Berlian

Berlian
Juno dan Tari


__ADS_3

Flashback pada awal pertemuan Juno dan tari. Hari itu menunjukkan pukul 06.30 pagi, Tari dengan pakaian rapinya keluar dari panti. Langkah kakinya terhenti saat matanya tertuju pada seseorang yg sedang berdiri tepat di hadapannya.


Orang itu tidak lain adalah Herjuno, pria yg sudah mencuri hatinya dulu dan menghilang begitu saja.


Tari menatap orang itu dengan kesal. Namun tak dapat di sembunyikan ada perasaan senang yg terlihat dari raut wajahnya.


"Uda lima tahun ya?" Ucap Juno saat melihat Tari.


"Hmm. Ada apa kesini?" Ucap Tari dengan cuek.


"Aku hanya ingin melihat hasil renovasi panti asuhan ini, yah lumayan bagus" Ucap Juno dengan santai.


"Jadi kau yg melakukannya, mengirim orang2 dan segala perlengkapan untuk melakukan renovasi panti asuhan ini?" Tanya Tari pada Juno kaget.


"Tentu saja. Memangnya kamu pikir siapa yg melakukannya, pak pre*iden?" Jawab Juno kemudian tertawa.


"Hmm.. Gak lucu. untuk apa juga repot2 renovasi panti ini jelas2 yg kemarin juga bagus kok" Jawab Tari ketus.


"Aku melakukannya untuk seseorang yg special untuk ku, dia tinggal di panti asuhan ini. Aku akan melakukan apapun yg akan membuatnya senang" Jawab Juno seraya tersenyum manis pada Tari


Mentari tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya, seketika Iapun tersenyum malu2 namun segera di ubahnya ekpresinya pada muka datar.


"Kalau kau ingin membuatnya senang setidaknya kau tidak menghilang begitu saja, dan membuatnya menunggu begitu lama pada sesuatu yg tidak pasti" Sindir Tari pada Juno, namun seketika Juno malah memeperlihatkan senyum senangnya mendengar ucapan Tari.


"Kau merindukanku ternyata" Ucap Juno seraya melangkah mendekati Tari.


"Maafkan aku yg sudah pergi tanpa pamit dan tidak pernah memberimu kabar. Tapi selama aku pergi, aku terus memantau keadaanmu apa kau baik2 saja" Ucap Juno Seraya menggenggam tangan Tari.


"Untuk apa melakukan itu, kalau aku jadian sama yg lain bagaimna?" Ucap Tari mengancam.


"Tidak akan ku biarkan siapapun berani mendekatimu, apa kau tidak merasa selama ini orang2 yg sudah mencoba mendekatimu seketika hilang begitu saja?" Ucap Juno dengan terus menggenggam tangan Tari


"Hah. Jadi kau yg melakukannya? Pantas saja setiap ada yg mendekatiku tiba2 menghilang di telan bumi" ucap Tari kesal.


"Tentu saja aku melakukannya, enak saja dia mencoba mendekati milikku. Kau tahu kau adalah milikku dan kau tidak bisa lepas dariku" Ucap Juno seraya mencolek hidung Tari dengan lembut.


"Kenapa begitu, kau saja sudah seenaknya meninggalkan ku?" Ucap Tari dengan nada yg sedikit kesal.


"Itu salahmu karena telah mencuri hatiku" Ucap Juno seraya melirik Tari sesaat.


"Dan alasanku pergi karena saat itu aku tidak lebih dari anak remaja yg akan kau pandang sebelah mata, terlebih karena pertemuan pertama kita yg kurang mengesankan. Aku ingin kau mengingat pertemuan kita hari ini, dimana aku yg sudah menjadi pria mapan dan terlihat sangat keren bukan?" Ucap juno dengan bangga seraya mengusap2 jas hitamnya.


"Aku justru tidak bisa melupakan pertemuan pertama itu, dimana ada remaja laki2 yg sangat cengeng tapi juga sombong" Ucap Tari seakan2 membayangkan hari pertemuan mereka, seketika Iapun tersenyum.

__ADS_1


"Dan kau masih saja sombong. aku tidak suka pria sombong" Lanjut Tari seraya menarik tangannya dari genggaman Juno.


"Hei aku hanya bercanda kenapa kau semarah itu, Apa rasa kangenmu pada ku sangat besar sampai2 Tari yg lemah lembut itu kini berubah menjadi galak, hmm?" Ucap Juno dengan terus mencolek hidung Tari dengan manja.


"Dan aku tidak cengeng tahu. Kau tidak boleh lagi mengingat pertemuan hari itu, kau harus mengingat pertemuan hari ini" Ucap Juno dengan sedikit memaksa.


"Kenapa aku harus melakukannya?" Jawab Tari seraya melangkah meninggalkan Juno.


"Kau harus melakukannya" Ucap Juno dengan mengikuti langkah Tari.


"Aku tidak mau, aku akan selalu mengingat pertemuan itu atau kau akan ku lupakan untuk selamanya" Ancam Tari.


"Hei siapa yg mengizinkanmu melupakanku?" Ucap Juno kesal.


"Baiklah kau boleh mengingat pertemuan itu jika kau suka, tapi jgn pernah mengatakan aku pria cengeng itu akan menjatuhkan wibawaku" Ucap Juno kemudian..


