Berlian

Berlian
Raditia, Catatan Berlian


__ADS_3

Pagi itu Berlian datang ke kampus lebih awal dari biasanya. Ia dan Juliana sudah membuat janji akan ke perpustakaan bersama pagi ini. Mereka akan mengerjakan tugas Juliana. Minggu ini Juliana sedang ada tugas besar membuat laporan keuangan, dan harus selesai minggu ini juga.


Diliriknya jam di ponselnya menunjukkan pukul 07.45.


"Paling Ana belum datang, tu anak kan ngaret" Gumam Berlian, Iapun memutuskan untuk sarapan di kantin.


Sesampainya di kantin, Berlian pun langsung memesan semangkok siomay pada penjaga kantin. Setelah itu Ia segera duduk di salah satu kursi yg kosong. Di letakkannya buku catatannya di atas meja. Tanpa Ia sadari ada sepasang mata yg sedang meliriknya.


Belum sempat pesanan siomaynya datang, ponselnyapun berdering. Buru2 Berlianpun menjawab panggilan yg tak lain dari Juliana.


Ana: Ian kamu dimana?


Ian: Ini aku uda di kantin nungguin kamu datang, cepetan.


Ana: Hei emangnya kita janjiannya di kantin? kitakan janjiannya di perpus.


Ian: Iya makanya ini aku nungguin kamu datang aku ke kantin dulu.


Ana: Ih Iaaaaaan, aku uda di perpus tauuuuu.


"Ssstttttt. Ini perpustakaan, kecilkan suaranya" ucap salah seorang di balik telpon yg menegur Juliana, karena telah membuat keributan di perpustakaan.


"maaf buk maaf" Balas Juliana pada orang itu sedikit berbisik.


*Kembali ke telpon.


Ian : Hei An, beneran kamu uda di perpus?"


Ana : Beneran Ian sumpah, ini perpus buka aku langsung trobos masuk. Buruan kesini, cepetan.


Ian : oh hehe, okok. aku kesitu.


Ana : Eh makan dulu aja gak papa, entar kamu kelaperan.


Ian : Gak papa entar aja, sekalian bareng.


Ana : ok.


Buru2 Berlian langsung Berlari meninggalkan kantin, untuk menuju perpustakaan.


"Siomaynya di simpen dulu ya buk, nanti aku balik lagi" Ucap Berlian pada buk kantin sambil berlari


"Eh oh, Iya Neng" Balas buk kantin.

__ADS_1


Karena buru2 meninggalkan kantin, Berlianpun lupa mengambil buku catatannya yg sempat Ia letakkan di atas meja. Seseorang yg tadi sempat meliriknya, menyadari jika Berlian telah meninggalkan buku catatannya. Segera Ia mengambil catatan itu dan berlari keluar kantin untuk mengejar Berlian, namun Ia sudah kehilangan jejak Berlian.


" Uda ngilang aja tuh anak, apa ku susulin ke perpus aja ya?" Gumam orang itu yg tak lain adalah Raditia kakak Juliana.


Raditiapun mengurungkan niatnya untuk menyusuli Berlian ke perpustakaan, karena bosnya yg tak lain adalah Herjuno sudah memanggilnya untuk segera datang ke kantor.


Raditia segera menuju mobilnya, tak lupa Ia membawa buku catatan Berlian ikut masuk ke dalam mobilnya. Entah mengapa Ia memilih untuk membawanya, padahal Ia bisa saja menitipkan catatan itu pada penjaga kantin, yg sewaktu2 Berlian akan datang ke kantin itu untuk mencari catatannya tersebut.


*Perpustakaan


Berlian menghampiri Juliana yg sudah duduk di salah satu kursi di sudut meja, dengan tumpukan buku diatasnya. Berlianpun duduk di samping Juliana.


"Sory ya, aku gak tau kamu uda ada di sini makanya aku ke kantin tadi" Ucap Berlian saat duduk di samping Juliana.


"Iya gak papa" Balas Juliana masih dengan tangan yg terus mengetik.


"Tapi tumben ya kamu cepet biasanyakan kamu ngaret" ucap Berlian sambil mengeluarkan netbooknya.


"Aku di anterin sama kak Radit makanya cepet. soalnya ka Radit mau ke kantor juga jadi cepet2" Jelas Juliana.


"Oh pantes" Berlianpun mulai mengetik tugas laporan keuangan Juliana di netbooknya.


