Bukan Suami Idaman

Bukan Suami Idaman
Sudah Bertunangan??


__ADS_3

Iris pulang ke rumah dengan perasaan yang tercabik-cabik. Kelakuan Damar dan kata-kata Rima tadi membuatnya malu berat.


Terutama saat Damar dengan terang-terangan mengatakan bahwa ia memang tidak bisa memasak di hadapan Rima yang ia anggap sebagai rival alias saingannya itu.


"Brakk.." Iris membuka pintu rumah dengan membantingnya kasar.


"Kurang ajar sekali nona Rima,lihat saja nanti. Kalau aku sudah bisa memasak,aku akan menyumpal mulut laknatnya itu dengan masakanku sampai ia kesulitan mengunyah. Dasar gadis jelek menyebalkan!!" Umpat Iris yang tengah kesal setengah mati.


"Memang benar-benar!! Lihat saja!! Setelah ini aku akan mulai les memasak agar nona Rima itu tau kalau aku ini bukan hanya cantik tapi juga bisa melakukan pekerjaan rumah tangga dengan baik."


"Tunggu pembalasanku nona Rima. Aku Iris Maharani Bagaskara tidak pernah kalah dan tidak akan menyerah!!"


Iris bersorak berani bak kstaria yang akan pergi ke medan perang.


Setelah merasa puas melampiaskan emosi yang meluap-luap di dalam dirinya itu,barulah Iris melanjutkan langkahnya menuju ke kamar  yang pintunya kemarin ia rusak untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian.


Tiga puluh menit berlalu,setelah puas berendam dan membersihkan diri Iris pun keluar kamar mandi dengan mengenakan bathrobe.


Ia berjalan dengan santai menuju ke kamar utama dan tanpa mengganti pakaian,Iris langsung membaringkan badannya di atas tempat tidur milik Damar dan hanya dalam hitungan detik,Iris sudah tertidur lupa.


Seketika niat ingin belajar memasak yang ia ucapkan dengan menggebu-gebu tadi hilang bersamaan dengan masuknya jiwa Iris ke alam mimpi. Sungguh gadis pemimpi yang menakjubkan.


♡♡♡


Hari beranjak sore...


Dua jam sudah semenjam Iris memutuskan untuk tidur tadi.


"Teng...tong....,teng....tong....,teng...tong..."


Suara bel pintu di depan rumah terdengar beberapa kali berbunyi membuat bulu mata Iris bergetar dan tidur nyenyaknya terusik.


Perlahan Iris membuka kelopak matanya yang terasa berat lalu setelahnya ia menguap lebar untuk melepaskan sisa-sisa kantuk yang masih menggelayuti matanya.


Dengan kesadaran yang hampir sepenuhnya kembali,Iris pun bangun dari tidurnya,menurunkan kakinya dari atas ranjang dan beranjao keluar kamar untuk membukakan pintu.

__ADS_1


"Ceklek..."


Kantuk di mata Iris seketika hilang sepenuhnya,berganti dengan tatapan sinis saat melihat siapa manusia yang berada di sebelah suaminya itu.


"Nona Rima? Kenapa kau ikut ke sini?" Tanya Iris dengan nada yang langsung tidak bersahabat.


Rima langsung memamerkan senyum manisnya sambil mengeluarkan papper bag dan sekotak cheese tart ke hadapan Iris.


"Saya ke sini untuk memberikan nona buku resep masakan yang dicatat langsung oleh mama saya dan cheese tart  yang saya bawa langsung dari toko kue milik teman saya. Saya jamin kedua hal ini akan berguna untuk nona. Saya harap nona mau menerimanya.."


Ujar Rima dengan penuh harap.


Iris mendengus. "Aku tidak sedang ulang tahun jadi aku tidak butuh cheese tart darimu,dan satu lagi. Sekarang zamannya sudah canggih,banyak apk resep makanan di G.Ps(alias google playstore) kau tidak perlu repot-repot membawakan resep makanan milik ibumu itu padaku. Aku tidak membutuhkan keduanya! Bawa pulang saja sana!!"


Tolak Iris dengan nada ketus.


Damar menahan napasnya untuk meredam emosinya saat melihat sikap angkuh yang terpancar dari perilaku dan kata-kata Iris.


Di sisi lain,Rima tak pantang menyerah. Ia tetap kekeh menyodorkan papper bag tadi ke tangan Iris dan menyuruh Iris memegangnya dengan paksa.


Raut wajah Iris yang tadinya tegang,perlahan berangsur lentur.


Sementara di samping Rima,Damar menatap ke arah Rima dengan kaget.


"Nona Rima sudah bertunangan?" Tanya Damar dengan nada kagetnya.


Raut wajah Iris tegang kembali.


"Hei!! Kenapa nada bicara mu seperti itu? Kau tidak suka nona Rima punya tunangan? Kau suka padany??" Tuduh Iris berang.


Damar tak menyahut,ia masih menatap Rima dengan raut penasaran.


Rima yang melihat kecemburuan di wajah Iris,buru-buru menjawab pertanyaan Damar.


"Iya kak,aku sudah punya tunangan. Maaf ya,belum sempat menceritakannya padamu,sebenarnya juga masih ingin kurahasiakan hubungan kami. Hanya saja aku terpaksa harus memberitahukan karena tak mau nona Iris terus salah paham padaku."

__ADS_1


"Lagipula,besok pun aku akan cuti selama dua minggu. Aku akan ke Barcelona untuk menemui tunanganku,dia bekerja di sana sebagai dosen. Selama aku pergi,akan ada manager baru dari kantor cabang yang di pinjam untuk menggantikan tugasku sementara. Semoga saja penjelasanku  kali ini tidak membuat nona Iris cemburu lagi."


"Bukan begitu nona Iris?"


Iris melengos ke samping,namun kepalanya mengangguk-angguk membuat Rima mengulum tawanya.


"Baiklah-baiklah. Sepertinya suasana hati nona belum sepenuhnya baik untuk di ajak mengobrol,kalau begitu nona Iris. Saya pamit pulang,jangan lupa untuk membaca buku resepnya dan nikmati juga cheese tartnya ya. Aku pulang dulu.."


"Selamat tinggal nona,selamat tinggal kak Damar. Sampai jumpa dua minggu lagi."


Rima melambaikan tangannya sambil berjalan kembali menuju mobilnya.


Damar hanya bisa terdiam melihat kepergian Rima,sementara di sisinya Iris tiba-tiba berteriak.


"Nona Rima!!" Panggil Iris membuat Rima menoleh.


"Ya saya..?" Jawab Rima sambil menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Iris dengan heran.


"Te..,terimakasih.." Ucap  Iris dengan sedikit kaku.


Sudut melengkung terbentuk seketika di bibir Rima. Ia mengangguk sambil melambai-lambaikan tangannya.


"Sama-sama nona Iris. Itu bukan apa-apa hehe." Balas Rima dengan sedikit gugup juga.


Setelahnya Rima benar-benar melangkah masuk ke dalam mobil meninggalkan Damar yang masih termenung di tempatnya dan Iris yang sudah mengangkat tangannya mendekati rusuk Damar.


Dalam hitungan ke tiga terdengar teriakan Damar menggemas bersamaan dengan menguatnya capitan Iris di kulit rusuknya.


"NONA IRIS LEPASKAN!!!!"


♡♡♡


Jangan lupa like komen and skrikep...!😀


Damai dulu,besok udah masuk ******* alias konflik puncak gessssss....

__ADS_1


__ADS_2