
Pagi menunjukkan pukul 07:45 pagi. Berlian terlihat keluar dari dalam mobil dan bergegas memasuki halaman kampus, karena terburu2 tidak sengaja Berlian menabrak seseorang dan hampir terjatuh. Namun dengan cepat seseorang menagkap tubuh Berlian agar tidak terjatuh.
"Aawh" keluh Berlian.
"Eeh ka Radit" lanjutnya saat menyadari orang yg telah membantunya adalah Radit. Dengan segera Berlian menarik dirinya dari pelukan Radit.
"Maaf" Balas Radit.
"Gak papa ka, makasih ya. Untung ada ka Radit, kalau enggak aku uda jatuh ke selokan itu" ucap Berlian.
"Sama2, lain kali hati2" balas Radit.
Mengapa aku masih degdegan melihat Berlian, aah tahan dirimu Radit. Ingatlah dia sudah menjadi istri orang sekarang. Batinnya.
"Oh iya, ka Radit ngapain disini?" tanya Berlian akhirnya.
"Oh ini, Ana meninggalkan tugasnya dirumah. Dia minta ka Radit untuk anterin kesini" jelas Radit.
"Oh yaudah biar Ian yang bawain sekali, soalnya Ian mau ketemu Ana kok uda janjian di perpus" ucap Berlian menawarkan.
"Oh gitu bagusdeh. Yaudah ini ka Radit nitip ke kamu aja ya" balas Radit seraya menyerahkan tugas Juliana pasa Berlian.
"Siap ka" balas Berlian seraya tersenyum pada Radit.
*Manis sekali. Akh s*top Radit, berhenti mengagumi istri orang. batin Radit.
"Yasudah kalau gitu ka Radit permisi ya"balas Radit.
"Iya ka, hati2" balas Berlian.
Radit dengan segera masuk ke dalam mobilnya sedangkan Berlian masuk kedalam area kampusnya.
***
Siang menunjukkan pukul 11:15, terlihat Sekar sedang mondar mandir dengan gelisah di teras rumahnya.
"Mengapa mereka belum datang juga sudah jam segini?" Gumamnya.
Tiba2 dua orang pria memasuki halaman rumahnya dengan mengendarai sepeda motor. Dengan cepat Sekar menghampiri dua pria itu.
"Bagaimana, apa kalian mendapatkan hal yang aku inginkan?" tanya Sekar dengan antusias.
"Kami sudah mendapatkannya nyonya, tapi ini sangat sulit jadi kami meminta bayaran lebih" balas salah seorang pria itu.
"Dasar kalian mata duitan, tapi itu tidak masalah selama apa yg kalian dapatkan memuaskan bagiku" balas Sekar.
"Kami telah mengutak atik ponsel nona Berlian dan menemukan rangkaian pesannya bersama Radit, sebenarnya pesan ini telah di hapus, namun dengan segala upaya kami bisa menemukannya. Selain pesan juga ada beberapa riwayat panggilan nyonya" Jelas seorang pria lagi.
"Bagus, ada yg lain?" Ucap Sekar seraya tersenyum puas.
"Kami juga sudah mengikuti nona Berlian selama 1 minggu ini, namun tidak ada tanda2 kedekatan nona Berlian dengan Radit nyonya" Jelas mereka lagi.
"Sial, akan lebih bagus kalau ada foto kebersamaan mereka" balas Sekar sedikit kesal.
"Tapi nyonya tenang saja, tadi pagi secara tidak sengaja mereka bertemu di depan halaman kampus, dan mereka sempat mengobrol, kami mengambil beberapa fotonya nyonya" jelasnya lagi seraya menyerahkan foto yg dimaksud.
Sekar tersenyum puas melihat foto itu, adegan dimana Radit menangkap Berlian yg hampir jatuh dan berpelukan serta foto dimana mereka berbicara dan terlihat saling adu pandang dan tersenyum.
"Kerja bagus" ucap Sekar akhirnya.
"Untuk hasil ini kami minta 25 juta nyonya" balas Pria itu.
"Apa, perjanjiannyakan hanya 5 juta, kenapa sekarang malah jadi 25 juta?" balas Sekar tidak terima.
"Kan kami sudah bilang ini hal yg sulit, kalau nyonya tidak terima kami tidak akan memaksa. Tapi kami tidak akan menyerahkan ini pada nyonya" balas pria itu mengancam.
