Berlian

Berlian
Apakah Aku Jatuh Cinta?


__ADS_3

Berlian POV


Hari ini aku sedang bersantai di kamar kostku. Tiba2 ponselku berbunyi menandakan satu pesan masuk disana. Dengan malas aku membukanya dan membaca isi pesan itu.


"Hai, sedang apa?" Pesan yg dikirim oleh seseorang yg tidak ku ketahui siapa pengirimnya. Namun entah mengapa aku mengharapkan seseorang disana. Akupun segera membalas pesan itu.


Berlian : Nyantai aja, maaf ini siapa ya?" Balas ku ingin memastikan.


Aku menanti balasan orang itu, aku benar2 mengharapkan seseorang disana. Tak butuh waktu lama, akhirnya pesankupun di balas oleh orang itu.


Radit: Ini ka Radit. ka Radit ambil nomer kamu dari Juliana, maaf ya uda lancang"


Balasan orang itu berhasil membuatku jingkrak2 senang di atas kasurku. Aku hilang kendali saat menerima pesan dari seseorang yg memang sedang aku harapkan.


Entah apa yg terjadi padaku. Sepertinya ini pertama kalinya aku merasakan hal ini. Tapi saat pertama kali mendengar Ana bercerita tentang kakaknya itu, aku sudah merasa tertarik mendengarnya.


Sampai Ana mengatakan kalau kakaknya Radit yg telah menemukan kost untukku, dan membayar sewa kost ku selama dua bulan, aku jadi merasa ingin bertemu dengannya hanya untuk berterima kasih.

__ADS_1


Tetapi setelah kehadirannya di kostku malam itu, aku menjadi semakin senang jika mendengar tentangnya. Sampai saat Ana, sahabatku mengatakan jika kakaknya itu telah meminta nomer telponku. Akupun menjadi semakin senang di buatnya. Entahlah, akupun tidak mengerti dengan perasaanku sendiri.


Cukup lama aku mendiamkan pesan dari ka Radit, sampai akhirnya akupun membalasnya pesannya kembali.


Berlian : Oh ka Radit, maaf ka Ian gak tau. Iya gak papa2, Ana uda bilang kok kalau ka Radit uda ngambil nomer Ian, tapi Ian gak tau kalau ini nomer ka Radit. Maaf ya😊"


Pesan balasanku pada ka Radit. Entah kenapa aku jadi sangat bersemangat dibuatnya. Tak berapa lama Ia kembali membalas pesanku.


Radit: Iya gak papa2 gak perlu minta maaf. Kamu gak salah ka Raditlah yg salah😌"


Pesan balasan dari ka Radit kembali berhasil membuatku senyum2 sendiri. Entahlah, aku jadi merasa sangat gemas pada emot yg Ia gunakan. Aku seolah membayangkan jika itu adalah ekapresi dari wajahnya. Seketika akupun kembali berguling2 di kasurku.


Berlian: Lah ka Radit salah apa? Ka Raditkan gak salah juga. Btw Ian senang ka Radit ngechat😊"


Satu pesan yg ku kirim itu berhasil membuatku jadi salah tingkah sendiri. Bagaimana tidak, aku sudah berani terang2an mengungkapkan kesenanganku menerima pesan dari ka Radit.


Namun setelah berapa lama aku menunggu, ka Radit tidak juga membalas pesanku. Aku jadi merasa malu sendiri, mungkin saja ka Radit jadi tidak senang dengan balasan ku. Aku juga takut kalau aku hanya sedang kegeeran menerima pesan dari ka Radit.

__ADS_1


"Aaakh ada apa dengan ku?" Batin ku gusar.


Aku terus menatap layar ponselku. Pesanku tak juga di balas, bahkan aku sudah menunggu hampir satu jam. Aku sempat mengetik satu pesan.


Berlian: "Maaf ya ka Radit kalau Ian uda lancang, Ian gak maksud kok"


Tapi aku sendiri tidak tau ingin mengirim apa dalam pesanku, ku hapus kembali pesan itu dan membuang ponsel ku kesembarang arah di atas kasur.


"Kenapa aku jadi seperti ini, perasaan apa ini kenapa senang, cemas, dan malu menghampiri hatiku bersamaan?" Batinku.


Hampir saja aku tertidur, namun aku kembali di kejutkan oleh deringan ponselku. Segera ku sambar ponselku untuk melihat siapa yg sedang menelponku. Mataku terbelalak melihat nama siapa yg sedang tertera di ponselku. " Ka Radit" Nama itulah yg terpampang di sana. Jantungku berdegup kencang saat itu. Entah mengapa aku jadi sangat grogi. Namun dengan perasaan senang, ku jawab panggilan itu.


Kami banyak mengobrol malam itu. Entah berapa lama kami berbincang melalu panggilan telpon. Ia sempat menanyakan tentang keseharianku dan memceritakan tentang kesehariannya. Kami juga sempat bertukar cerita tentang masa lalu kami.


Aku sempat mendengarnya membahas tentang seorang perempuan, yg aku sendirilah yg sudah menanyakannya, tapi entah mengapa ada perasaan ngilu dalam hatiku mendengar cerita tentang wanita itu. Entahlah aku sendiri tidak mengerti dengan diriku saat ini.


Sampai akhirnya, kami memutuskan untuk mengakhiri telpon dan penbicaraan kami malam itu. Aku menutup ponsel ku dengan hati yg terus bergetar dan senyum yg terus mengembang..

__ADS_1


"Ada apa denganku, apa aku jatuh cinta. Apa aku jatuh cinta untuk pertama kalinya?" Batinku.


Bersambung.....


__ADS_2