Berlian

Berlian
Menemukan Sebuah Fakta


__ADS_3

Hari ini waktu menunjukkan pukul 09.30 pagi, Juno terlihat disibukkan dengan beberapa pekerjaan di atas meja kerjanya. Tiba2 ponselnya berdering menunjukkan panggilan masuk.


"Halo" Sahut Juno.


"Halo tuan maaf mengganggu waktu anda, mengenai informasi yg anda minta, saya menemukan sebuah fakta" Sahut seseorang di balik telpon.


"Supir truk yg diduga telah menabrak mobil pak Hendra diketahui telah dijatuhi hukuman 15 tahun penjara, namun saya mendapat kabar bahwa orang itu telah di bebaskan dengan jaminan atas nama pak Sutomo Wijaya" lanjut orang itu menjelaskan.


"Sutomo Wijaya?" ulang Juno seperti mengenal nama itu.


"Benar tuan, pak Sutomo adalah salah satu orang anda. Dia menjabat sebagai wakil direktur di salah satu cabang Baroto grup di kota X tuan" Jelas orang itu lagi.


"Apa hubungan beliau dengan supir truk itu?" tanya Juno.


"Dari informasi yg saya temukan mereka tidak memiliki hubungan, tetapi.." ucap orang itu terpotong.


"Tetapi apa?" Juno menginginkan penjelasan.


"Pak Sutomo di ketahui menjalin hubungan dengan Sekar ibu tiri nona Berlian tuan" Jelasnya.


Sudah ku duga, kasus ini pasti tidak terlepas dari wanita itu. batin Juno.


"Bawa Sutomo menemuiku siang ini" balas Juno.


"Baik Tuan" balas orang itu dan sambunganpun terputus.


***


Tok tok tok


"Tuan, pak Sutomo datang untuk menemui anda" sahut Rissa saat memasuki ruang kerja Juno.


"Suruh dia masuk" perintah Juno.


"Baik tuan" balas Rissa seraya keluar dari ruangan, selang beberapa detik Sutomo memasuki ruangan Juno.


"Selamat siang Tuan. Katanya anda memanggil saya, apa ada yg bisa saya bantu?" Ucap Sutomo terlihat dengan begitu berhati2.


"Silahkan duduk" ucap Juno seraya duduk di sofa. Pak Sutomopun menurut.


"Langsung saja, saya ingin menanyakan pada anda tentang jaminan yg anda berikan pada seorang supir truk. Supir yg menjadi dalang dibalik kecelakaan 13 tahun lalu yg menimpa Hendra, orang tua dari istri saya" Balas Juno langsung pada inti.


Apa? Jadi orang yg telah aku bebaskan itu adalah orang yg telah menyebabkan kecelakaan pada orang tua dari istri tuan Juno. batin Sutomo panik


"Apa hubungan anda dengan beliau, mengapa anda memberikan jaminan untuk membebaskannya?" lanjut Juno.


Sutomo masih terdiam dan tak berani memberikan jawaban.


"Apa kecelakaan itu ada hubungannya dengan anda?" lanjut Juno semakin menyudutkan Tomo.


"Tidak Tuan" bantahnya


"Saya membebaskannya hanya karena permintaan dari Sekar tuan, dia bilang supir itu adalah kerabatnya"lanjutnya menjelaskan.


"Apa hubungan anda dengan Sekar?" tanya Juno


"Di.dia kekasih saya Tuan" jawabnya dengan terus menunduk.


"Anda membebaskan orang yg bersalah demi kekasih anda?" tanya Juno lagi.

__ADS_1


"Tidak tuan, saya hanya merasa kasihan karena beliau memiliki anak yg masih sangat membutuhkan beliau" balasnya membela diri.


"Lalu bagaimana dengan anak yg harus kehilangan orang tuanya atas kecelakaan itu?"Tanya Juno semakin memojokkan Tomo.


Celaka, aku tidak mengira akan berurusan dengan istri tuan Juno seperti ini. Batinnya.


"Sa saya salah Tuan" putus Tomo akhirnya mengakui kesalahannya.


"Apa kesalahan anda?" tanya Juno semakin menyudutkan.


