
Satu minggu telah berlalu setelah pertemuan terakhir Berlian dengan Radit di kampus, mengenai permintaan Berlian atas pencabutan tuntutan kepada Mutiara. Akhirnya di setujui oleh Radit dan Juliana.
Hari itu Mutiara diminta untuk datang ke rumah Radit, sebelum resmi mencabut tuntutannya, ada hal yg harus disepakati bersama Mutiara dan ibunya yakni Sekar.
Meski enggan menemui Juliana di rumahnya, Mutiarapun tetap melakukannya demi terbebas dari tuntutan.
Mutiara dan Sekar, memasuki Rumah Radit di antar oleh pelayan rumah, terlihat Juliana, Radit dan Berlian sedang duduk di sofa ruang tamu. Radit memang sengaja meminta Berlian untuk ikut hadir pada kesepakatan yg akan di buat kali ini.
Mutiara dan Sekar pun kaget saat melihat keberadaan Berlian di tempat itu.
Kenapa gadis bodoh ini harus berada disini juga, apa dia ingin melihat kami di permalukan? huh lihat saja nanti akan kuhabisi kau"Batin Sekar.
Radit: "Sudah datang rupanya, silahkan duduk" Ucap Radit pada Mutiara dan Sekar santai.
Mutiara dan Sekar: " Terima kasih" Balas mereka serentak seraya duduk.
"Jadi ini kakaknya Juliana, ganteng juga sayangnya nyebelin" Batin Mutiara.
Radit: " Langsung saja ya. Atas permintaan Berlian, aku akan mencabut tuntutan padamu atas tindakanmu pada Juliana beberapa waktu lalu" Ucap Radit.
Mutiara: " Ah benarkah? terima kasih" Ucap Mutiara dengan senang.
Radit:" Jangan senang dulu" Ucap Radit seraya menyodorkan sebuah kertas pada Mutiara.
Mutiara: "Apa ini?"
Radit:" Itu adalah perjanjian yg harus kau sepakati sebelum tuntutan atasmu benar2 aku cabut" Jelas Radit.
Mutiarapun mengambil kertas itu lalu membacanya. Iapun membulatkan matanya dan menatap pada Berlian, dengan tatapan marah saat membaca salah satu poin yg tertera pada surat itu.
Pada poin itu ditegaskan bahwa Mutiara dan Ibunya tidak boleh mengusik kehidupan Berlian, dalam bentuk apapun yg akan merugikan Berlian. Selain itu yg terpenting adalah, Mereka juga harus bersedia meninggalkan rumah milik orang tua Berlian dan mengembalikannya pada Berlian.
Mutiara:" Mah " Ucap Mutiara seraya menyodorkan kertas itu pada Sekar. Sekarpun membacanya dengan penuh amarah yg memuncak di kepalanya.
__ADS_1
Sekar: " Apa-apaan ini, mengapa kami harus meninggalkan rumah itu? Rumah itu adalah milik mas Hendra sedangkan aku adalah istrinya, aku punya hak terhadap rumah itu" Ucap Sekar dengan penuh kemarahan.
Radit:" Oh ya, dari informasi yg aku dapatkan rumah itu adalah rumah yg dibangun oleh kedua orang tua Berlian, jauh sebelum kau muncul di rumah itu. Pernikahan jebakan yg kau buat pada pak Hendra harusnya tidak menjadi jaminan, bahwa rumah itu akan menjadi milikmu" Jelas Radit.
Sekar: " Omong kosong, tahu apa kau tentang keluargaku" Bentak Sekar murka.
Radit: " Belum banyak yg aku tahu, tapi ku pastikan akan mencari tahu lebih banyak lagi. Termasuk tentang kecelakaan yg menimpa pak Hendra beberapa tahun lalu" Jelas Radit.
Sekar membulatkan matanya, Ia mulai panik dengan pernyataan Radit. Bagaimana tidak, jika Radit benar mampu mengorek kejadian itu maka tamatlah riwayatnya.
Radit: " Kau juga harus ingat tujuanmu kesini nyonya. Maka pilihanmu hanya dua, segera tanda tangani surat perjanjian ini atau biarkan putrimu ini mendekam di penjara.
Mutiara: " Mah, aku engak mau masuk penjara. Kembalikan saja rumah itu, mamahkan bisa minta rumah baru sama pacar mamah" Rengek Mutiara.
