Berlian

Berlian
Kecemasan Juno


__ADS_3

Juno Pov


Aku terbangun dari tidurku yg nyenyak. Kulirik jam diatas nakas menunjukkan pukul 06.15 pagi. Kemudian aku melemparkan pandanganku pada seseorang yg masih tertidur pulas disampingku.


Indah sekali. pikirku saat menatap wajah istriku itu lebih dekat.


Entah hari ini Ia memang lebih cantik, atau hanya aku yg selama ini kurang memerhatikan kecantikan istriku ini. Ku tatap wajahnya dengan intens , tiba2 jantungku berdegup kencang.


Akh. ada apa ini, kenapa aku degdegan melihat wajah istriku pagi ini? batinku merasa ada yg aneh.


Tanpa kusadari tanganku terangkat dan menyentuh pipi istriku dengan lembut. Tiba2 dia memperlihatkan gerakan seperti orang yg akan segera bangun dari tidurnya, aku segera menarik tanganku agar dia tidak melihatku sedang menyentuh pipinya.


Akh. ada apa denganku, kenapa aku jadi sangat gelisah?


Kulihat Ia benar membuka matanya secara perlahan. Iapun terlihat merenggangkan tubuhnya.


Aaaakh..


Suara yg lolos dari mulutnya dan berhasil menggelitik jantungku.


Kenapa suara itu terdengar sangat manis ditelingaku.


Dengan cepat aku bangkit dari pembaringanku dan menuju kamar mandi dan segera mandi, sebelum pikiranku mulai melayang kemana2.


***


Berlian menatap Juno yg terlihat aneh pagi ini, Ia tidak bicara apapun dan memilih untuk berdiam diri di kamar dan membaca buku. Bahkan untuk sarapan pagi Ia meminta untuk di antarkan kekamar.


Karena suaminya itu memilih untuk sarapan di kamar, Berlianpun memutuskan untuk menemani suaminya itu untuk sarapan.


"Apa kau sedang tidak enak badan, kenapa kau tidak kerja hari ini, bahkan memilih untuk sarapan di kamar?" tanya Berlian pada Juno dengan sedikit cemas.


"Aku baik2 saja" balas Juno singkat.


Berlianpun kembali melanjutkan sarapannya, Ia berencana untuk berangkat ke kampus setelah selesai sarapan.


"Hari ini kau tidak perlu kekampus" ucap Juno di sela2 makannya.


"Kenapa?" kaget Berlian menatap suaminya, yg ditatap justru fokus pada sarapannya.


"Kau masih sakit, aku sudah meminta izin pada dekanmu kalau hari ini kau tidak masuk karena sakit" jelas Juno.


"Tapi aku sudah sembuh, lagian hari ini aku harus menyetor tugasku jadi aku harus kekampus" Bantah Berlian.


Juno terlihat menghentikan sarapannya dan menatap Berlian. Melihat reaksi suaminya itu, Berlian terlihat cemas. Takut jika Juno ternyata marah dengan bantahannya barusan.


"Baiklah, aku akan mengantarmu kekampus dan kau boleh menyetor tugasmu. Kemudian kita akan pulang setelah itu" putus Juno akhirnya.


"Aku bisa pergi sendiri kau tidak perlu mengantarku" tolak Berlian.


Bagaimana kalau orang2 melihatku bersamanya pasti mereka akan mengenalinya, aku tidak mau mereka bergosip lagi tentangku. batin Berlian.


"Aku akan mengantarmu atau kau tidak perlu kekampus hari ini" tegas Juno dengan penekanan di setiap kata yg diucapkan.


Berlian membulatlan matanya mendengar ucapan suaminya itu, sejak kapan suaminya jadi seposesif ini.


Kenapa dia tiba2 jadi posesif begini, apa dia mulai peduli tentangku atau dia hanya ingin menunjukkan kekuasaannya? batin Berlian.


Berlianpun hanya terdiam dan tidak menanggapi ucapan Juno.


"Kenapa diam, mau ku antar atau tidak perlu kekampus?" tanya Juno.


"Baiklah, kau akan mengantarku kekampus setelah sarapan" jawab Berlian, mendengar hal itu Juno tersenyum puas namun lolos dari pandangan Berlian.


"Boleh aku bertanya?" ucap Berlian kemudian.


"Em" balas Juno memberi izin.


"Kenapa kau mau mengantarku ke kampus dan kenapa kau tidak bekerja hari ini?" tanyanya seraya melirik pada suaminya itu.