"Saya telah salah karena menjamin kebebasan orang yg telah melakukan perbuatan yg salah tuan" Jelasnya.


"Bagus kalau anda mengetahui kesalahan anda" Ucap Juno seraya menghubungi seseorang.


"Dit tolong keruangan saya sekarang" Ucapnya dan tidak membutuhlan waktu lama, Radit memasuki ruangan Juno.


"Ada yg bisa saya bantu?" ucapnya


"Aku ingin kau mengurus orang ini, pastikan kau menempatkannya di daerah yg paling terpencil di negeri ini" perintah Juno.


Kesalahan apa lagi yg dilakukan orang ini? batin Radit.


"Jangan Tuan, jangan hukum saya. saya berjanji akan memperbaiki diri saya di kemudian hari. Saya berjanji tidak akan melakukan kesalahan seperti ini lagi" Ucapnya memohon.


"Baguslah, tetapi ini pelajaran bagi anda karena telah membantu dalam melakukan kejahatan" balas Juno.


"Bereskan dia, saya tidak ingin melihatnya disini" Perintah Juno.


"Baik" Balas Radit.


Pria tua itupun dibawa paksa pergi oleh dua orang pengawal serta Radit. Juno menatap kepergian orang itu dengan tatapan tanpa belas kasih. Juno melirik layar ponselnya sudah menunjukkan pukul 12.15 siang.


Sepertinya aku ingin makan siang di rumah. batinnya.


***


"Aku ada kerjaan untukmu" ucapnya.


"Apa yg anda ingin saya lakukan nyonya Sekar" balas orang itu.


Sekarpun menjelaskan hal yg ingin Ia perintahkan pada orang itu, setelah menjelaskan keinginannya merekapun memutuskan sambungan telpon.


"Mamah mau cari masalah lagi sama Ian?" sahut Mutiara yg tiba2 muncul menghampiri Sekar.


"Shuut, mama hanya ingin memberinya sedikit pelajaran" balas Sekar.


"Mama enggak takut berurusan dengan suaminya?" tanya Mutiara.


" Kalau rencana mamah ini berhasil jangankan untuk mendapat perlindungan dari suaminya, dia bahkan akan menjadi janda" balasnya seraya tersenyum yg menyeringai.


"Serah mamah deh, aku gak ikut campur" balas Mutiara seraya kembali ke kamarnya.


"Siapa juga yg nyuruh kamu ikut campur?" balas Sekar tak mau kalah.


***


Jam menujukkan pukul 2.30 siang, Radit memasuki ruang kerja Juno setelah menyelesaikan tugas yg diberikan oleh bosnya itu, mengasingkan Tomo di daerah yg sangat terpencil.


"Kosong, kemana Juno?" gumamnya saat melihat tidak ada siapapun di ruangan itu. Raditpun berniat untuk kembali keruangnya, namun tiba2 Juno terlihat memasuki ruangannya.

__ADS_1


"Eeh Dit" ucap Juno.


"Aku datang untuk memberikan laporan, ternyata kau sedang keluar" balas Radit.


"Iya aku pulang kerumah untuk makan siang" balas Juno.


Makan siang di rumah lagi, sepertinya Juno semakin betah dirumah. batin Radit.


"Gimana, uda beres?" tanyanya seraya duduk di sofa di ruangannya, kemudian disusuli oleh Radit.


"Semuanya sudah beres, aku menempatkannya di daerah yg masih sangat terbelakang. Tercatat di daerah itu hanya ada sekitar 5-7 kepala keluarga, dan disana juga belum terdapat alat transportasi" jelas Radit.


"Bagus, dia layak menerima itu" Balas Juno singkat.


"Aku penasaran kesalahan apa yg telah dilakukan oleh pak Sutomo sampai kau mengasingkannya seperti itu?" tanya Radit kemudian.


"Hmm" Juno terlihat menghembuskan nafasnya.


"Aku meminta seorang detektif untuk menyelidiki kasus kecelakaan yg menimpa orang tua Berlian, yg menewaskan ayahnya" Juno menjelaskan.