Sekar:" Tutup mulutmu, ini semua terjadi karena kecerobohanmu" Bentak Sekar pada putrinya.
Radit:" Sudah diskusinya? segera putuskan"
Sekar berlutut di kaki Berlian sambil memohon.
Sekar: " Berlian, kau adalah putrikukan. Meski kau bukan darah dagingku tapi aku tetaplah ibumu juga. Apa kau tega membiarkan mamah dan saudaramu Ara hidup di jalanan?" Mohon Sekar pada Berlian.
Melihat tindakan Sekar, Berlianpun kaget dan merasa tidak nyaman dengan Sekar yg berlutu di kakinya. Sedangkan Mutiara yg juga kaget melihat tindakan ibunya, menatap Berlian dengan tatapan benci.
Juliana: "Huh munafi* sekali, hanya mengaku sebagai keluarga saat ada maunya. Mana ada ibu yg tega menjual anaknya pada om2, dasar" Ketus Juliana kesal.
Mendengar ucapan Juliana Sekar mengepalkan tangannya kesal, namun berusaha Ia tahan agar tidak terlihat oleh mereka.
Berlian:" Mamah Sekar jgn begini, tidak pantas berlutu di kakiku. Ayo bangun" Ucap Berlian dan membantu Sekar untuk kembali duduk di sofa.
Sekar:" Jadi kau tetap akan mengusir mamah dan Ara dari rumahmu, apa kau tega?" Ucap Sekar dengan sedih yg dibuat2.
Berlian menatap kearah Juliana dan Radit, Kemudian di balas mereka dengan tatapan mengisyaratkan bahwa keputusan ada pada Berlian.
__ADS_1
Berlian:" Baiklah, mamah dan Ara tidak harus meninggalkan rumah itu, kalian tetap boleh tinggal dirumah itu" Putus Berlian.
Sekar: " Benarkah, Terimaksih sayang" Ucap sekar seraya memeluk Berlian. Mendapat perlakuan demikian dari Sekar, Berlianpun merasa tidak nyaman dan melepaskan pelukan Sekar padanya.
Berlian:" Tapi aku punya syarat, dan mamah serta Ara harus mematuhinya"
Mutiara:" Syarat?" ucap Mutiara dengan nada kesal.
Sekar: " Syarat apapun katakan saja, mamah akan memenuhinya" Ucap Sekar.
Berlian:" Jangan pernah membawa laki2 kedalam rumah lagi, apalagi membawanya masuk kedalam kamar. Selain itu, jika suatu saat mamah Sekar atau Mutiara menikah maka kalian harus meninggalkan rumah itu" Jelas Berlian.
Sekar dan Mutiara membulatlan matanya dan saling beradu pandang.
Dasar gadis jala*g, bisa2nya Ia mengajukan syarat itu padaku. Awas saja kau yah. Batin Sekar
akkh..Tapi aku tidak ada pilihan lain, meski aku memiliki kekasih tapi si tua bangka itu belum mau membelikanku rumah. Aku harus menyetujui syarat itu dulu, kedepannya baru aku pikirkan cara membalas gadis jala*g ini. Batin Sekar kemudian.
Sekar:" Baiklah, mamah tidak masalah dengan hal itu, bukan begitu Ara?" ucap Sekar lalu menoleh pada Mutiara untuk mendapat persetujuan.
Mutiara:" Hmmm" Balas Mutiara hanya dengan tersenyum yg dipaksa.
Radit: " Ok baiklah, Aku rasa kita sudah mendapatkan kesepakatan. Tapi Ingat, jangan coba2 untuk mengingkari janji kalian terutama untuk tidak mengusik Berlian. Jika sampai hal itu terjadi aku tidak akan melepaskan kalian" Tegas Radit.
Sekar:" Iya kami mengerti"
Sekar dan Mutiarapun telah meninggalkan rumah Radit. Kini Raditpun menghantarkan Berlian untuk kembali ke kostnya dan membereskan barang2 milik Berlian, karena Berlian akan kembali tinggal di rumah milik orang tuanya. Ini semua berkat bantuan Radit.
Berlian:" Terima kasih ka" Ucap Berlian disela2 perjalanan mereka menuju rumah Berlian.
Radit:" Sama2, tidak perlu sungkan ok!" Balas Radit seraya tersenyum hangat pada Berlian.
Bersambung......
__ADS_1