
Kita akan masuk ke konflik guyss...
Detik-detik menuju end... Hehe...
Abis ini end,mampir juga ya ke TERJERAT PESONA ANAK MAJIKAN.
Di sana ada cerita koplak ala Allea dan majikannya yang yeahh,gitulah... Hehe..
Oke next..
♡♡♡
Malam berlalu dengan Damai,baik Iris dan Damar tak ada meributkan sesuatu lagi. Mereka tidur sekamar,sarapan sama-sama dan melakukan berbagai rutinitas layaknya pasangan normal pada umumnya.
Contohnya saja pagi,seperti biasanya. Setelah selesai sarapan,Damar pun bersiap untuk pergi ke kantor. Sementara Iris merapikan sisa-sisa piring kotor di dapur,Damar bergegas ke kamar. Mengambil tas dan memasangkan jas serta dasi untuk melengkapi penampilannya..
Saat sedang merapikan lengan jas di bagian punggung tangannya,Damar teringat pada jam tangannya. Jam yang biasanya ia pakai ternyata masih ada di nakas karena Damar melepasnya sebelum tidur semalam.
Damar pun bergegas menuju ke tempat nakas yang berada di tepi kasur. Saat akan meraih jam.tangan,Damar kembali melihat kotak yang semalam tak jadi ia buka. Rasa penasaran kembali meliputi pikiran Damar.
"Apa aku buka sekarang saja? Tapi waktuku sudah mepet." Batin Damar sembari melirik jam yang sudah ia kenakan di tangannya itu.
"Ah,aku bawa saja ke kantor. Nanti aku buka di jam istirahat di sana."
Damar pun mengambil keputusan untuk memasukkan kotak tersebut ke dalam tas kerjanya dan berniat akan membukanya di kantor nanti.
Setelah itu Damar keluar dari kamar dan mendapati Iris sudah menunggunya di ruang tengah lengkap dengan sebuah papper bag yang Damar yakini adalah bekal miliknya itu.
"Sudah siap untuk berangkat?" Tanya Iris saat netranya menangkap keberadaan Damar yang kian mendekat ke arahnya.
Damar mengangguk sembari menghentikan langkahnya di depan Iris. "Sudah nona. Tinggal berangkat saja."
__ADS_1
"Pakai mobilku saja ya..,jangan naik taxi." Peringat Iris sembari merogoh saku piyamanya dan menyerahkannya ke tangan Damar.
Damar menerimanya dengan senyuman canggung. "Maaf ya nona, aku masih belum bisa menjadi suami yang baik dan layak untuk mu. Bahkan untuk berangkat ke kantor saja aku masih harus memakai mobilmu,aku memang bukan suami idamam. Sekali lagi maafkan aku nona." Damar berujar dengan wajah tertunduk.
Iris buru-buru meraih rahang tegas Damar dan menenangkannya. "Hei,jangan bicara seperti itu." Bentak Iris tak suka.
"Kau laki-laki terbaik yang pernah aku punya,di saat orang yang ku anggap akan membahagiakan malah meninggalkan ku,kau satu-satunya orang yang mau menghampiriku,di saat banyak orang mengunjingkan aku dan keluargaku,kau tetap satu-satunya orang yang bertahan dan tidak meninggalkan aku."
"Kau sama sekali tidak kurang baik dan apa pun pandanganmu dan pandangan orang-orang di luaran sana tentang mu. Bagiku kau tetap suami idaman. Jangan pernah merendahkan dirimu lagi,janji??"
Iris menatap Damar dengan tajam,waspada kalau-kalau laki-laki berstatus suaminya ini menjelekkan dirinya sendiri lagi. Tapi untungnya tidak. Damar terlihat mengangguk patuh dan bahkan kini tangan Damar terlihat beralih menurunkan dan menggenggamnya erat.
"Saya janji nona. Terimakasih karena nona sudah begitu menghargai saya sebagai suami nona."
Iris tersenyum senang dan ikut mengeratkan genggaman tangannya dan Damar. "Itu sudah kewajibanku. Tidak perlu berterimakasih."
Damar ikut mengembangkan senyumannya lalu melepaskan genggaman tangan mereka dan beralih mengusap-usap pelan pucuk kepala Iris.
Dan seperti yang mereka lakukan kemarin,sebelum berangkat Iris menyalami Damat yang dibalas dengan ciuman di dahinya.
Setelah ajang berpamitan selesai,Damar pun berangkat dengan mengendarai mobil milik Iris diiringi lambaian tangan dari Iris.
"Ting.." Suara notifikasi ponsel di saku piyamanya membuat perhatian Iris teralihkan. Iris kemudian merogoh saku piyamanya dan langsung memeriksan ponselnya begitu layar dinyalakan.
Sebuah nomor baru mengirimkan pesan pada Iris.
+62837....xxxx
Selamat pagi?
Bagaimana kabar rumah tanggamu?
__ADS_1
Sudah di ambang kehancuran kah?
***
Iris mengerutkan alisnya bingung.
"Apa-apaan ini? Apa maksud pesannya?" Batin Iris dengan perasaan yang mulai resah.
Iris membalikkan badannya dan masuk kembali ke dalam rumah dengan kaki sedikit gemetar.
"Tin"
"Tin.."
Bunyi klakson terdengar dari luar pagar rumah membuat Iris harus kembali membalikkan badannya dengan perasaan dongkol.
"Ckk.,siapa sih yang datang sepagi ini?" Batin Iris sembari membuka kembali pintu dengan wajah jengkel.
Namun wajah jengkelnya tak bertahan lama,tergantikan dengan tatapan heran saat melihat sebuah mobil singgah dan berhenti tepat di halaman rumahnya.
"Siapa?" Batin Iris bertanya pada dirinya sendiri.
Sepasang kaki jenjang berlapis sepatu hitam terlihat keluar dari mobil di susul badan tegapnya yang berhasil membuat Iris membelalakan matanya dengan ekspresi terkejut yang tak bisa dibendung lagi.
"A..ardo??"
♡♡♡
Hehe,tunda-tunda..
Gue lagi cari inspirasi buat bikin adegan yang tegang..
__ADS_1
Ya kalo bisa sih wkwkw..