Berlian

Berlian
Sahabat Selalu Melindungi


__ADS_3

Berlian bangkit dari duduknya setelah menyelesaikan sarapannya, bergegas Ia berangkat agar tidak ketinggalan bis untuk ke kampus.


"Tha aku berangkat dulu ya" sahutnya pada Martha yg masih di kiranya adik iparnya.


"Ok hati2" Balas Martha yg masih duduk di depan meja makan. Meski berbadan kecil tapi Martha adalah orang yg memiliki nafsu makan yg sangat baik.


"Pagi nona" ucap pak Yan seraya membukakan pintu mobil untuk Berlian.


"Pagi pak, em saya mau di antar ya pak?" tanyanya ragu2.


"Betul nona, tuan meminta saya menghantar nona kekampus, silahkan nona" jelas pak Yan kembali mempersilahkan nona mudanya masuk ke mobil.


"Terima kasih pak" sahutnya lalu memasuki mobil.


"Sama2 nona" balas pak Yan.


Mobilpun melaju meninggalkan halaman rumah Juno menuju kampus. Ada rasa senang di hati Berlian, meski suaminya itu tidak mencintainya tetapi Ia tetap memperlakukan dirinya dengan baik.


*Kampus


Berlian tiba dikampus, dengan cepat pak Yan membukakan pintu mobilnya. Berlian pun turun dan tidak lupa mengucapkan terima kasih pada supirnya itu.


"Silahkan kabari saya jika nona sudah akan pulang" sahut pak Yan.


"oh baiklah pak" balasnya lalu segera memasuki kampus.


Berlian tiba2 tersadar jika dirinya menjadi pusat perhatian orang2 saat itu. Semua mata mahasiswa yg ada di sana tertuju padanya. Tatapan2 tidak suka dan jijik dari para mahasiswa itu membuat Berlian jadi merasa tidak enak hati.


Ada apa dengan orang2 ini, kenapa melihatku seperti itu? batinnya.


"Wah orang kaya baru sudah datang nih" Sahut salah seorang mahasiswa pada Berlian.


"Dianterinnya pake mobil loh" sahut mahasiswa lainnya.


"Tapi kok bajunya gitu2 aja ya" sahut lainnya


"Gitulah kalau hasil rampasan, mana bisa menikmati seutuhnya"


Hingga cercaan2 lainnya yg didengar oleh Berlian, membuat dirinya tak tahan dan tak mengerti mengapa mereka menggunjingnya.


"Kenapa kalian ngomong gitu, emang aku ada salah apa sama kalian?" tanyanya pada mahasiswa2 yg sedang membicarakannya.


"Enggak ada yg salah sih, semua orang juga mau menikah dengan laki2 kaya. Tetapi tidak dengan menghianati saudaranya sendiri, apalagi sampai meninggalkan laki2 yg selama ini bersamanya karena tidak lebih kaya dari laki2 incarannya" jelas salah seorang mahasiswa

__ADS_1


"Iya jahat sekali, yg keliatannya polos dan baik ternyata hatinya busuk" jelas lainnya.


"Kata siapa aku menghianati saudaraku untuk menikahi laki2 kaya?" Tanyanya semakin heran.


Darimana asalnya gosip yg beredar ini, gosip yg sama saja telah memfitnahnya dan menjatuhkan nama baiknya. Dia memang menikahi Juno tunangan Tari kakak angkatnya, tetapi bukan karena Ia menghianatinya tetapi karena permintaan dari mendiang kakaknya sendiri.


"Kita selama ini selalu kagum sama kamu Ian, kamu anaknya pintar dan baik. Tapi kok sekarang kamu jadi jahat ya?" seorang mahasiswa kembali bersuara.


Celaan demi celaan terus menghantam Berlian, hingga Ia tak mampu untuk membela dirinya, Ia sendiri tak tahu bagaimana untuk menjelaskan hal yg sebenarnya terjadi. Namun yg membuat hatinya sedih, bagaimana gosip ini bisa menyebar di kampus.


Sedangkan di sudut kampus seseorang Menatap dengan puas. Gosip yg Ia sebar untuk menjatuhkan Berlian ternyata berhasil. Mutiara tersenyum penuh kemenangan. Ia telah melupakan janjinya pada Radit untuk tidak mengusik Berlian.


"Dulu hanya Juliana pendukungmu dikampus ini, sekarang Juliana pasti tidak akan membelamu lagi, toh kau sudah menghianati kakaknya" Gumam Mutiara kemudian tertawa dengan puas. Tiba2 seseorang menabraknya dari belakang.


"Aww. Hati2 dong kalau jalan" Teriak Mutiara pada orang yg telah menabraknya.


"Hmm hati2, kenapa kau sendiri tidak hati2 dengan mulut busukmu itu?" balas Juliana


Mutiara membelalakkan matanya melihat orang yg telah menabraknya adalah Juliana.


"Q pastikan kau akan membayar hal ini" ketus Juliana seraya meninggalkan Mutiara.


Juliana menghampiri Berlian yg mematung di tengah2 orang yg sedang mencacinya.


"Kenapa hanya berdiri disini, kamu bukan orang yg sudah melakukan kesalahan kenapa jadi terpuruk begini?" ucapan Juliana mengagetkan Berlian.


