Berlian

Berlian
Menghilangnya Mentari


__ADS_3

Hampir satu bulan sudah, sejak Mentari terakhir kali datang ke kost Berlian dan menemuinya. Setelah hari itu, Mentari tidak pernah lagi memperlihatkan batang hidungnya.


Sudah beberapa kali Berlian mencarinya ke panti asuhan, tetapi kata ibu panti Mentari belum kembali. Sedangkan saat Berlian menghubungi nomor telponnyapun, nomornya sedang tidak aktif.


Hari itu, sebelum menuju konveksi. Berlian kembali berkunjung ke panti. Berharap ka Mentari yg Ia rindukan itu sudah ada di panti.


" Buk, ka Mentari uda pulang belum?" Tanya Berlian pada salah satu pengurus panti, yg sedang duduk santai di halaman panti siang itu.


"Belum nak, nak Mentari belum pulang" Jawab pengurus panti itu.


"Gitu ya buk" Ucap Berlian seraya memandang ke dalam panti.


"Tapi apa ka Mentari pernah kasi kabar kesini" Tanya Berlian kemudian.


"Gak pernah" Jawab pengurus panti singkat.


"Oh yaudah buk, makasih" Berlian pun pamit dan langsung meninggalkan panti asuhan.


"Kemana ya ka Tari, uda sebulan menghilang? pas mau pergi bilangnya cuman beberapa hari. hmm aku jadi khawatir" Gumam Berlian saat melangkah meninggalkan panti.


*Kantor Herjuno


Tok Tok Tok


Suara ketukan Radit seraya memasuki ruang kerja Juno, tanpa izin terlebih dulu dari empunya ruangan. Setibanya di ruangan Juno, Radit memilih untuk duduk di sofa yg ada di ruangan Juno.

__ADS_1


"Ternyata Tari enggak ke B*li, dia justru ke kota Maka*sar" Jelas Radit tanpa basa basi setelah duduk di sofa.


"Maka*sar, Ngapain dia kesana, apa dia sedang mengejar pria itu?" Tanya Juno Heran dan sedikit kesal.


Pria itu, adalah pria tampan asal kota Maka*sar. Pria yg dulu pernah dekat dengan Tari saat Juno menghilang begitu saja dari hidup Tari. Karena dia adalah satu2nya pria yg berhasil mendapat respon balik dari Tari saat itu, sehingga membuat Juno segera menyingkirkan pria itu, dan masih merasa kesal sampai hari ini jika mengingat kejadian itu.


"Huh ternyata dia sedang bermain2 denganku ya" Gumam Juno lalu menyenderkan punggungnya pada sandaran kursi kehormatannya.


"Sepertinya kau harus mendengar ini sebelum kesal padanya" Jelas Radit, saat melihat raut kesal Juno.


Juno memalingkan wajahnya melihat ke arah Radit dengan tatapan serius.


"Ada apa?" Tanya Juno


"Saat ini Tari sedang di rawat di salah satu RS di kota Maka*sar" Jelas Radit seraya menghela nafas dengan berat.


"Benar, dan informasi yg aku dapatkan, sepertinya keadaan Tari tidak begitu baik" Jelas Radit.


Juno membelalakkan matanya. Segera Ia memencet satu tombol di atas meja kerjanya, tak berapa lama sekretarisnya pun masuk.


Tok Tok Tok


"Iya pak, ada apa" Tanya Risa Sekretaris Juno, saat memasuki ruangan Juno.


"Batalkan semua pertemuan saya untuk satu minggu kedepan" Jelas Juno dengan tegas.

__ADS_1


Risa membelalakkan matanya kaget. Namun seketeki Iapun mengiyakan.


"Baik pak" Jawab Risa seraya tunduk hormat, dan segera keluar dari ruangan Juno.


"Kenapa lagi ini, mana lusa akan ada pertemuan dengan relasi penting dari luar negeri lagi" Risa


"Dit, urus semuanya. Kita akan ke kota Maka*sar siang ini juga" Jelas Juno dengan wajah yg tidak bisa di artikan.


"Baik Bos" Jawab Radit dan langsung keluar dari ruangan Juno.


Saat keluar dari ruangan Juno. Radit menghampiri meja Risa, sekretaris Juno.


" Atur ulang jadwal pertemuan pak Juno yg tertunda. Jgn sampai ada masalah" Jelas Radit pada Risa dan langsung berbalik ke ruangannya, tanpa menunggu jawaban balik dari Risa.


Radit sangat mengerti Juno, Di situasi yg seperti saat ini dimana suasana hatinya sangat tidak baik, maka otaknya yg katanya cerdas itupun tidak bisa Ia fungsikan dengan baik.


Raditpun menuju ke ruangannya. Untuk banyak hal, Juno memanglah sangat mengandalkan Radit. Selain Juno sangat percaya dengan Radit. Radit juga memang selalu melaksanakan tugasnya dengan baik.


" emm, baik pak" balas Risa pada punggung Radit yg sudah meninggalkannya.


"Huh hampir aja aku batalkan, susah lagi kan minta pertemuan ulang kalau uda di batalin. lagian kenapa lagi si tu pak Juno?" Batin Risa kepo.


Tanpa membutuhkan waktu yg lama untuk di urus. Raditpun menyelesaikan semua keperluan Juno untuk ke kota Maka*sar.


Siang itu juga, mereka berangkat menuju kota Maka*sar dengan menggunakan pesawat pribadi milik perusahaan Juno.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2