Berlian

Berlian
Meninggalkan Rumah


__ADS_3

Sudah satu minggu setelah kejadian dimana Sekar ingin menjual Berlian. Setelah kejadian itu Sekar tak lagi pernah mengganggu Berlian. Berlianpun merasa aneh dengan sikap Sekar padanya.


" Kenapa mama Sekar jadi baik gini ya, gak pernah lagi marah atau menghukumku? Tapi apa aku benar2 sudah aman sekarang? atau aku kembali pada situasi tenang sebelum badai?"


Batin Berlian terus bertanya2. Sungguh Ia masih sangat takut jika sewaktu2 Sekar kembali membawa om2 mesum ke rumahnya.


"Tidak mungkinkan tiba2 mama Sekar berubah, mungkin dia hanya sedang menenangkanku"


"Tapi mungkin saja kan, semua orang bisa berubah"


"Akh, tapi apa mungkin secepat itu mama Sekar akan berubah? Sepertinya mustahil, buktinya saja mama Sekar masih melihatku dengan tatapan membunuhnya itukan"


"Aku yakin mama Sekar belum berubah"


"Mungkin aku tidak akan seberuntung kamarin jika mama Sekar kembali membawa tamu om2 ke sini kan. Sepertinya kata om kemarin benar aku harus mencari tempat yg aman"


Perdebatan dalan batin Berlian terus terjadi, hingga Iapun memutuskan untuk mengambil langkah aman. Ia harus meninggalkan rumah itu.


Sore itu tepatnya pukul 18.45, di rapikannya semua baju2nya ke dalam tas yg berukuran sedang. Tak banyak barang yg Ia bawa hanya seperlunya saja. Tak lupa Ia memasukkan beberapa foto Ibu dan Ayahnya, Serta buku2nya yg akan Ia perlukan. Ia juga membawa semua barang2 kebutuhan kuliahnya.

__ADS_1


Setelah semua Ia rapikan, Ia merebahkan dirinya di atas pembaringannya. Menatap langit2 kamarnya. Seperti ada kesedihan yg terlihat di wajah cantik itu.


"Ayah Ibu, maafkan Berlian karena tidak bisa menjaga rumah peninggalan ayah dan ibu. Berlian akan meninggalkan rumah ini demi berlindung dari kejahatan mama Sekar. Maafkan Berlian karena menyerah mempertahankan rumah ini. Ayah dan ibu tidak marahkan sama Berlian, Ayah dan ibu mengertikan sama situasi yg berlian hadapi? Berlian hanya ingin melindungi diri Berlian"


Batinnya dan tak terasa Iapun mulai menangis, lumayan lama Ia menangis hingga akhirnya Iapun lelap dalam tidurnya.


Berlian kembali membuka matanya dilihatnya jam pada layar ponselnya menunjukkan pukul 22.15.


"Hah uda jam segini, apa aku perginya sekarang apa besok aja ya" Gumamnya.


Namun Setelah beberapa saat Ia terdiam, serta mengumpulkan nyawa sehabis bangun tidur. Akhirnya Berlian memutuskan untuk pergi malam itu juga.


"Seperti Mama Sekar belum pulang. Sepertinya Mutiarapun belum pulang" Gumamnya.


Dengan cepat Berlian melangkahkan kakinya meninggalkan rumah itu tanpa pernah berbalik. Namun sesampainya di depan Gerbang rumahnya, Iapun akhirnya membalikkan tubuhnya menghadap rumah itu.


Di tatapnya rumah itu dengan penuh kesedihan.


"Sungguh rumah ini adalah satu2nya kenangan terindah yg ku miliki bersama ayah dan ibu. Dimana aku menjadi putri yg sangat beruntung memiliki orang tua yg baik dan sangat menyayangiku, sampai akhirnya satu persatu kebahagiaan itu mulai pergi dariku" Lirih Batinnya.

__ADS_1


Tak bisa Ia bendung air matanyapun lolos membasahi pipi mulusnya.


"Selamat tinggal rumah kesayanganku. Rumah yg dulunya bak syurga kini telah menjadi neraka bagiku. Aku berjanji akan merebut hakku kembali suatu hari nanti" Berlian


Di sekanya air mata yg masih menggumpal di pelupuk matanya.


"Kau bisa Berlian kau pasti bisa. Kau adalah putri Ayah dan Ibu yg sangat hebat bukan" Gumamnya dengan tangan yg di kepalkan ke udara seolah memberi semangat pada dirinya. Iapun melangkahkan kakinya meninggalkan rumah itu.


Belum sempat Ia meninggalkan posisinya, terlihat sebuah mobil datang menghampiri rumah itu dan masuk ke halaman rumahnya. Buru2 Ia mengambil langkah untuk bersembunyi.


Dilihatnya Sekar yg keluar dari mobil itu bersama seorang pria tua, terlihat mereka sempat melakukan adegan berci*uman mesra bahkan penuh nafsu. Merekapun memasuki rumah dengan bergandengan tangan.


"Uuuulllwwuueek" Jijik Berlian melihat adegan yg di tontonyanya barusan.


"Kenapa juga aku harus melihatnya kan aku bisa menutup mata tadi" Berlian


Berlianpun kembali melangkahkan kakinya meninggalkan rumah itu menembus kegelapan malam.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2