"Bukan waktunya untuk menjelaskan itu, tapi sekarang waktunya untuk menjelaskan pada orang2 bodoh ini kalau lain kali jika mendengar sebuah gosip jgn langsung di telan mentah2 tanpa mengetahui hal yg sebenarnya" jelas Juliana dengan suara yg sengaja di keraskan untuk membuat orang2 yg berada disitu dapat mendengarnya.


"Gosip apa? Mutiara sendiri yg bilang kalau berlian mencuri kekasih kakaknya sendiri lalu menikahi pria itu, dia bahkan menghianati kekasihnya sendiri" jelas mahasiswa yg sudah terpengaruh dengan gosip Mutiara.


"Kalian ada buktinya, kalau hanya mendengarnya saja itu hanya sebuah gosip yg tidak jelas" Balas Juliana.


"Padahal pacarnya Berlian kakakmu loh An, kok kamu masih membelanya sih?" ucap seorang mahasiswa lainnya.


"Berlian tidak pernah berpacaran dengan ka Radit, ka Radit hanya membantu Berlian karena selalu dijahatin sama Mutiara dan Ibunya" Jelas Juliana seraya meninggikan suaranya dengan sengaja.


"Dan mengenai Berlian yg telah menghianati kakaknya itu juga salah besar, Berlian memang menikah dengan mantan kekasih Mentari, tetapi Mentari telah meninggal dunia beberapa bulan yg lalu dan dia menitipkan pesan sebagai permintaan terakhirnya agar Berlian menikah dengan kekasihnya itu" jelas Juliana dengan semakin lantang.


"Ooooooh begitu" sahut mahasiswa2 itu kompak.


"Apa? jadi Mentari telah meninggal?" gumam Mutiara yg ikut mendengarkan ocehan Juliana.


"Jadi kita telah dibohongi oleh Mutiara, dia bilang Berlian menghianati kakaknya sendiri, ternyata begitu ceritanya" sahut seorang mahasiswa yg sejak tadi telah menggebu2 mencaci Berlian

__ADS_1


"Makanya lain kali kalau dengar gosip di saring dulu, cari tau dulu faktanya. Kalian ini mahasiswa yg berpendidikan, masa dengar gosip langsung di telan tanpa cari tahu fakta sebenarnya" Maki Juliana semakin kesal.


"Iya ini salah kami, maafkan kami Berlian" sahut seorang mahasiswa lagi, sehingga para mahasiswa lainnyapun ikut meminta maaf pada Berlian.


"Enggak apa kok cuman salah paham" balas Berlian.


Mahasiswa2 yg tadi berkerumunpun kini membubarkan diri, tinggallah Juliana dan Berlian berdua di parkiran kampus.


"An, makasih ya uda bantuin aku jelasin sama mereka" ucap Berlian, masih dengan perasaan bersalah pada Juliana.


Juliana menatap Berlian dengan tatapan yg seolah2 masih marah pada sahabatnya itu.


"Aaa Ana, maafin aku. Aku bingung harus jelasinnya gimana makanya aku gak cerita sama kamu" jelas Berlian sambil merengek.


" Aku sedih loh, hal sebesar ini kamu gak ceritain ke aku. Kalau bukan dari ka Radit aku gak akan tau semuanya" balas Juliana.


"Iya aku salah, aku takut kamu marah kalau tau aku akan menikah sama orang lain, apalagi selama ini kamu selalu mendukungku dengan ka Radit" jelas Berlian.


"Issh pikiranmu" kesal Juliana seraya mentoel2 kepala Berlian dengan lembut.


"Aku memang mendukungmu dengan ka Radit karena aku melihat kalau kalian saling suka, tapi kalau kamu berjodohnya sama orang lain kenapa aku harus marah" Jelas Juliana.


"Ka Radit juga gak suka sama aku kok" jelas Berlain


" Kata siapa?" Heran Juliana, dari mana Berlian menyimpulkan kalau kakaknya itu tidak suka pada Berlian, sedangkan dia bisa menyaksikan keterpurukan kakaknya itu menjelang pernikahan Berlian.


"Kata ka Radit, ka Radit gak bilang langsung sih. Tapi ka Radit sangat mendukung aku untuk menerima pernikahan itu. Jadi ku simpulkan kalau ka Radit itu gak ada rasa apa2 sama aku" Jelas Berlian.


Hah apa2an ini? Dasar ka Radit cemen, jadi dia gak akuin perasaannya sama Berlian. Batin Juliana.


Tapi kayaknya Berlian gak perlu tau perasaan ka Radit, toh Berlian uda nikah sama ka Juno. Nanti malah jadi canggung. Batinya kemudian.


"Sudahlah gak usah mikirin ka Radit yg payah itu, mendingan sekarang kamu pikirin gimana caranya buat ka Juno jatuh cinta sama kamu"


Hah buat Juno jatuh cinta sama aku, emang bisa? diakan cintanya sama ka Tari. batin Berlian.


"Kok diem aja, kamu uda nyusun strategi ya?" goda Juliana.


"Ih apa sih, enggaklah" balas Berlian.


Merekapun Berjalan bersama menyusuri koridor kampus sambil tertawa, melupakan kesalahpahaman yg sempat terjadi diantara mereka.


Sedangkan Mutiara menatap tidak senang, karena kembali gagal menjatuhkan Berlian.

__ADS_1


"Kalau hal ini sampai ke telinga Radit bisa mati aku" gumamnya Mulai panik.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2