Berlian

Berlian
Pengakuan Radit


__ADS_3

Hari ini menunjukkan pukul 02:40 siang. Sekar kembali kerumahnya setelah menemui tuan Juno, dengan perasaan yg kesal karena gagal. Mutiara menyambut kehadiran Sekar dengan antusias, mencoba mencari tahu hasil yg didapati oleh mamahnya itu.


"Mamah kemana aja?" tanyanya seolah2 tidak tahu apa2.


"Mamah habis ketemu suamix si Berlian si tuan sombong itu" balas Sekar dengan kesal.


Dari gelagat mamah pasti dia sudah gagal. batin Mutiara dan tersenyum puas.


"Ngapain mamah nemuin dia?" tanyanya masih berlagak tidak tahu.


"Mamah ingin membongkar perihal hubungan Berlian dengan Radit dimasa lalu, mamah sudah membawa buktinya tapi malah jadi kertas kosong" jelas Sekar masih dengan nada kesal. Mutiara terlihat manahan tawanya.


"Loh kok bisa?" tanya Mutiara dengan heran yg dibuat2.


"Tunggu! Mamah ingat sekali meletakkan amplom itu di atas meja sebelum mamah pergi untuk siap2, apa mungkin kau yg sudah mengganti isi amplop itu?" tanya Sekar menaruh curiga pada putrinya itu.


"Amplop apaan, aku aja baru bangun terus liat mamah gak di rumah?" balas Mutiara berbohong dengan santai.


Sekar masih menatap putrinya itu seolah menyelidik kebenaran dari ucapan putrinya. Namun reaksi Mutiara yg terlihat begitu santai membuatnya kembali percaya pada putrinya itu.


"Mungkin mama sudah tua jadi lupa mengambil amplop yg benar" Ucap Mutiara seenaknya, namun Sekar tak menanggapi ucapan Mutiara dan memilih masuk ke dalam kamarnya.


Disisi lain Mutiara tersenyum dengan senang.


Kali ini aku yg menolongmu, jadi sekarang kita sudah impas. batinnya.


***


Juno masih terlihat sibuk dengan pekerjaanya, saat waktu sudah menunjukkan pukul 03:00 menjelang sore hari. Tiba2 ponselnya berbunyi, tanpa melihat penelpon Junopun mengangkatnya.


📞Juno: "Halo"


📞Penelpon: "Halo tuan. Kami ingin melaporkan kalau kami sudah menemukan semua bukti, yg mengarahkan kecelakaan yg terjadi 13 tahun lalu adalah ulah Sekar" Jelas orang itu.


📞Juno:" Kerja bagus, lakukan sampai tuntas. Pastikan dia mendapatkan hukum yg setimpal" balas Juno.


📞Penelpon:" Baik Tuan" balasnya menerima arahan seraya memutuskan sambungan.


Juno terlihat tersenyum setelah menerima informasi itu. Segera dirapikannya pekerjaannya dan bersiap2 untuk pulang.


tok tok tok


Ketukan Radit seraya masuk keruangan Juno tanpa menunggu izin dari empunya ruangan.


Juno melihat kehadiran Radit, seketika ingatannya tertuju pada ucapan Sekar tentang kedekatan Radit dan Berlian di masa lalu.


Aku tidak ingin memikirkannya tapi kenapa hal itu terus terlintas dipikaranku. batin Juno.


"Ada apa?" tanya Juno.


"Aku mau nebeng pulang, mobilku lagi di bengkel" balas Radit dengan bahasa yg lebih santai.


"Oh, kau yg nyetir kalau begitu" balas Juno seraya tertawa.


"Aku baru saja berharap kau yg menjadi supirku" balas Radit ikut tertawa.


"Aku berjanji akan menjadi supirmu saat kau menikah" balas Juno menggoda Radit.

__ADS_1


Seketika tawa Radit memudar dan tersenyum kecut.


Melihat reaksi Radit, Juno semakin penasaran dengan wanita yg disebut telah meninggalkan Radit dan menikah dengan pria lain.


"Ada yg ingin aku bicarakan denganmu"Ucap Juno akhirnya.


Radit hanya menatap Juno yg tiba2 memperlihatkan ekspresi serius di wajahnya. Sedangkan Juno sudah duduk di sofa di ruangannya. Melihat hal itu Raditpun menyusuli Juno untuk duduk.


"Ada apa, sepertinya sangat serius?" tanya Radit sedikit heran.


Juno terlihat menarik nafas dengan dalam.


"Mengenai gadis yg telah membuatmu patah hati akhir2 ini, aku ingin tahu siapa gadis itu" jelas Juno langsung ke intinya.


Radit terlihat diam tak bereaksi dengan pertanyaan Juno itu.


Kenapa Juno tiba2 menanyakan hal ini, apa mungkin dia sudah tahu perihal aku dan Berlian? batin Radit gelisah.


"Dit, aku tidak ingin mengurusi urusan pribadimu, tapi untuk hal ini aku benar2 ingin tahu siapa gadis itu?" lanjut Juno.


"Itu sudah berlalu, kenapa kau masih membahasnya?" balas Radit enggan untuk menjawab.


"Apa gadis itu Berlian?" tanya Juno yg berhasil mengagetkan Radit. Terlihat Radit membulatkan matanya.


Siapa yg sudah mengatakan hal ini pada Juno, bagaimana aku harus menjelaskannya?. batin Radit semakin cemas.


"Hahaha, kau bercanda ya. Ayo pulang" balas Radit mencoba mengalihkan.


"Jadi benar gadis itu Berlian?" lanjut Juno menarik tangan Radit yg hendak bangkit.


"Itu hanya masa lalu" balas Radit akhirnya.


