
"Siap ma. Damar siap!!" Jawab Iris dengan cepat bahkan saat Damar belum membuka mulutnya sama sekali.
Damar menatap Iris dengan tatapan agak tajam,seolah mengisyaratkan pada Iris bahwa ia belum memberi keputusan apapun.
Namun Iris yang di tatap tajam malah menjulurkan lidahnya menantang Damar.
"Bagaimana Damar?" Nyonya Bagas terdengar mengulangi pertanyaannya lagi.
"Saya.."
"Ma..,Damar itu siap lahir batin. Percaya sama Iris." Iris kembali menyela ucapan Damar bahkan kali ini sebelah kakinya menginjak kaki Damar membuat pria itu sedikit meringis.
Tuan dan nyonya Bagas merasa heran melihat tingkah aneh kedua sejoli di hadapan mereka ini.
Apalagi tuan Bagas,dia heran melihat Damar yang meringis tiba-tiba.
"Damar,kamu kenapa?" Tanya tuan Bagas penasaran.
Damar menggeleng-gelengkan kepalanya sambil sedikit menggeser kakinya dan merapatkannya kedua kakinya agar tidak di injak Iris lagi.
Iris yang merasa Damar belum bisa di ajak kerja sama,langsung menarik pinggan pria itu hingga tubuh keduanya merapat. Setelah itu,Iris juga merapatkan kepalanya ke kepala Damar dengan posisi seperti hendak mencium Damar.
Tuan dan nyonya Bagas tambah heran melihat kelakuan Iris.
__ADS_1
"Sayang? Kamu kau ngapain Damar?" Tanya nyonya Bagas panik.
Iris mengangkat sebelah tangannya memberi arahan pada kedua orangtuanya agar diam sejenak.
Iris kemudian membisiki Damar sesuatu.
"Jangan menolakku sayang,atau aku akan membuat kekasih gelapmu. Nona Rima. Babak belur besok pagi,kau tidak mau jika hal itu sampai terjadi kan?"
Bisik Iris sangat lirih.
Seketika mata Damar membulat,ia mengalihkan kepalanya untuk menatap wajah Iris.
Terlihat gadis itu tersenyum manis memamerkan deretan gigi putihnya. Dan detik berikutnya,tanpa aba-aba Iris mencium sekilas pipi Damar kemudian menegakkan tubuhnya kembali dan memberikan sedikit jarak antara dirinya dan Damar.
"Sudah ma,pa. Damat tidak perlu menjawab panjang lebar,semalam kami sudah berdiskusi dan memutuskan untuk melanjutkan pernikahan ini sebagai mana mestinya. Benarkan sayang?" Kata Iris sambil menoleh kepada Damar dengan kerlingan mata genitnya.
"Ya pa,nyonya besar. Apa yang nona Iris katakan memang benar adanya,saya dan nona Iris memutuskan untuk menjadi pasangan suami istri yang sebenarnya. Mohon papa dan nyonya besar memberi restu. Saya berjanji akan menjaga,menafkahi,dan menyayangi nona Iris dengan sepenuh hidup saya. Saya harap tuan dan nons memberi izin dan restu bagi kami berdua."
Kata Damar setelah helaan napas beratnya.
Tuan dan nyonya Bagas mengangguk kompak.
"Papa merestui kalian berdua Dam. Sangat merestui dan papa serahkan putri papa pada kamu mulai hari ini. Papa percayakan seluruh pertanggung jawaban serta kebagagiaannya pada kamu,semoga kamu mengelola kepercayaan papa dengan baik ya. Papa percaya kamu pasti bisa membuat putri bahagia."
__ADS_1
Damar mengangguk kaku.
"Terimakasih papa." Ujarnya sopan.
Selanjutnya nyonya Bagas terlihat mendekati Damar dan memukul lengannya sekali dengan pukulan yang tidak terlalu kuat.
"Jujur Damar,sebenarnya saya tidak pernah menyangka bahwasanya kamu yang akan menjadi menantu saya. Dari awal kamu datant ke rumah kami,saya menganggap kamu sebagai anak angkat yang suatu saat mungkin saja akan kami adopsi penuh untuk menjadi saudara Iris."
"Namun ternyata,takdir berkata lain. Kamu daj Iris ternyata punya jakan ceritanya sendiri. Maafkan sikap egois mama selama ini,mama merestui hubungan kalian. Mulai saat ini mama minta kamu jangan lagi canggung pada kami karena kami adalah orangtua Iris dan juga artinya sekarang kami adalah orang tua kamu juga."
"Jadi jangan sungkan ya,mama percayakan Iris pada kamu. Kamu siap kan?"
Damar tersenyum menanggapinya.
"Akan Damar usahakan ma." Ujar Damar masih dengan seyuman paksanya.
Setelah mengatakan kalimat tersebut,Damar menarik pinggang Iris dan menolehkan kepalanya seolah akan mencium pelipis Iris.
Dan benar saja,setelah itu Damar menempelkan bibirnya ke pelipis Iris.
Namun bukan untuk mencium Iris,melainkan untuk membisikinya sesuatu.
"Anda puaskan sekarang? Akan saya tunjukkan bagaimana senangnya menjadi istri saya. Bersiaplah nona Iris."
__ADS_1
Bisik Damar yang di akhiri dengan kecupan singkat di pipi Iris dan senyuman smirk yang mengerikan.
♡♡♡