
Beberapa hari telah berlalu, setelah kejadian gosip yg disebar oleh Mutiara di kampus. Meski Mutiara sempat merasa waswas dan cemas jika mendapat ancaman bahkan balasan dari Berlian atau Juliana bahkan Radit, kini mulai merasa tenang.
Ternyata si Radit itu uda gak urusin masalah Berlian, aman deh aku. pasti si Radit itu uda males urusin dia karena dia uda nikah sama orang lain. Pikir Mutiara.
Ia kembali berjalan memasuki kampus dengan santai, setelah beberapa hari ini sengaja absen.
"Ra kamu di panggil sama Dekan tuh" sahut seorang mahasiswa pada Mutiara.
"Dekan, ada apa ya?" tanyanya heran
"Entah, Aku cuman disuruh panggil kamu katanya kamu di suruh nemuin Dekan" jelas mahasiswa itu lagi kamudian berlalu pergi.
Dengan cemas Mutiara berlajan menuju ruang dekan.
"Permisi pak, saya Mutiara" ucapnya saat sudah berada di depan ruang dekannya.
"Iya masuk" Ucap Dekan itu singkat dan tegas.
"Ada apa ya pak panggil saya?" tanyanya semakin cemas melihat ekspresi kurang baik dari dekannya itu.
Tanpa bersuara Dekan itu menyodorkan sebuah amplop putih pada Mutiara.
"Ini apa ya pak?" tanyanya semakin cemas.
"Kamu boleh membacanya" balas dekan itu
Mutiara mulai membuka amplop itu dan membaca isinya dengan cermat, seketika matanya terbelalak saat mengetahui isi surat itu.
"Apa pak saya di DO, tapi kenapa pak?"
"Kamu masih tanya kenapa setelah melakukan banyak kesalahan?" ketus Dekan pada Mutiara.
"Kau telah menyekap temanmu di gudang kampus beberapa waktu lalu, dan baru2 ini kau telah menyebar rumor yg tidak baik tentang istri Tuan muda Juno, itu adalah pelanggaran besar Mutiara" Jelas dekan
"Istri tuan muda Juno, maksud bapak Berlian?" ucapnya kaget.
"Benar. Berlian adalah istri tuan Juno, anak dari pemilik kampus ini" Jelas dekan kemudian.
Mutiara hanya bisa membelalakkan matanya. Ia sudah tahu jika Berlian menikah dengan lelaki yg kaya, tapi tidak pernah iya bayangkan jika Berlian menikah dengan Tuan Herjuno itu. Orang yg di gadang2 sebagai pria muda Terkaya di negeri ini.
Ini adalah kampus terbaik di negeri ini, dan kampus ini didirikan oleh orang terkaya di negeri ini. Batinnya.
Seketika Mutiara membelalakkan matanya seraya menutup mulutnya dengan tangan karena shok. Ia baru menyadari bahwa Berlian telah menikah dengan.orang terkaya dinegeri ini.
"Tapi pak, saya sudah semester 6 apa saya harus di DO? Apa tidak bisa pihak kampus memberikan saya sanksi yg lain, saya terima kok pak asal jgn di DO" mohon Mutiara.
"Saya dengar, istri tuan Juno saudara tirimu. Memohonlah padanya, mungkin dia bisa membantumu" Jelas Dekan seraya meminta Mutiara untuk segera meninggalkan ruangannya.
Mutiara meninggalkan kampus dengan segala perasaan yg campur aduk.
"Akkh kenapa sih Berlian nasibnya selalu lebih beruntung dari aku" Kesalnya.
__ADS_1
"Kemarin dia berhasil mendekati Radit, wakil direktur Baroto grup, sekarang malah menikah sama Direktur Baroto grup" Ucapnya semakin kesal.
"Itu karena Berlian selalu sabar dan gak jahat seperti kamu" sahut seseorang menimpali ucapan Mutiara.
"Ana, ngapain kamu disini?" kesal Mutiara melihat kehadiran Juliana.
"Kebetulan lewat" balasnya santai.
"Kamukan yg laporin aku ke dekan sampai aku di DO?" kesal Mutiara pada Juliana.
"Oh kamu di DO, baguslah. Tidak ada lagi sampah di kampus ini" balas Juliana tanpa segan.
"Hei jaga ucapan kamu ya, nanti ku robek mulutmu itu" ketus Mutiara semakin kesal.
"Robek kalau bisa. Untung kamu baru di DO sekarang, harusnya kamu tuh uda di DO dari dulu waktu kamu sekap aku" ketus Juliana tidak mau kalah.
"Kamu tuh uda di kasi kesempatan kedua habis di penjara masih bisa lanjut di kampus ini, tapi bukannya tobat masih aja cari masalah. Gak tau diri" Lanjutnya semakin berapi2.
"Lihat ya akan ku balas kalian semua" ucap Mutiara pada akhirnya seraya berlalu meninggalkan Juliana.
"Balas aja kalau bisa" teriak Juliana pada Mutiara yg sudah menjauh darinya.
"Kapan sih sadarnya tuh anak?" Gumamnya seraya berjalan memasuki kampus.
*Rumah Mutiara
"Apa, kamu di DO?" Ucap Sekar saat mendapat kabar dari putrinya itu.
"Iya, ini semua tu karena Berlian. Ternyata suami Berlian itu anakx pemilik kampus mah, pemilik Baroto grup" jelas Mutiara.
