Berlian

Berlian
Raditia dan Juliana


__ADS_3

Hari itu Radit Berniat ingin menanyakan tentang Berlian pada Juliana. Iapun membelikan Juliana sekotak pizza dan beberapa bungkus es krim. Dua hal itu adalah cemilaan kesukaan Juliana.


"Di sogok ini pasti mempan" Gumam Radit seraya melajukan mobilnya.


*Rumah Radit


"Aaan. Ana" Teriak Radit saat sampai di rumahnya.


"Ada apa si ka?" Sahut Ana dari lantai dua.


"Kakak bawain kamu pizza sama es krim, nih cepetan ambil" Radit menyodorkan kotak pizza dan bungkusan es krim di tangannya.


"Waah pizza tunggu akuuuu" Jerit Juliana dan segera berlari menuruni anak tangga menghampiri Radit.


Dengan sigap Juliana menyambar kotak pizza dan bungkusan es krim, Iapun segera ingin berbalik ke kamarnya di lantai dua. Namun segera di cegah oleh Radit.


"Etss, tunggu dulu" Cegah Radit


"Apa lagi si ka, kan uda di kasih. Mau di ambil lagi?" Tanya Juliana kesal


"Enggak. Makan aja sepuasmu, tapi makannya disini aja kakak mau ngobrol bentar" Ucap Radit lalu duduk di sofa ruang tengah.


Julianapun akhirnya ikut duduk di samping Radit, dengan cepat di sambarnya isi kotak pizza itu dan di daratkan ke dalam mulutnya.


"Eemm, enak" Ucap Juliana, menikmati pizza pemberian Radit.


"Kamu kenal Berlian?" Ucap Radit di sela2 makannya Juliana.


"Emm kenal" Jawab Juliana cuek


"Temen kamu yg kabur malam itu?" Tanya Radit lagi


"yep" Jawab Juliana dengan masih fokus pada makannya.


" Orangnya gimana tu anak?" Tanya Radit penasaran


"Ya gitu" Jawab Juliana gantung.


"Gitu gimana?" Tanya Radit kesal.


Juliana malah fokus dengan makanannya.


"STOP" Radit menutup kotak pizza di depan Juliana


"Ish apa si ka? kan belum habis" Rengek Juliana kesal.


"Entar dulu makannya, kamu jadi gak fokus" Radit mengambil kotak pizza itu dan bungkusan es krim yg tersisa, lalu diletakkan di belakangnya.


"Hmm. Ada apa sih ka, emang dari tadi kakak nanyain apa?" Julianapun duduk bersender pada senderan sofa seraya memasang muka kesal


" Itu temen kamu Berlian, orangnya gimana?" Tanya Radit lagi

__ADS_1


"Hah Berlian. Ngapain ka Radit nanyain Berlian, hayo?" Selidik Juliana


"Dari tadi juga kakak nanyain tentang Berlian. Makanya dengerin. kamu tuh ya kalau makan aja serasa gak lagi di bumi kali ya. Badan kecil gini makan gak kira2" ucap adit kesal


"Issh kakak" Juliana memanyunkan bibirnya kesal.


"Ngapain kakak nanyain Berlian?" Tanya Juliana kemudian


"Kakak nemuin catatannya" Ucap Radit terpotong


"HAH jadi kakak yg ambil catatannya Berlian?" Teriak Juliana memotong ucapan Radit.


"Itu mulut ya, bisa gak si santai dikit?" kesal Radit


"Gak ambil nemu" Lanjut Radit


"Sama aja itu" Balas Juliana.


"Yaudah terserah. Intinya kakak mau tau tu anak orangnya gimanaaaa?" Tanya Radit semakin kesal.


"Apanya si yg kakak mau tau, lagian ngapain juga kakak nanya2 tentang Berlian?" Ucap Juliana yg semakin membuat Radit kesal.


"Di tanya ya jawab bukan balik nanyaaa" ucap Radit seraya menarik2 bibir Juliana karena kesal.


"auuh. kakak ih" keluh Juliana.


"Akh lama. Yaudah kakak minta nomornya aja, sini?" Ucap Radit kemudian, semakin kesal dengan Juliana.


"Buat apaan?" Tanya Juliana


"Bilang aja Modus, Kakak pasti mau deketin Berlian kan?" Selidik Juliana


"Kalau mau balikin buku doang kasi aja ke aku biar nanti aku yg sampein" Lanjut Juliana


"Iya, emang kakak mau modus, masalah? sini cepetan" Jawab Radit kesal.


