Bukan Suami Idaman

Bukan Suami Idaman
Anda Siapanya Suami Saya??


__ADS_3

Pagi ini Iris terbangun dengan dari tidurnya dengan raut wajah yang sangat muram. Semalam dirinya dikerjai oleh Damar,pria itu menyediakan makan malam yang sudah di campuri obat tidur sehingga dirinya menjadi mudah terlelap dan setelahnya ia dipindahkan ke kamar tamu.


Bahkan saat terbangun pagi tadi pun Iris sudah tidak mendapatkan keberadaan Damar karena ternyata pria itu berangkat lebih awal.


"Dasar suami kurang ajar!!" Umpat Iris. Lihat saja nanti,akan ku susul kau ke kantor seperti kemarin-kemarin. Apalagi hari ini tak ada nona Rima di kantor jadi aku bisa lebih leluasa berdua di ruangan Damar.."


"Tunggu saja kedatanganku Damar,akan ku buat kau tak fokus bekerja sebagai balasan karena kau sudah memindahkan istrimu yang cantik ini ke kamar lain."


♡♡♡


Pukul sembilan pagi..


Iris keluar dari rumah kediamannya dan Damar dengan membawa sebuah papper bag dan sebuah rantang berwarna biru yang kemarin baru saja ia pesan.


Penampilan pagi itu terlihat santai namun terkesan anggun.


Sebuah gaun dengan panjang semata kaki dan lengan sesiku serta tambahan belahan v pada bagiah lehernya membuat penampilan Iris tekesan anggun walaupun baju yang ia kenakan sederhana.


Sebagai tambahan Iris juga mengenakan flat shoes berwarna peach untuk  alas kaki dan tas berwarna pink dusty yang hampir senada dengan gaun yang tengah ia kenakan.


Iris pun melangkah masuk ke dalam mobil miliknya dan melaju menuju ke kantor Damar dengan kecepatan sedang.


♡♡♡


"Selamat pagi..."


Sapa Iris dengan ramah pada dua orang petugas resepsionis yang ada di lobi kantor tempat Damar bekerja.


Kedua resepsionis yang kebetulan memang sudah mengenal Iris tersebut langsung membalas sapaan Iris dengan ramah pula.


"Selamat pagi nona Iria,ada yang bisa kami bantu?" Tanya salah satu dari mereka.


Iris mengangguk cepat. "Apa Damar ada di ruangannya?" Tanya Iris.


Kedua resepsionis tadi mengangguk.


"Pak Damar ada di ruangannya nona,hanya saja.."


"Baiklah terimakasih. Aku akan langsung ke sana saja,tak perlu menelponnya. Aku naik dulu. Terimakasih sekali lagi ya.."


Iris dengan tak sabarannya memotong ucapan resepsionis tadi dan dengan kecepatan angin ia sudah berpindah portal ke dalam lift yang akan mengantarkannya menuju ke ruangan Damar.

__ADS_1


"Ting..."


Dentingan pintu lift terdengar bersamaan dengan tibanya Iris di depan ruangan kerja milik Damar.


Terlihat pintu kayu jati yang biasanya tertutup kini terbuka setengah,dari dalam sana Iris bisa mendengar suara Damar tengah berbicara.


Namun dengan siapa lawan bicaranya,Iris tidak tau dan tidak mau tau.


Iris semakin mempercepat langkahnya dan...


"Kreett.." Iris mendorong pintu agar terbuka lebih lebar.


Sontak kedatangan Iris yang tiba-tiba membuat orang-orang yang ada di sana terkejut begitupun dengan Iris yang langsung salah tingkah di tempatnya.


"Oh my God! Kenapa bisa banyak orang sih di sin?!" Batin Iris panik namun di wajahnya terpasang senyuman kaku.


"Ma,maaf. Saya tidak tau kalau sedang ada rapat di sini. Sekali lagi maaf." Ujar Iris dengan gugupnya.


Di lihatnya di bangku ujung,Damar tengah menatap malas ke arahnya juga helaan napas berat terpancar dari raut wajahnya.


"Sungguh,saya tidak bermaksud mengganggu. Kalau begitu saya permisi,silahkan lanjutkan rapat kalian. Saya permisi."


Iris berbalik keluar tanpa menutup pintu. Ia berjalan tergesa-gesa menuju kembali ke lift.