*Rumah Radit


Radit merebahkan tubuhnya di atas pembaringannya, tiba2 Ia melirik buku catatan Berlian yg telah Ia letakkan di atas nakas. Buru2 Ia duduk dan mengambil buku catatan itu.


"Berlian, jurusan fashion Design" Gumam Radit saat membaca nama pemilik catatan itu.


"Kayak pernah dengar tu nama, tapi dimana ya temen Juliana bukan?" Gumamnya kemudian


"Gak mungkin sih mereka kan beda jurusan"


Raditpun melangkah menuju Sofa yg terdapat di kamarnya, berduduk santai di atas sofa itu sambil membuka2 catatan milik Berlian.


Catatan itu bukanlah catatan pribadi yg menceritakan perjalanan hidup Berlian dalam segala hal. Itu hanya merupakan catatan hariannya selama Ia kuliah.


Meski begitu, ada beberapa hal tentang dirinya dan kejadian2 yg telah Ia alami yg di tuliskan dalam catatan itu. Serta ada beberapa coretan2 rancangan2 baju yg di desainnya, digambarkan dalam catatatn itu.


"Not bad" Ucap Radit saat melihat beberapa desain milik Berlian.


Namun setelahnya Radit terhenti pada satu catatan kecil milik Berlian.


"Aku tidak pernah menyesali hidupku sebagai Berlian. Bahkan jika harus terlahir kembali dan di suruh memilih, maka aku akan tetap memilih untuk menjadi Berlian. Meski jalan hidup yg akan ku lalui tetaplah sama. Aku bersyukur terlahir sebagai diriku saat ini" Tulis Berlian

__ADS_1


"Apa jika aku terlahir kembali, aku akan tetap memilih menjadi Raditia? hmmm" Gumam Radit.


Raditpun kembali membaca catatan Berlian. Tak sesekali Ia tertawa, tak sesekali pula tertegun. Catatan2 yg sempat di tuliskan Berlian dalam catatannya itu begitu menarik perhatiaan Radit.


"Hah di jual sama om2?" Gumam Radit kaget


"Ahh untunglah dia selamat" Gumam Radit setelahnya.


"Ets. Apa mungkin ini teman si tengil yg kabur malam itu ya?" Gumam Radit mengingat pada sahabat Juliana yg kabur yg tak lain memanglah Berlian.


Saat Radit melihat salah satu catatan kecil yg menuliskan namanya disana.


"Rezeki anak shalehah, di bayarin kost dua bulan sama kakaknya Juliana, ka Radit. Terimaksih ka Radit :)" Tulis Berlian. Seketika Radit pun tersenyum.


Tak terasa Radit sudah bergelut dengan catatan Berlian selama berjam2, kini jam pada dinding kamarnya sudah menunjukkan pukul 01.15, tengah malam.


"Hah udah tengah malam aja gak kerasa" Gumam Radit.


Di tutupnya catatan milik Berlian. Iapun segera menuju pembaringannya untuk beristirahat.


Namun Ia tak dapat memejamkan namatanya, pikirannya terus ada pada Berlian dan catatan2 hidup Berlian. Jam menunjukkan pukul 03.20 dini hari, barulah Radit dapat terlelap dalam tidurnya.


*Note


Saat keluar dari perpustakaan barulah Berlian mengingat akan buku catatannya yg tertinggal di kantin, buru2 Ia berlari menuju kantin di susuli oleh Juliana.


"Buk, liat buku catatan yg ketinggalan di meja sini gak? tadi saya taro disini tapi lupa di ambil" Ucap Berlian pada ibu kantin.


"Aduh gak tau neng ibu gak merhatiin" ucap ibu kantin merasa bersalah.


"Yaudah buk gak papa. Oh iya, siomay yg tadi ya buk sama satu mangkok lagi" Ucap Berlian seraya duduk di dekat Juliana.


"Kenapa Ian, hilang ya?" tanya Juliana.


"Yaudalah, kalau masih rezekiku nanti juga kembali" Ucap Berlian pasrah.


"Hmmm" Balas Juliana singkat.


BERSAMBUNG....


HAI UNTUK KALIAN YG MAMPIR DAN MEMBACA CERITA INI, JANGAN LUPA LIKE+RATING+VOTENYA YA😁


DUKUNGAN KALIAN SANGAT MEMBANTU DAN MEMBERI SEMANGAT, BAGI PENULIS YG MASIH BELAJAR🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2