Jadi Juno mulai menyelidiki masalah ini. Aku sudah menyelidikinya, namun karena banyaknya urusan di kantor saat Mentari berada di Rumah sakit aku harus menunda penyelidikan. Ternyata Juno sudah bergerak, aku rasa dia memang lebih pantas melakukan ini. Batin Radit.


Tapi kenapa Juno tidak meminta bantuanku untuk menyelidiki hal ini, malah meminta bantuan detektif, apa dia mengetahui perihal kedekatanku dengan Berlian sebelumnya? batin Radit bertanya2.


"Aku mendapat info kalau kecelakaan itu memang ada faktor kesengajaan, seorang saksi melihat truk itu dengan sengaja menabrak mobil yg dikendarai oleh ayah Berlian. Setelah supir truk itu dijatuhi hukuman 15 tahun penjara, Sutomo membelanya dengan memberikan jaminan" lanjut Juno masih menjelaskan.


Radit hanya diam menyimak penjelasan Juno. Melihat hal itu Juno memincingkan matanya.


"Kau tidak berniat mengatakan sesuatu?" tanya Juno


"Aku hanya ingin bertanya, kenapa kau tidak melibatkan aku dalam masalah ini?" tanya Radit.


Apa mungkin kau mengetahui sesuatu tentang hubunganku dengan Berlian di masa lalu, sehingga kau tidak ingin aku mencampuri sesuatu yg berhubungan dengan Berlian? lanjut radit dalam batinnya.


"Haha, kau justru penasaran pada hal itu?" Juno tertawa yg memperlihatkan gigi putihnya.


"Itu karena Martha yg memintaku untuk memberimu lebih banyak waktu luang. Dia bilang karena aku membuatmu terlalu banyak bekerja, kau bahkan tidak memiliki waktu untuk urusan pribadimu. Setelah aku pikir2 benar juga, selama Tari di rumah sakit aku lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sakit sehingga kau mengerjakan hal lebih banyak" Jelas Juno melanjutkan.


"Haha, kau merasa tidak enak dengan ku? aku ini bawahanmu sudah seharusnya aku melakukan pekerjaanku" balas Radit.


"Tapi aku merasa telah melakukan kesalahan, karena aku telah membuatmu sibuk sehingga wanita yg kau cintai malah diambil oleh pria lain" Ucap Juno terlihat ada raut penyesalan di wajahnya.


Apa, dari mana Juno tahu mengenai hal itu, apa dia juga tahu kalau wanita itu adalah Berlian? batin Radit sedikit panik.


"Haha, kau mendengar berita konyol itu dari mana?" balas Radit mencoba tenang dan santai.


"Martha yg mengatakan padaku, dan aku baru menyadari perubahanmu akhir2 ini. Aku ingat sewaktu di rumah sakit, aku bisa melihat kau sedang jatuh cinta. Namun akhir2 ini kau terlihat seperti orang yg sedang kehilangan nyawa. Apa karena perempuan itu, perempuan seperti apa yg sudah membuat sahabatku ini menjadi galau? aku sangat penasaran" lanjut Juno dengan tersenyum menggoda pada Radit.


Martha, Mengapa mulut wanita sama sekali tidak bisa di jaga? kenapa jg kau harus menceritakan hal ini pada Juno, kalau sampai dia tahu wanita yg kau bicarakan adalah istrinya. Bagaimana aku harus menjelaskannya. batin Radit.


"Itu hanya perasaan sepintas lalu. Aku bahkan sangat bahagia dia bisa menemukan pria yg sangat baik bahkan jauh lebih baik dariku, dan yg paling penting pria itu mampu melindunginya" balas Radit.


"Pria mana yg lebih baik darimu?" ucap Juno menatap pada Radit.


Pria itu adalah kau, dan aku mengakuinya. Batin Radit.


"Haha, lupakan. Aku akan kembali bekerja" ucap Radit kemudian seraya keluar dari ruangan Juno.


"Huh aku sangat penasaran" Gumam Juno seraya menuju kursi kerjanya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


Terima kasih yang sudah mau mampir dan memberi like juga komen, Author doakan kalian sukses dan sehat selalu🙏😘


__ADS_2