"Jadi pria yg menikahi Berlian pemilik Baroto grup, tempat mas Tomo bekerja" gumam Sekar. Tomo adalah kekasih Sekar saat ini, kekasih yg baru dipacarinya beberapa bulan terakhir, Tomo bekerja di salah satu anak perusahaan milik Baroto grup sebagai wakil direktur.
Mendapat kekasih seorang wakil direktur dari anak perusahaan Baroto grup saja sudah membuat Sekar sangat bangga dan sombong, tapi Berlian justru menikah dengan direktur utamanya.
"Iya, Berlian selalu saja beruntung" kesal Mutiara seraya masuk menuju kamarnya meninggalkan Sekar yg masih mematung di tempatnya.
"Tenyata dia benar2 menikah dengan pria kaya, aku harus memanfaatkan hal ini agar bisa ikut hidup enak" Gumam Sekar seraya menyunggingkan senyum penuh arti.
*Kamar Mutiara
Suara telpon berbunyi, menandakan panggilan masuk di hp Mutiara. Dengan malas Mutiara menyambar hpnya dilihatnya perusahaan agensi periklanan, tempatnya telah melakukan kontrak kerjasama beberapa hari lalu. Dengan semangat Mutiara menjawab panggilan itu.
📞 Mutiara: Halo
📞Agensi: Dengan saudari Mutiara?
📞Mutiara: Iya betul pak, saya sendiri. Ada apa ya pak?
📞Agensi: Begini kami dari pihak agensi periklanan yg akan bekerja sama dengan saudari Mutiara beberapa waktu lalu... Jelas Agensi namun di potong oleh Mutiara.
📞Mutiara: Oh iya pak, apa pemotretannya uda mau di mulai? Kapan pak? saya akan segera kesana.
__ADS_1
Ucapnya semakin bersemangat.
📞Agensi: Maaf mbak, bukan itu yg akan kami sampaikan, melainkan kami mahu menyampaikan kalau kami tidak bisa melanjutkan kerja sama dengan mbak Mutiara.
📞Mutiara: Maksudnya?. sahutnya masih tidak mengerti.
📞Agensi: Kerja sama kami batalkan. balas pihak agensi singkat.
📞Mutiara: Tapi apa masalahnya pak? saya rasa kamarin semuanya sudah clir, lagian gak bisa gitu dong pak, kitakan uda tanda tangan kontrak. Sahutnya mulai Kesal.
📞Agensi: Maaf mbak, itu sudah keputusan dari pihak agensi.
📞Mutiara: Tapi pak.. ucapan Mutiara terpotong
Tut tut tut... Menandakan sambungan telpon telah terputus.
"Akkh" Kesal Mutiara seraya melemparkan HPnya ke atas kasur.
"Ada apa lagi si ini kenapa tiba2 mereka membatalkan kontraknya?" ucapnya semakin kesal.
Tidak hanya itu, beberapa agensi periklanan lainnya yg telah lebih dulu menggunakannya sebagai model iklan mereka, juga ikut memutuskan kerja sama dengan Mutiara.
"AAKKKKHHHH" Teriak Mutiara dari dalam kamarnya saat menerima satu persatu pemberitahuan putus kontrak kerja sama dari pihak agensi periklanan.
Iya yg selama ini hanya berdiri sendiri tanpa didampingi oleh manager dan sebagainya, hanya bisa mengigit jari saat mendapat perlakuan seenaknya dari pihak agensi periklanan, seperti memutus kontrak sepihak seperti yg terjadi saat ini.
Mutiara semakin frustasi. Ia telah di DO dari kampus, Ia kehilangan kesempatan untuk meghasilkan uang sedangkan uangnyapun sudah semakin menipis.
Mutiara hanya bisa mengurung diri dikamarnya, meratapi nasibnya saat ini.
*Rumah Juno
Juno tengah duduk di sudut kasurnya sambil membaca sebuah buku. Matanya terus terfokus pada bacaannya. Berlian keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri sebelum tidur. Ragu2 Ia melangkah menuju kasur dan duduk disamping Juno.
Diliriknya suaminya itu, tidak ada reaksi sama sekali.
"Itu, apa aku boleh nanya sesuatu?" Ucapnya ragu2 memulai pembicaraan.
Juno hanya melirik pada istrinya sekilas kemudian kembali fokus pada bacaannya. Karena tidak mendapat respon dari suaminya, Berlian hanya terdiam dan tak berani bersuara.
"Katanya mau nanya, kok diem? mau aku yg membaca pikiranmu?" ucap Juno seraya mendekatkan wajahnya pada Berlian.
Mata merekapun bertemu, namum dengan cepat Berlian mengalihkan pandangannya.
"Anu itu. Mutiara, apa kau yg membuatnya di DO dari kampus?" dengan ragu2 Ia menyampaikan pertanyaannya.
Juno menutup bukunya meletakkan di atas nakas, lalu mematikan lampu nakasnya. Berlian hanya menatap heran, bukannya mendapat jawaban suaminya itu malah mengacuhkannya.
"Tidurlah, jangan terlalu banyak berfikir nanti rambutmu rontok" ucap Juno akhirnya, kemudian mulai memperbaiki posisinya untuk tidur.
Hah. Apa sih, jawab aja apa susahnya? ketus Berlian dalam hati.
__ADS_1
Iapun memutuskan untuk tidur dan mulai larut dalam mimpinya.
BERSAMBUNG....