Buntalan Kosong

Buntalan Kosong
Musuh


__ADS_3

Wikra memejamkan mata, dia mencoba berpikir dan memutuskan untuk mengatasi masalah ini. Papanya selalu serius jika mengatakan sesuatu. Beliau tidak akan pernah menarik keputusannya hanya karena dia memohon.


Jika sampai saham sudah jatuh ke Ahin, pasti Yifei yang memegangnya sebagai wali. Kalau Yifei menikah dengan Ezhar, maka habislah riwayatnya. Perusahaan yang dia bangun susah payah akan hilang dari genggaman.


"Baiklah, aku akan menikahi Yifei lagi untuk mendapatkan hak asuh Ahin."


Kalau Ahin sudah berada di tangannya, maka Yifei dan Ezhar tidak bisa berbuat apa-apa. Ia bisa menceraikan Yifei kembali beberapa tahun yang akan datang. Saat semuanya sudah reda dan orang tuanya tidak marah lagi.


Uang akan berbicara ketika mereka memperebutkan hak asuh anak nanti, Yifei tidak punya apapun, seperti dulu, Yifei akan keluar dari rumahnya tanpa membawa barang berharga dan dengan suka rela. Meninggalkan Ahin tentunya.


Wanita bodoh akan selalu menjadi wanita bodoh, Wikra akan memanfaatkan wanita itu lagi dan membuangnya seperti sampah saat tidak dibutuhkan.


Wikra membulatkan tekad untuk menikahi Yifei lagi, merebut hak asuh Ahin dan meredakan kemarahan orang tuanya. Lagi pula hanya Yifei, wanita bodoh yang akan selalu menuruti semua perkataannya. Itu mudah.


"Pak, sekarang waktunya rapat membahas HUT TV."


"Apa bintang utama kita sudah datang?"


"Ezharion sudah datang 5 menit yang lalu."


"Baiklah," jawab Wikra sembari berdiri, dia merapikan jas dan keluar dari ruangannya.


Wikra berjalan menuju lift diikuti sekretaris, semua orang menunduk hormat ketika melihat CEO NEXT Media tersebut. Orang nomor satu yang membuat NEXT Media sebesar sekarang.


Di dalam ruang rapat, dia berjabat tangan dengan Ezharion. Belum pernah Wikra mencampur adukan urusan pribadi dengan pekerjaan, tetapi dia tidak bisa menahan kebenciannya hingga menggenggam tangan Ezhar lebih kuat.


"Pak," panggil sekretaris. Berusaha menghentikan Wikra.

__ADS_1


"Ah, ya, terima kasih sudah menjadi bintang kami. Silakan duduk," ucap Wikra sembari mempersilakan Ezharion duduk.


"Next TV banyak menayangkan film saya, jadi ini sebagai ungkapan rasa terimakasih," jawab Ezharion tak kalah profesionalnya.


Mereka tidak pernah akur dari dulu, setiap bertemu pasti bertengkar. Tapi ini urusan pekerjaan, di dalam dunia entertainment, Ezhar adalah bintang yang naik daun lewat web series di Next flix dua tahun lalu. Hingga namanya terus muncul di manapun dan mendapatkan banyak penghargaan.


Rapat hari itu dimulai, Pak Bos parabola, Wikra mengintruksikan kepada para direktur dari tiga stasiun televisinya dan direktur Next Flix yang merupakan salah satu penyedia layanan media streaming digital milik Next Media.


Sore harinya Wikra memutuskan untuk tidak lembur, dia pulang ke rumah orang tuanya untuk membahas pernikahan kembali dengan Yifei.


"Hey, Bos Parabola!"


Ezharion memanggil di parkiran bawah tanah. Membuat tangan Wikra yang hendak membuka mobil berhenti.


"Kenapa?"


"Aku beri peringatan, kalau sampai kau berani menyakiti Yifei lagi. Aku tidak akan tinggal diam."


"Yang pasti aku bukan orang yang pernah menyakiti Yifei."


"Aku ayah dari anaknya Yifei, kau tidak ada hak memberiku peringatan."


"Apa Ahin mengakuimu sebagai ayahnya? Aku pikir tidak. Jadi jangan sok menjadi ayah kalau tidak diakui anakmu sendiri, camkan ucapanku!"


Ezharion berbalik setelah mengatakan itu, membuat hati Wikra sangat dongkol hingga berniat menghancurkan karir Ezharion. Dia memukul pintu mobilnya. Tak bisa menahan emosi.


Perjalanan ke rumah diiringi dengan kemacetan, Wikra mencoba menenangkan diri dengan minum es teh. Dia tidak boleh terlihat kacau di depan Yifei dan kedua orang tuanya.

__ADS_1


Sesampainya di rumah, ia melihat Ahin yang sedang bermain mobil-mobilan bersama kucing. Terlihat begitu menggemaskan saat Ahin menarik mobilan truk dengan kucing yang menjadi muatannya. Wajah anak itu terlihat sangat ceria.


Wikra menghampiri, berjongkok di depannya. Kalau Ahin lahir dan tumbuh bersamanya, mungkin dia yang akan memberikan nama untuk putranya itu. Sekarang Ahin ikut nama ala-ala China seperti ibunya. Wikra tidak suka.


"Ahin, Ayah boleh ikut main nggak?"


Ahin berhenti bermain, melihat Wikra dengan tatapan datar, kemudian kepalanya menggeleng.


"Gak boleh, Ain gak suka Wikla!"


Hatinya miris melihat anaknya sendiri membenci seperti ini, mungkin Yifei yang mengajarinya supaya benci dengan ayahnya sendiri. Bisa jadi juga Ezharion yang melakukan hal ini.


"Kenapa Ahin nggak suka sama Ayah?"


"Wikla buat Bunda angis."


Hal pertama yang dilihat Ahin adalah dia membuat Yifei menangis dan hendak memukulnya. Kesan pertama yang begitu buruk. Wikra tidak tahu bagaimana caranya supaya putranya ini luluh. Karena di masa depan, dia akan mengambil hak asuh Ahin dari Yifei.


.


.


.


.


bersambung.

__ADS_1


lempar bunga gengs, biar semangat up dobel πŸ˜†πŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉ


bantu bagiin cerita ini ke temen, sodara, sepupu suami, istri, pacar, mantan, selingkuhan, bude, pakde, tetangga, musuh dll πŸ₯ΊπŸ™ semakin banyak yang baca semakin semangat nulis πŸ₯ΊπŸ™


__ADS_2