"Haha. Bagiku kau tetaplah pria cengeng" Ucap Tari dan berdiri tepat di depan pintu mobil Juno, dan terdengar Juno mendengus kesal.


"Apa kau tidak berniat mengantarku?" Ucapnya kemudian dengan ekspresi yg di buat gemes.


"Berhenti memperlihatkan ekspresi itu padaku atau aku akan menggigitmu sekarang" Ucap Juno seraya membukakan pintu mobil pada Tari.


"Kau tau, ini pertama kalinya aku melakukan hal ini, kau sangat beruntung" Ucapnya saat membukakan pintu mobil pada Tari.


* Di sekolah.


Tari canggung saat Juno kembali membukakan pintu mobil untuknya, setibanya mereka di area parkir sekolah Tari. Ragu2 Tari turun dari mobil dan melihat beberapa pasang mata sedang melihat ke arahnya, yg tak lain adalah rekan2 kerjanya.


"Hei kau tidak perlu melakukan ini, ini berlebihan tau orang2 liatin kita tu" Ucap Tari saat turun dari mobil.


"Aku sengaja melakukannya biar mereka semua tau kau sudah ada yg punya, biar tidak ada lagi yg berani mendekatimu" Ucap Juno santai seraya tersenyum.


"Hmm. Kau saja belum menembakku" Gumam Tari sedikit kesal.


" Yasudah aku masuk dulu" Buru2 Tari segera berlari meninggalkan Juno di area parkir.


"Tari" Panggil Juno saat Tari mulai meninggalkannya, seketika Tari menghentikan langkahnya dan berbalik melihat Juno.


"Apa?" dengan suara yg tak terdengar namun gerak mulut yg bisa di baca.


"I LOVE YOU" Ucap Juno dengan suara yg keras, seketika orang2 yg mendengarnya bersorak.


"Cie ciee, cuit cuit" Terdengar beberapa Suara yg Tari sendiri malu untuk melihat suara milik siapa itu.

__ADS_1


Tari hanya menutup wajahnya malu, sebenarnya hatinya sangat senang mendengar pengakuan cinta dari Juno, pria remaja yg dulu telah mencuri hatinya dan kini telah berubah menjadi pria dewasa yg semakin tampan.


Namun karena momen pengakuan cinta Juno di tengah2 area parkir sekolah membuat Tari sedikit tidak nyaman, terlebih di saksikan beberapa mata guru, rekan kerja Tari.


"Apa aku tidak akan kena sanksi dari kepsek satelah ini. Juno kau benar2 membuat hatiku berbunga2 di saat yg tidak tepat. kenapa tidak mengatakannya pas di mobil tadi sih" Tari


Karena Tari hanya terdiam di tempatnya seraya menutupi wajahnya dengan tangan, Juno segera menghampirinya.


"Hei kenapa diam saja, kau tidak ingin membalas pengakuan cintaku?" ucap Juno saat tiba di hadapan Tari


Sontak Tari kaget dan melepaskan tangan yg menutupi wajahnya.


"Hei kenapa kau harus mengatakannya didepan semua orang disini, kalau aku kena sanksi dari kepsek gimana?" Bisik Tari pada Juno.


"Siapa yg berani memberimu sanksi, Bahkan aku bisa memecat kepsek mu tau" Ucap Juno seraya tersenyum.


"Hei apa maksud mu, apa kau ingin mengatakan kalau sekolah ini juga milikmu?" tanya Tari bingung.


"Aku tidak perlu mengatakannya. Sudah itu tidak penting, sekarang aku ingin kau memberi balasan atas pengakuan cinta ku tadi" Ucap Juno Tegas.


"Hmm baiklah. I love you too" ucap Tari dengan sedikit berbisik.


"Apa? aku tidak mendengarnya" Ucap Juno


"I Love You Too" ulang Tari dengan nada yg sedikit di keraskan.


"Apa kau mendengarnya, yg di katakan gadisku ini?" Juno bertanya pada pak satpam yg berdiri tidak terlalu jauh dari arah mereka.


"Saya tidak mendengarnya Tuan" Jawab satpam itu singkat seakan mengerti keinginan pria bucin ini.


Tari mendengus kesal.


"I LOVE YOU TOO" Ucap Tari dengan nada yg sangat keras hampir teriak karena kesal dengan Juno.


"Kau tidak perlu sesemangat itu kan mengungkapkan cintamu padaku" Ucap Juno dengan tersenyum senang, seraya mencolek pipi Tari. Tari terlihat memanyunkan bibirnya kesal.


"Haha baiklah, aku akan kembali ke kantor, masuk sana kau akan terlambat mengajar" Juno mengakhiri pertemuan mereka, dan mencolek pipi Tari dengan manja seraya berlalu meninggalakan Tari yg masih berdiri di tempatnya.


"Juno bagaimana aku akan mengajar dengan wajah yg merah seperti ini, dan bagaimana aku akan bertatap muka dengan mereka yg telah melihatku.. haaa aku malu, tapi aku bahagia, aaa tapi aku malu" Tari.


"Huh aku harus segera meninggalkannya atau aku akan menggigitnya dengan buas, dia sungguh menggemaskan" Juno.


BERSAMBUNG.......

__ADS_1


__ADS_2