__ADS_1


Juno terlihat menghentikan makannya dan meletakkan garpunya.


"Aku sudah selesai, aku tunggu di bawah" balas Juno seraya meninggalkan Berlian yg masih duduk menunggu jawabannya.


"Jawab kek, malah pergi gitu aja" ketus Berlian pada punggung suaminya itu.


***


"Siapkan mobil saya mau pergi"Ucap Juno pada pak Yan.


"Baik Tuan" balasnya seraya bergegas menyiapkan mobil untuk Juno.


Tak berapa lama Berlianpun turun dan menghampiri Juno dan Martha di ruang tengah.


"Kalian mau kemana?" tanya Martha yg heran melihat adik dan iparnya itu.


"Mau ke kampus" balas Berlian.


"Kalian?" tanyanya seraya menunjuk Berlian dan Juno bergantian.


Berlian hanya membalasnya dengan anggukan.


"Orang yg gila kerja seperti kamu absen ke kantor hanya untuk antar istri ke kampus?" Heran Martha seraya tersenyum menggoda Juno.


"Apa ini semacam kencan atau pengganti bulan madu gitu?" lanjutnya masih menggoda adiknya itu.


Juno hanya terlihat enggan menanggapi godaan Martha dan memilih untuk meninggalkan Martha yg masih tersenyum lebar, sedangkan Berlian sudah terlihat salah tingkah dan pipinya yg merah merona mendengar ucapan Martha.


Kencan, apa ini bisa di bilang kencan? ini pertama kalinya aku dan Juno akan pergi berdua. Batinnya.


"Kok melamun? tuh Juno uda di depan, sana ntar tanduknya keluar kalau kelamaan nunggu" ucap Martha pada Berlian yg terlihat mematung di tempat berdirinya.


"Eeh iya Tha, aku berangkat dulu ya" balas Berlian. Iapun segera berlari menemui Juno.


"Hati2, kalau bisa pulangnya bawa ponakan, hahaha" Teriak Martha menggoda adik dan iparnya itu.


"Nona Martha ada2 saja, merekakan hanya mau kekampus bagaimana mungkin pulang2 bawa ponakan" Sahut bu Mega pada majikannya itu.


***


"Kita mau kemana tuan?" tanya pak Yan pada tuannya itu.


"Tidak perlu pak, anda boleh beristerahat hari ini, karena saya akan mengantar istri saya sendiri" Jelas Juno.


"Emm baik Tuan" balas Pak Yan seraya membukakan pintu mobil untuk Juno.


Sedangkan Berlian yg mendengar perkataan Juno menjadi tambah salah tingkah dibuatnya.


Istri? ini pertama kalinya aku mendengarnya mengatakan aku adalah istrinya. batinnya.


Tuuut tuuut tuuut...


Suara klakson terdengar membuyarkan pikiran2 Berlian. Terlihat Juno menurunkan kaca mobilnya.


"Berapa lama lagi kamu mau berdiri disitu, mau aku gendong masuk ke mobil?" ucap Juno dari dalam mobil.


"Eeh iya, maaf" Buru2 Berlian masuk kemobil dan duduk di samping Juno.


Mobilpun melaju meninggalkan rumah Juno.


***


Juno memarkirkan mobilnya di halaman kampus Berlian.


"Tunggu disini" Ucapnya dan dengan cepat Juno turun dan membukakan pintu mobil untuk Berlian. Berlian semakin kaget dengan tingkah Juno hari ini, namun Ia tetap mengikut dan turun dari mobil.


"Terima kasih" ucapnya.


Sontak beberapa pasang mata terlihat menatap mereka dan seperti sedang bergosip tentang mereka.

__ADS_1


"Aku akan menyetor tugasku, kamu tunggu aja di mobil. Kalau aku sudah selesai aku akan segera keluar" ucap Berlian mencegah Juno untuk ikut masuk.


"Aku ingin memastikan kamu sampai di dalam dengan selamat" balas Juno santai.


"Hah, apa itu tidak Berlebihan, ini sudah di kampus apa yg akan terjadi padaku?" balas Berlian tidak terima.


"Siapa yg tahu apa yg akan terjadi, lihat saja orang2 itu melihat kamu dengan penuh kagum, aku tidak habis pikir mengapa mereka masih berani menatap wanita yg sudah bersuami" balas Juno terlihat kesal.


Apa, apa yg dia katakan barusan, apa dia sedang cemburu? batin Berlian kaget.


Apa dia tidak sadar orang2 itu bukan melihatku tapi dialah yg menjadi pusat perhatian mereka. batinnya lagi.


