heru


"Baiklah, karena hari ini aku sangat puas. maka kau akan q beri uang lebih" Heru meletakkan sebuh amplop coklat di atas meja.


"Tapi maaf karena aku lupa membawa uang cash jadi aku terpaksa membayarmu dengan cek kosong. Cek ini sudah aku sahkan, silahkan kau isi sendiri nominal yg kau inginkan" Lanjut Heru


Sekar membelalakkan matanya melihat amplop itu. Iapun segera mengambil amplop itu dan melipatnya ke dalam tas kecilnya.


"Terima kasih Tuan anda sangat baik, saya sangat senang bekerja sama dengan anda" Sekar terlihat menundukkan kepalanya hormat pada Heru.

__ADS_1


Heru hanya membalas ucapan Sekar dengan tersenyum, yg lebih ke senyum sinis hanya saja Sekar tidak menyadarinya karena otaknya sudah di penuhi dengan jumlah uang yg akan Ia terima.


Heru segera bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya untuk keluar, Sekarpun segera bangkit dan menyusuli Heru.


Sesampainya di depan mobil milik Heru, Sekar kembali menundukkan kepalanya saat Heru memasuki mobilnya.


Saat telah berada di dalam mobil Heru menurunkan sedikit kaca mobilnya, kemudian menundukkan kepalanya untuk melihat ke arah Sekar. Sekarpun ikut menundukkan kepalanya untuk melihat Heru di dalam mobil. Heru tersenyum puas.


"Silahkan nikmati cek pemberian saya. Jangan sungkan2 untuk menuliskan nominal yg kau inginkan. Bahkan uang saya tidak akan habis hanya dengan kau menuliskan 100 M pada pada cek itu bahkan lebih. Terserah kau saja" Heru kemudian Tersenyum.


Sekar kembali membelalakkan matanya. Dalam bayangannya pastilah Ia akan kaya mendadak.


"Terima kasih Tuan" Sekar menundukkan kepalanya dengan anggun.


Heru melambaikan tangannya seraya melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah itu.


"Sungguh anak bodoh itu membawa berkah untukku. Aku bahkan mendapat cek kosong yg bisa kuisi nominalnya dengan sesukaku" Gumam Sekar.


"Ternyata tubuh kecilmu itu berharga juga ya?" Tanpa sadar Sekarpun tertawa terbahak2, yg bahkan hampir memenuhi kompleks perumahan mereka.


Buru2 Ia mengambil amplop coklat itu, Dalam bayangan hanya ada uang uang dan uang.. Berapa nominal yg akan Ia tuliskan dalam cek kosong itu. 10 M , 20 M 100M bahkan membayangkannya saja sudah membuatnya kalap.


Di tariknya kertas yg bersembunyi di balik amplop coklat itu..


Seketika Sekar membelalakkan matanya. Raut wajahnya yg tadinya sangat bahagia kini berubah masam.


*MAAF ANDA KURANG BERUNTUNG. SILAKAN MEMBALIKKAN KERTAS INI UNTUK MELIHAT KEJUTAN BERIKUTNYA*


Begitulah tulisan yg tertera pada kertas yg diberikan Heru pada Sekar.


"Apa2an ini, apa dia sedang bermain2 denganku?"


Dengan Kesal namun tetap penasaran, Iapun membalikkan kertas yg di pegangannya.


Seketika Ia kembali membelalakkan matanya kali ini Ia benar2 Murkah.

__ADS_1


"BREN**EK" Dirobeknya kertas itu dan di buangnya ke sembarang arah.


"Apa yg gadis bodoh itu telah katakan pada Laki2 menyebalkan ini? Awas saja ya kau Berlian, aku tidak takut dengan ancaman siapapun" Gumam Sekar dengan murkanya.


Ting..


Bunyi ponsel Sekar menandakan satu pesan masuk, dengan masih dipenuhi kekesalan Ia membuka pesan di ponselnya.


Heru: "Jangan coba2 mengabaikan peringatanku, atau kau akan melihat bagaimana aku membuktikan perkataanku. DAN AKU TIDAK PERNAH MAIN2😘"


PRAAAK... Sekar membanting ponselnya ke lantai hingga hancur bertaburan.


Pesan dari Heru benar2 menambah kekesalan di hati Sekar bahkan membuatnya semakin murka.


Jangan Heran jika Heru berani mengancam Sekar , karena Heru memanglah bukan orang sembarangan. Meski dengan status yg masih lajang, namun kekuasaanya bisa diperhitungkan di Negeri ini.


*note


*ISI DI BALIK KERTAS*


"JANGAN COBA-COBA MENGGANGGU ANAK ITU ATAU


MENJUALNYA PADA SIAPAPUN. JIKA SAMPAI KAU


BERANI MELAKUKANNYA AKU TIDAK SEGAN2 AKAN


MENJEBLOSKANMU KE PENJARA ATAS TUDUHAN


PERDAGANGAN MANUSIA DAN PENGANIAYAAN.


DAN AKU MEMILIKI BUKTI YG KUAT ATAS


PERBUATANMU"


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2