"Ih gak boleh, aku gak mau kakak modusin Berlian. Dia tuh anak baik2, dia sahabat terbaik aku, dia tuh masih lugu dan polos belum pernah pacaran. Gak ku biarin dia di modusin sama kakak" Jelas Juliana menjawab sebagian pertanyaan Radit yg sudah lewat.


" Hmm kamu jawab jugakan pertanyaan kakak yg dari tadi gak masuk2 di otak mu yg lambat itu" Ucap Radit.


"Kakak Tertarik sama dia dari catatan tentang dirinya, yg kakak baca di buku catatannya" Jelas Radit dengan kembali memperbaiki posisi duduknya.


"Hah kakak serius?" Tanya Juliana kaget.


"Yep"Jawab Rasit singkat.


"Bisa tertarik gitu cuman dari catatan?" Tanya Juliana Heran


" Kakak juga uda sempat liat orangnya, anaknya cantik" Jawab Radit.


"Dan yg pasti dia anak yg tegar, itu yg kakak tau dari catatannya" Lanjut Radit kemudian.

__ADS_1


"Yep bener banget. kalau kakak tau kisah hidup Berlian, kakak pasti akan semakin kagum sama dia" Jelas Juliana mulai antusias.


"Emang apa aja kisah hidupnya yg kamu tau?" Tanya Radit semakin penasaran


"Semuanya, hampir semunya" Ucap Juliana Yakin


"Kasi tau sama kakak, cepetan" Antusias Radit.


"Engak ah. entar kakak malah mainin Berlian. emangnya kakak uda move on?" Tanya Juliana Ragu.


"Udaah. Udalah gak usah bahas itu kakak males" Ucap Radit kesal.


"Tu kan belum move on" Ucap Juliana menghakimi.


" Kakak uda move on bawel. kakak cuman males membahas masa lalu. Jadi mulai sekarang kakak ingin membahas masa depan. Jadi ceritain sama kakak tentang Berlian yg kamu tau" Jelas Radit


"Nanti uang jajan kamu kakak tambah 2x lipat" Lanjut Radit.


"Hah yg bener ka?" Tanya Juliana semangat.


"Iyaaa" Jawab Radit singkat


"Tapi janji gak akan nyakitin Berlian" Ucap Juliana


"Sumpah, gak akan" Jawab Radit Tegas.


"Hmm" Julianapun memulai ceritanya.


Semua tentang Berlian yg Ia ketahui dari Berlian sendiri, sejak Berlian kecil sampai saat ini. Semuanya di ceritakan oleh Juliana pada Radit. Raditpun mendengarkan cerita Juliana dengan khidmat. Namun dengan ekspresi yg berubah2.


Terkadang Radit terlihat tersenyum, terkadang mengerutkan dahinya, terkadang pula kaget, dan sebagainya. Sampai tak terasa berjam2 mereka bercerita tentang Berlian.


"Gitu ka ceritanya" Akhir penjelasan Juliana.


"Emmm" Respon Radit kemudian berdiri dan meninggalkan Juliana di ruang tengah.


"Emmm doang, orang uda cerita sampai berbusa2 juga ni mulut" kesal Juliana.


Melihat Radit yg meninggalkan tempat duduknya, segera Juliana menyambar kotak pizza dan bungkusan es krimnya.


"AAA KA RADIT, ES KRIMNYA MENCAIIR" Teriak Juliana.


Sedangkan Radit sudah menghilang dari ruang tengah, tempat mereka berbicara barusan.


*Kamar Radit


Radit merebahkan tubuhnya di atas pembaringannya. di tatapnya langit2 kamarnya, tiba2 Ia membayangkan wajah Berlian muncul di langit2 kamarnya, seketika Raditpun tersenyum. Namun tak berapa lama, Raditpun terbangun dari pembaringannya saat Ia mulai menyadari sesuatu.


" Hah, apa ini, apa aku jatuh cinta padanya?" Gumam Radit.


Bersambung....

__ADS_1


TEMAN2 PEMBACA YG BAIK HATI DAN TIDAK SOMBONG, JGN LUPA LIKE+RATE+DAN VOTE YA😁😘


DUKUNGAN KALIAN MEMBERI SEMANGAT BAGI PENULIS YG MASIH BELAJAR🥰


__ADS_2