Berlian

Berlian
Panti Asuhan


__ADS_3

Berlian berjalan memasuki gerbang kampusnya, tak terasa Ia sudah memasuki semester 4 saat ini. Ia mengambil jurusan fashion design, karena Ia memang sangat tertarik di bidang itu.


"IAAAN"


Teriak seseorang yg seketika membuat Berlian berbalik, dan melihat orang itu sedang berlari ke arahnya dan langsung memeluknya. Siapa lagi kalau bukan Juliana. Sahabatnya sejak SMA sampai kini kuliahpun mereka sering terlihat bersama, meski jurusan mereka berbeda. Karena Ana mengambil jurusan manajemen bisnis.


"Eeh Ana, bikin kaget aja" Ucap Berlian seraya mengusap2 dada2nya.


"hihi, biarin" Ana hanya terkekeh melihat reaksi Ian yg sedikit kaget.


" Kamu kok sendirian, mana Ara?" tanya Ana karena tidak melihat batang hidung Mutiara.


Juliana memang mengetahui hubungan antara Berlian dan Mutiara. Karena saat mereka masih duduk di bangku SMA, meski tidak begitu terlihat akur, Berlian dan Mutiara masih datang kesekolah bersama dengan naik kendaraan umum. Selain itu, Mutiara juga sesekali terlihat meminta uang pada Berlian. Tentu Berlian juga sudah banyak bercerita tentang Mutiara pada Juliana, sahabat baiknya itu.


"Hmm, sejak kuliahkan aku tidak pernah berangkat bersama Ara lagi, soalnya Ara sering di jemput sama pacarnya. Jadi aku naik bus sendirian deh" Jawab Berlian seraya memanyunkan bibirnya.


"Haha. Kasian banget sih sahabat ku yg jomblo berkarat ini. makanya cari pacar" ejek Ana pada Berlian seraya menarik2 bibir Berlian yg sedang di manyunkan.


Padahal dirinyapun jomblo berkarat.


"Enggak ah, aku tidak butuh pacar saat ini. Mending aku kuliah dengan baik biar cepat selesai, setelah itu aku akan menjadi desainer yg hebat dan akan membanggakan ibu"


Ucap Berlian penuh semangat dengan tangan yg di kepalkan ke udara.


"Nanti juga kalau sudah waktunya aku akan bertemu dengan pangeranku, aku tidak akan pacaran lagi tapi kami akan langsung menikah" lanjutnya masih dengan penuh semangat.


"Aamiiiiiiinnnnn"

__ADS_1


Ana mengaminkan ucapan sahabatnya itu.


" Cie yg uda mikirin nikah" lanjut Ana lalu di susul dengan tawa bersama.


Mereka pun berlalu dan menuju kelas masing2.


***


Saat pulang dari kampus. Berlian menyempatkan untuk mampir ke panti asuhan. Panti asuhan dimana ibunya dulu sedikit banyak telah menghabiskan waktu disana bersama anak2.


Kini Berlianlah yg selalu datang kesana untuk menggantikan ibunya. Tak lupa Ia membeli beberapa makanan dan mainan untuk anak2 panti dengan uang tabungannya.


Berlian memang memiliki sedikit tabungan terlebih sekarang Ia tidak lagi bekerja sebagai buruh cuci, melainkan Ia bekerja di salah satu konveksi. Selain karena Ia sangat suka menjahit, gajinya jga lumayan jika dibandingkan pekerjaannya sebagai buruh cuci.


"Ka Iaaann" Teriak anak2 panti menyambut kedatangan Berlian setibanya di panti asuhan. Merekapun langsung memeluk Berlian dengan sangat bahagia.


" Ka Ian bawa apa nih?" Tanya seorang di antara mereka saat melihat Berlian membawa bnyak kantong kresek.


"Oh ia nih kakak bawain kalian sedikit makanan sama ada mainan juga, di bagi2 ya" seraya menyerahkan kantong kresek yg di bawanya, pada salah satu anak yg usianya paling tua dari beberapa anak yg lain.


Anak2 itupun berlarian memperebutkan makanan dan mainan yg di bawa Berlian dengan wajah senang mereka. Melihat hal itu Berlian tersenyum senang.


"Ian, uda lama ya?" tanya seseorang yg muncul dari dalam panti.


"Ka Tari, Emmmm kangen" Berlianpun langsung memeluk Mentari yg dibalas pelukan juga oleh Tari.


"Aku baru sampai kok kak" Ucap Berlian setelah melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Ibu apa kabar, Ibu baik2 aja kan?" Tari menanyakan kabar Dewi wanita yg sudah Tari anggap seperti Ibunya sendiri.


" Sudah lama ka Tari tidak melihat ibu rasanya kangen sekali" lanjut tari.


" Entahlah. Aku beberapa kali melihat ibu seperti sedang menahan sakit, tapi saat aku tanya apa ibu sedang sakit, jawaban ibu pasti bilang kalau ibu tidak apa2" Seketika Berlian seperti terlihat sedih.


"Aku sedikit cemas ka" Ucap Berlian seraya menatap Mentari dengan raut wajah sedihnya.


"Jangan sedih, semoga ibu baik2 saja" Tari mencoba menenangkan Berlian.


" Ayo masuk" Taripun menarik tangan Berlian masuk ke dalam panti, kemudian mereka masuk bersama sambil sesekali terlihat tertawa bersama.


*Di rumah


"Ibu tadi Ian mampir ke panti, Ka Tari titip salam sama ibu" Ucap Berlian saat menemui ibunya di kamar setelah mencium tangan ibunya terlebih dahulu.


"Wa alaikumsalam" Ucap Dewi membalas salam Tari seraya tersenyum.


"Bagaimana kabar Tari, dan bagaimana keadaan panti?" ucap Dewi kemudian.


Sejujurnya Dewi sangat merindukan suasana panti. Sejak kecelakaannya, Ia tdak pernah lagi mengunjungi panti itu. Hanya Tari yg sesekali datang menemuinya di rumah. Itupun selalu mendapat perlakuan yg buruk dari Sekar, seperti mengusir Tari atau memarahinya dengan alasan yg tidak jelas.


"Keadaan panti baik2 aja kok buk, Ka Taripun terlihat sangat baik. Ka Tari bilang kangen sama Ibu" Mendengar ucapan Berlian, Dewipun tersenyum.


Berlian menceritakan tentang suasna panti pada Ibunya. Yah begitulah, setiap Berlian pulang berkunjung ke panti, Ia akan selalu menceritakan keadaan panti pada ibunya. Meskipun tidak banyak yg berubah setiap kali Ia kesana. Tetapi Dewi sangat senang mendengar cerita Berlian tentang keadaan panti.


Merekapun bercerita sambil sesekali tertawa bersama.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2