"Kenapa kau membiarkan aku menikahinya, kenapa kau tidak jujur padaku sejak awal kalau dia adalah gadis yg selama ini kau sukai?" Ucap Juno, terlihat ada raut penyesalan di wajahnya.


"Kau pikir aku akan menikahinya kalau aku tahu dia adalah gadis yg kau inginkan?" lanjut Juno.


"Apa kau pikir aku sejahat itu?" lanjutnya terlihat frustasi.


Radit memukul bahu Juno untuk menenangkannya.


"Kami tidak memiliki hubungan seperti yg kau pikirkan, aku memang menyukainya saat itu, tapi dia belum tentu menyukaiku. Kalau saat itu dia menyukaiku, dia tidak akan menerima pernikahan itu" Jelas Radit.


"Dan aku tidak pernah menyesal membiarkanmu menikahinya, aku percaya kau bisa menjaganya jauh lebih baik dariku" lanjut Radit.


"Kesampingkan tentang aku sebagai atasanmu untuk urusan perasaan, kita bukan hanya sekedar atasan dan bawahan. Aku menganggapmu seperti saudaraku, kenapa kau tidak terbuka padaku tentang hal ini?" balas Juno.


"Aku pikir saat itu akan memberatkan pikiranmu jika aku mengatakan tentang perasaanku pada Berlian, aku tahu kau tidak mungkin menolak keinginan Tari. Jadi aku putuskan untuk membiarkanmu menikahi Berlian, toh Berlian sendiri menyetujui pernikahan itu tanpa paksaan" Jelas Radit.


"Aku juga sangat yakin, Berlian bisa membuatmu jatuh cinta lebih cepat" lanjut Radit seraya tersenyum menggoda Juno.


"Akh, apa yg kau bicarakan?" Juno terlihat memalingkan wajahnya dari Radit.


"Sudahlah. Sebaiknya kita pulang sekarang, aku juga ingin mampir di kampus untuk memastikan Ana sudah pulang atau belum. Setauku hari ini jadwal kuliahnya sampai sore" Ucap Radit berusaha dengan cepat untuk mengalihkan pembahasan.


"Hmm"Balas Juno seraya bangkit dari duduknya.


***

__ADS_1


Juliana sedang berdiri di depan gerbang kampusnya, terlihat seperti sedang menunggu seseorang.


Kok dia belum lewat ya? batin Juliana.


Tiba2 seseorang melewati Juliana dengan mengendarai motornya


"Itu dia, tapi kok main pergi aja sih tawarin kek, uda tau orang berdiri disini dari tadi. Ini main pergi aja, dasar gak berprikemanusiaan" gumam Juliana kesal pada pria itu.


Tiba2 pria yg baru saja di maki oleh Juliana itu membalikkan motornya. Dia adalah Adrian teman satu jurusan Juliana, sekaligus pria yg diam2 dikagumi oleh Juliana.


"Kamu kenapa belum pulang?" tanya pria itu.


Deeg.. Jantung Juliana seketika berdegup kencang.


"Aa. aaku nunggu angkutan umum" balasnya.


"Uda sore gini jarang angkutan umum, pesan taksi aja" balas pria itu.


Hah,, pesan taksi, tawarin pulang kek, gak peka banget ni cowok, orang uda nunggu sampe kudisan disini. batin Juliana kesal


"Iya deh, nanti aku pesan ojol aja, lebih cepat" balasnya memberi kode.


"Emangnya kamu gak keberatan naik motor, kalau gitu bareng aja" ucap Adrian akhirnya.


"Emangnya gak ngerepotin, kitakan gak searah?" balas Juliana


"Kok tahu gak searah, emang tahu rumahku dimana?" tanya Adrian sedikit heran.


Aduh pake keceplosan segala lagi, gimana kalau dia tau selama ini aku selalu cari tahu tentang dia? batin Juliana.


"Eeem itu, kan kita pernah kerja tugas bareng yg tugas kelompok terus kamu bilang rumah kamu di jalan delima kan aku di jalan melati jadikan beda arah" jelas Juliana.


"Gitu ya, aku lupa pernah ngomong gitu" balas Adrian masih sedikit heran.


"Dasar pelupa. Jadi gimana, gak masalah kalau anterin aku?" ucap Juliana mengalihkan.


"Tadi aku gak nawarin pulang takutnya kamu gak suka naik motor. Kalau cuman beda arah sih, aku gak masalah" jelas Adrian.


"Nih helm"lanjutnya seraya menyerahkan hlm pada Juliana.


Juliana tidak menerima hlm itu justru menatap Adrian dengan tatapan heran.


"Tenang aja bersih kok, aku bersihin setiap hari" jelasnya mengira Juliana enggan memakai hlmnya.


"Kok kamu bawa dua hlm, emangnya kamu biasa boncengin siapa?" tanya Juliana menyelidiki.


"Boncengin pacar" balasnya singkat namun berhasil melemaskan hati Juliana, terlihat reaksi Juliana yg tiba2 berwajah datar.


"Becanda. Aku biasanya ojol dulu sepulang kampus" lanjutnya meluruskan.


"Kamu ngojol, jadi aku harus bayar nih?" balas Juliana di bumbui nada bercanda.


"Karena aku yg nawarin jadinya gratis, tapi besok2 bayar" balas Adrian yg jg dengan nada bercanda.


Merekapun melaju meninggalkan kampus menggunakan motor Adrian.


"Itu bukannya Ana?" sahut Juno pada Radit saat melihat Juliana melaju melewati mobil mereka.

__ADS_1


"Iya itu Ana, tapi siapa laki2 itu?" balas Radit dengan tatapan tidak suka melihat adiknya itu bersama seorang pria.


BERSAMBUNG....


__ADS_2