♡♡♡


Bersamaan dengan itu,rapat juga selesai. Setelah bersalaman dengan dua orang rekan kerjanya,Damar langsung keluar untuk mengantarkan kedua rekan kerjanya tadi ke lantai bawah.


Di belakang Damar,terlihat juga seorang gadis cantik berambut pendek sebahu mengikuti langkah Damar dengan anggun.


Sesampainya di lantai bawah dan setelah mengantarkan kedua rekan kerjanya itu keluar,Damar berniat berbalik. Namun saat matanya melirik ke parkiran.


Ia melihat sebuah mobil Maserati MC20 Ceilo terpakir di depan kantor.


Damar yang tahu pasti siapa pemilik mobil tersebut langsung mengurungkan niatnya untuk naik dan memilih berbelok menuju meja resepsionis.


Gadis yang sedari tadi mengikuti langkah Damar,menatap heran saat melihat Damar tak jadi naik ke atas dan malah berbelok menuju ke meja resepsionis.


"Pak Damar,sebentar. Kita ini mau kemana?" Tanyanya bingung.


Damar menoleh sebentar sambil mengangkat tangannya. Kemudian lanjut berjalan lagi.

__ADS_1


"Pagi menjelang siang,pak Damar. Ada yang bisa kami bantu?" Tanya kedua resepsionis tersebut dengan sopan saat Damar berdiri di depan meja mereka.


Damar mengangguk.


"Apa tadi istriku ke sini??" Tanya nya memastikan.


Salah satu resepsionis tadi mengangguk. "Iya pak. Tadi nona Iris ada ke sini,beliau sempat naik ke atas namun setelahnya saya lihat beliau turun lagi ke bawah dan berjalan ke arah kantin. Mungkin masih di sana,karena saya belum melihatnya lewat untuk keluar." Jelas resepsionis itu pada Damar.


Mendengar penjelasan resepsionis tadi mengenai keberadaan Iris,Damar pun berbalik lagi. Namun bukan untuk naik ke atas. Tapi untuk pergi ke kantin kantor.


Kelakuan Damar membuat gadis yang mengikutinya tadi tambah bingung.


"Pak Damar! Sebenarnya kita ini mau kemana??" Tanyanya memastikan.


Damar menghela napas dengan kasar,gadis di belakangnya ini sungguh sangat bawel.


"Nona Imelda. Maaf sebelumnya,saya tau anda memang manager dari kantor cabang yang di perintah langsung oleh nona Rima untuk menggantikan beliau sementara beliau pergi keluar negeri. Tapi bisakan nona tidak terus menerus mengikuti saya?"


"Bukankah kemarin nona Rima sudah pesankan bahwa pekerjaan saya tidak harus selalu melibatkan nona dan begitupun sebaliknya. Nona bisa kembali ke ruangan nona dan tidak perlu ikut kemanapun saya pergi.."


"Tapi.."


"Damar..." Suara lembut seorang gadis yang baru saja datang membuat perdebatan antara Damar dan gadis yang di panggil Imelda tadi terhenti.


Keduanya menoleh kompak,dan terlihat Iris datang masih dengan membawa rantang dan papper bag.


Senyuman terpancar di wajah gadis itu saat menatap Damar.


"Aku bawakan bekal lagi untukmu. Kali ini lebih baik dari kemarin,sesuai dengan resep yang nona Rima berikan."


"Ayo di ambil!!" Suruh Iris sambil menyodorkan bekal makanan tadi ke tangan Damar.


Damar mengambilnya dengan tatapan datar.


"Terimakasih nona Iris,anda terlalu merepotkan diri. Tapi sebaiknya lain kali hubungi saya jika ingin ke kantor,setidaknya saya bisa memberitahu nona apa saja agenda saya,jangan sampai..."


"JANGAN SAMPAI KEDATANGAN MU MERUSAK SUASANA. Kejadian seperti tadi harusnya tidak terjadi lagi,apa nona tidak tau tata kerama. Kedatangan nona yang tiba-tiba tadi hampir saja mengganggu rapat!!"


Iris melotot kaget mendapat sambaran amarah dari seseorang yang sama sekali tidak ia kenal.


Dengan berani,Iris maju satu langkah dan menudingkan jari telunjuknya ke depan wajah gadis sok tadi.

__ADS_1


"ANDA SIAPANYA SUAMI SAYA??"


♡♡♡


__ADS_2