Bukan Suami Idaman

Bukan Suami Idaman
Jelaskan Di rumah!


__ADS_3

From : Suamiku ♡


Tugggu sepuluh menit! Jangan kemana-mana!


♡♡♡


Irama ketukan jari telunjuk Iris di layar ponselnya akhirnya berakhir setelah sebuah motor tukang ojek berhenti dan menurunkan penumpangnya di hadapan Iris.


Senyum Iris perlahan terbit saat sang penumpang membuka helmnya. Segera Iris keluar dari mobilnya lalu berlari ke arah sosok yang sejak tadi ia tunggu kehadirannya itu.


"Damar,aku kira kau.."


"Mana kunci mobil nona? Biar saya antarkan nona pulang ke rumah."


Rumah?  Batin Iris membeo,mengikuti kata terakhir yang Damar ucapkan.


"Ckk,perlu saya setirkan atau saya carikan taxi saja biar nona pulang diantar taxi."


Pulang? Diantar taxi?  "Kenapa harus harus diantar taxi?" Iris akhirnya bersuara setelah bungkam sepersekian menit.


Damar membuang pandangannya ke arah lain. Sisi lain hatinya teringat pada janjinya kemarin bahwasanya apapun masalah yang akan terjadi kedepannya di dalam rumah tangganya dan Iris,ia dan Iris harus sama-sama mendengarkan terlebih dahulu penjelasan dari masing-masing keduanya. Tapi setelah mendengar ucapan Ardo tapi? Apa masih ada yang harus di jelaskan??


"Damar..."


"Damar,hei.."


"Hallo..??"


Iris melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Damar,berusaha membuat pria itu sadar dari lamunannya.


Kehabisan akal,Iris akhirnya menepuk pundak Damar sembari memanggil dengan nada tinggi. "Damar..!!"

__ADS_1


Perlahan kepala tegangnya mengendur,Damar akhirnya mau menoleh dengan tatapan yang lebih bersahabat ke arah Iris.


"Maaf.."


"Ayo kita pulang."


"E..eh?"


Iris tercekat saat tangannya di gandeng dan di tuntun untuk masuk ke mobil. Setelah memastikan Iris duduk dengan benar di kursi penumpang,Damar pun menutup pintu kemudian berjalan mengintari mobil dan masuk melalui pintu samping kursi kemudi.


Mesin mobil berjalan dan perlahan benda beroda empat itu beranjak meninggalkan pelataran,halaman kapolsek.


Sepanjang jalan Damar kembali bungkam,tidak membuka suara ataupun bertanya dan hal itu berhasil menganggu pikiran sosok Iris yang sedari tadi mengamati wajahnya dari samping.


"Damar aku.."


"Urungkan,jika niat nona ingin meluruskan ucapan tuan Ardo tadi."


"Damar,tapi.."


Iris seketika terdiam dengan raut cengo antara takut dan terkejut dengan ancaman Damar barusan.


"Ceritakan semuanya setelah sampai di rumah 'kita' nanti. Saya harap ini menjadi cerita terakhir yang akhirnya saya ketahui dari orang,setelah dan untuk kedepannya saya secara pribadi berharap nona mampu memegang ucapan nona tempo lalu."


"Berusahalah untuk berkomunikasi dengan jujur antar suami istri dan jangan pernah meyembunyikan masalah atau hal sekecil apapun yang sekiranya bisa memicu rasa curiga dan pertengkaran. Saya harap nona sendiri tidak akan melupakan hal itu."


Damar melirik Iris sekilas,setelahnya ia fokus kembali pada jalanan di depannya.


Sementara Iris,perempuan itu tampak sudah tertunduk dengan raut penuh penyesalan.


"Damar aku minta maaf." Lirihnya.

__ADS_1


Damar tak menjawab,ia memilih tetap fokus pada jalanan di depannya dibanding mengintip wajah Iris.


Tepat saat lampu merah menyala,Damar menghentikan mobilnya dan bersamaan dengan itu ponsel milik Damar bergetar dari balik saku kemejanya.


Tanpa melihat nama pemanggil,Damar langsung memasang ipod yang terhubung ke HP-nya dan mulai berbicara.


"Iya Halo.."


^^^"Halo,Damar.."^^^


"Nona Rima? Anda sudah kembali?"


Iris terlihat mengalihkan kepalanya saat mendengar Damar menyebut nama seseorang yang juga ia kenal itu.


^^^"Iya,aku baru tiba beberapa jam yang lalu. Aku langsung ke kantor tapi papa bilang kau izin dua hari ya? Katanya ada masalah dengan nona Iris? Dia sakit? Apa parah? Apa aku perlu menjenguk?^^^


"Nona Rima terimakasih untuk perhatiannya. Iya,memang ada sedikit hal tak mengenakan yang terjadi padanya sekitaran dua hari lalu."


Damar berkata sambil melirik ke arah Iris yang terlihat penasaran namun tak bisa menguping karena tak kedengaran.


"Perihal  menjenguk saya rasa tak perlu serepot itu. Nona lebih lelah pastinya setelah perjalan jauh di tambah harus ke kantor. Tapi untuk besok mungkin saya akan langsung menghadap nona langsung. Ada yang ingin saya bicarakan perihal manager yang kemarin nona minta untuk menggantikan tugas nona.


^^^"Ada terjadi sesuatu selama saya tidak ada? Apa Imelda membuat masalah?"^^^


"Sebenarnya bukan dengan saya nona. Tapi besok saja saya ceritakan,saya harus fokus menyetir saat ini.


^^^"Menyetir? Memangnya kau habis darimana?"^^^


"Kantor polisi. Mengurus kejadian yang berhubung dengan yang ingin saya bicarakan. Kita bahas ya besok ya nona. Saya tutup dulu. Selamat siang."


Sambungan telepon dimatikan begitu saja. Usainya telepon antara Damar dan Rima mengundang perhatian Iris.

__ADS_1


Sejujurnya perempuan muda itu sangat-sangat penasaran perihal topik apa yang tadi di bicarakan oleh Damar dan Rima. Namun ingin bertanya,nyalinya ciut. Raut datar Damar lebih baik di diamkan daripada diajak berinteraksi.


♡♡♡


__ADS_2