Bernar saja, terlihat dengan jelas beberapa pasang mata yg sedang melihat ke arah mereka menatap kagum pada Juno, terutama para gadis2 yg ada berada di tempat itu, terlihat jelas sedang terpesona pada Juno.


Berlianpun berjalan menyusuri koridor kampus menuju ruang dosen untuk menyetorkan tugasnya, dan diikuti oleh Juno yg berjalan tepat disampingnya.


"Itukan Tuan Juno, pemilik kampus ini sekaligus direktur Baroto Group" ucap salah seorang mahasiswa yg berhasil menyambar kuping Berlian.


"Iya benar itu Tuan Juno yg terkenal kaya itu. Waaaah dia tampan sekali. Tapi kenapa dia bisa bersama Berlian?" ucap salah seorangnya lagi.


"Benar, aku hanya pernah melihatnya di televisi dan beberapa majalah ternyata dia terlihat lebih tampan saat dilihat secara langsung. Tapi apa hubungannya dengan Berlian ya?" gosip2 mereka silih berganti menyambar telinga Berlian.


Tu kan mereka mulai bergosip . Hmm malah mengagumi suamiku, bikin kesal aja. Dan dia, apa dia tidak sadar kalau dia adalah pusat perhatian saat ini malah mencemaskan aku. batin Berlian sedikit kesal.


Tiba2 Juno menghentikan langkahnya, dan menarik tangan Berlian. Sontak Berlian kaget dan menatap kearah Juno.


"Ada apa?" bisiknya.


"Kenapa kalian terus menatap ke arah istriku, apa kalian sedang mengagumi istriku?" ucapnya dengan lantang seraya menggenggam tangan Berlian dan meletakkannya didadanya.


Berlian membulatkan matanya kaget mendengar ucapan suaminya itu.


"Ku peringatkan pada kalian, jangan berani2 melirik apalagi mengagumi istriku kalau kalian tidak ingin mendapat masalah, apa kalian mengerti?" lanjutnya.


Kenapa dia mengucapkan kalimat itu, siapa juga yg mau melirik dan mengagumi istrinya yg butek ini, hei tuan mereka mengagumimu bukan mengagumiku. batin Berlian merasa malu.


"Hah jadi Berlian adalah istri Tuan Juno, wah beruntung sekali Berlian" terdengar salah seorang mahasiswa bersuara, dan banyak suara2 lainnya.


"Katanya Berlian memang menikah dengan pria kaya, tidak di sangka ternyata suaminya adalah Tuan Juno. Aaaaah aku iri sekali" ucap yg lainnya.


"Kenapa kalian malah bergosip, apa kalian tidak mendengarku?" ucap Juno terlihat kesal dan dengan tatapan dinginnya.


"Kami mendengar anda tuan, kami tidak akan menganggu Berlian" balas mahasiswa2 yg ada di tempat itu dan menatap kagum pada Berlian.


"Berhenti menatap kagum pada istriku" ketusnya lagi dengan tatapan membunuh.


Sontak mereka memalingkan pandangan mereka dari Berlian dan menunduk.


Melihat kejadian itu Berlian merasa sangat canggung.


"Udah ah, kita masuk yuk, mereka gak liatin aku kok mereka justru liatin kamu" ucap Berlian seraya menarik tangan Juno.


"Jelas2 mereka melihat ke arahmu" bantah Juno.


"Mereka melihat kearahmu tuan" balas Berlian tidak mau kalah.


"Tidak. Mereka melihat kearahmu" bantah Juno pula juga tak mau kalah.


"Baiklah mereka melihat kearahku, puas" kesal Berlian


Tapi itu *karena kamu sedang berdiri disamping*ku. lanjutnya membatin.


"Puas apanya, aku justru ingin menghukum mereka yg berani menatapmu" balas Juno kesal.


"Biarkan mereka menatapku tapi aku hanya menatapmu" balas Berlian Akhirnya tanpa sadar dengan ucapannya sendiri seraya terus berjalan.


Junopun tersenyum mendengar ucapan Berlian dan mengikuti langkah kaki istrinya itu. Setelah selesai mengumpulkan tugas pada dosennya serta beberapa drama yg terjadi di kampus, akhirnya merekapun meninggalkan kampus dengan mobil yg dikemudikan oleh Juno.


BERSAMBUNG......

__ADS_1


Halo teman2,maaf ya baru sempat Up. Semoga kalian masih berkenan membaca. Happy reading dan sehat selalu untuk kalian😊😘


__ADS_2