__ADS_1
Sial, Mereka memoroti ku. Tapi tidak masalah, aku bisa menggunakan tabunganku dulu, nanti aku bisa minta lagikan sama mas Tomo. Lagian kalau hal ini berhasil dan Juno benar2 menceraikan Berlian, aku bisa mengajukan Mutiara pada pria kaya itu. Batin Sekar seraya tersenyum.
"Bagaimana nyonya, kalau anda keberatan kami pergi saja" ucap seorang pria membuyarkan lamunan Sekar.
"Eeh tunggu, aku setuju. Kalian tunggu disini" ucap Sekar akhirnya seraya memasuki rumahnya.
Mendengar hal itu, kedua pria itupun tersenyum puas.
Tidak lama kemudian Sekar keluar dengan membawa sebuah amplop berwarna coklat yg terlihat sedikit tebal. Transaksipun terjadi. Pria itu menyerahkan bukti2 chatingan Berlian dengan Radit di masa lalu beserta foto, kemudian Sekar menyerahkan amplop yg berisi uang pada pria itu.
Kedua pria itu terlihat mengecek uang yg diberikan oleh Sekar.
"Baik kami terima, senang bekerja sama dengan anda nyonya" ucap kedua pria itu seraya pergi meninggalkan rumah Sekar.
***
Berlian dan Juliana sedang menikamti semangkuk somay mereka, setelah tadi pagi bergelut dengan tugas2 Juliana. Lagi2 Juliana meminta bantuan Berlian untuk menyelesaikan tugasnya.
"Ian, hpmu kapan bagusnya sih?" tanya Juliana di sela2 makan mereka.
"Kata yg benerin sih siang ini uda bisa di ambil" balas Berlian.
"Bagus deh, susah tau kalau kamu gak ada hp. Susah di hubungin, kek tadi pagi" Keluh Juliana karena tadi pagi harus menghubungi Berlian melalui ka Martha.
"Iya, entar pulang kampus aku ambil kok" balas Berlian.
"Lagian kenapa sih gak beli hp aja, uang suamimu kan banyak" ucap Juliana.
"Dia sempet nawarin kok pas tau hpku rusak, tapikan masih bisa di benerin sayang kalau di ganti" balas Berlian.
"Uda punya suami kaya masih aja irit" ucap Juliana.
"Hehe uda kebiasaan" balas Berlian cengengesan.
***
"Maaf buk, ada perlu apa" tanya salah seorang resepsionis pada Sekar yg tiba2 menyelonong masuk tanpa permisi.
"Saya ingin bertemu dengan Tuan Herjuno" ucap Sekar pada resepsionis.
"Maaf buk, anda siapa dan apakah anda sudah membuat janji terlebih dahulu?" tanya resepsionis itu.
"Saya adalah mertua Tuan Juno, apa saya perlu membuat janji dulu untuk bertemu menantu saya?" balas Sekar sombong.
"Mertua Tuan Juno, bukannya dengar2 istri Tuan Juno orang tuanya sudah meninggal ya?" Gumam seorang resepsionis pada teman kerjanya.
"Itukan tunangan Tuan Juno yg dulu, kalau istrinya sih aku kurang tahu" balas yg lainnya.
"Kalau tidak salah istri Tuan Juno juga anak yatim kok, orang tuanya juga sudah meninggal" jelas lagi yg lainnya.
"Eeh2 kok malah bergosip sih, mau kalian saya laporin sama bos kalian kalau kalian bergosip saat kerja?" ketus Sekar.
"Maaf nyonya" balas karyawan itu sopan.
"Jadi saya sudah boleh masuk kan, waktu saya tidak banyak" Ucap Sekar masih dengan nada sombong.
"Sebentar nyonya, kami akan melaporkan dulu pada Tuan Juno apa beliau bisa menerima tamu sekarang" jelas resepsionis itu seraya menghubungi Rissa sekretaris Juno.
Selang beberapa lama, resepsionis itupun mengijinkan Sekar untuk masuk dan mengantarnya ke ruangan Juno.
"Ternyata dia memang mertua Tuan Juno ya, buktinya dia bisa langsung masuk" gumam seorang karyawan yg berhasil di dengar oleh Sekar, Iapun tersenyum dengn bangga.
"Disini nyonya" ucap karyawan itu mempersilahkan Sekar.
"Nyonya Sekar?" tanya Rissa menyambut Sekar.
__ADS_1
"Iya saya Sekar" balasnya dengan angkuh.
"Silahkan nyonya sebelah sini" ucap Rissa, seraya menunjukkan pintu ruangan Juno. Sekarpun masuk setelah mendapat persetujuan dari Juno.
"Selamat siang tuan Juno" ucap Sekar saat menemukan Juno di ruangannya.
"Ada perlu apa anda kesini?" tanya Juno tanpa basa basi dan tanpa penyambutan untuk Sekar, bahkan tidak mempersilahkan Sekar untuk duduk.
Apa dia tidak berniat untuk menyambutku atau menyuruhku duduk?. batin Sekar kesal.
"Saya datang kesini untuk menyampaikan sebuah informasi kepada anda Tuan" balas Sekar.
"Informasi? Informasi apa yg begitu penting hingga anda harus repot2 menemui saya disini?" tanya Juno.
"Ini perihal Berlian dan Radit, saya ingin memperlihatkan anda sebuah bukti tentang kedekatan mereka" ucap Sekar seraya menyerahkan bukti yg didapatnya dari dua pria tadi.
Juno menerima amplop yg diberika Sekar dan melihat isi amplop itu, Namun Juno tidak memperlihatkan reaksi apapun.
"Apa ini?" tanya Juno seraya memperlihatkan kertas kosong pada Sekar.
Hah bagaimana mungkin, aku sangat yakin memasukkan bukti2 itu ke dalam amplop ini? batin Sekar.
"Mungkin terselip di dalam amplop itu tuan" ucap Sekar dengan yakin.
Juno memperlihatkan Sekar amplop yg terlihat kosong.
Sial, bagaimana mungkin ini bisa terjadi? batin Sekar murka.
"Tapi saya tidak bohong tuan, saya memasukkan bukti tentang kedekatan Berlian dengan Radit. Sebenarnya mereka dulunya pernah menjalin hubungan sebelum anda menikahi Berlian" Jelas Sekar.
"Anda ingin mempermainkan saya, apa anda pikir waktu saya sangat banyak untuk mendengarkan lolucon anda?" balas Juno terlihat kesal. Juno terlihat menghubungi seseorang, dengan cepat dua orang pengawal memasuki ruangan Juno.
"Bawa dia keluar" perintah Juno.
"Begini caramu memperlakukan mertuamu?" Ucap Sekar.
"Apa ada seorang ibu yg dengan sengaja ingin merusak hubungan anaknya? Ibu tiripun tetaplah seorang ibu, tapi anda tidak layak disebut seorang ibu bagi Berlian" Balas Juno dengan tegas.
"Bawa dia, pastikan dia tidak pernah menginjak gedung ini lagi" lanjut Juno.
"Saya katakan hal yg sebenarnya. Radit dan Berlian, mereka pernah berhubungan" Teriak Sekar saat dua pengawal membawanya keluar secara paksa.
"Lepas, saya bisa sendiri" bentak Sekar pada dua pengawal itu saat mereka telah tiba di lobi kantor.
"Baik nyonya, silahkan anda meninggalkan tempat ini" ucap pengawal itu.
"Loh Ibu2 itu di usir, apa jangan2 dia bukan mertuan tuan Juno?" ucap salah seorang karyawan lagi dan memulai gosip mereka.
Mendengar hali itu Sekar terlihat sangat kesal, dengan perasaan kesalnya Sekar meninggalkan gedung tinggi itu.
Lihat saja kalian, akan aku balas. Batin Sekar murka.
***
Flashback On.
Mutiara sedang menyaksikan transaksi yg terjadi antara mamahnya dengan dua pria itu.
"Apa lagi yg ingin mamah lakukan?" gumam Mutiara.
Sekarpun terlihat memasuki rumah dengan tersenyum bahagia dengan membawa sebuah amplo. Sekar meletakkan amplop itu di atas meja dan meninggalkannya, kemudia masuk ke kamar untuk bersiap2 sebelum menemui tuan Juno.
Mutiara menghampiri amplop itu dan membukanya.
"Mamah ingin menjebak Berlian dan Radit? tidak, ini tidak bisa di biarin. Setidaknya Radit pernah menolongku, kalau ini sampai ke tangan Juno bisa2 Radit juga kena masalah" Gumam Mutiara. Dengan cepat Mutiara mengganti isi amplop itu dengan selembar kertas kosong, lalu meletakkannya kembali dengan rapi di atas meja.
__ADS_1
"Maaf mah, untuk kali ini aku harus menghianati mamah" gumam Mutiara seraya bergegas memasuki kamarnya.
BERSAMBUNG....