Buntalan Kosong

Buntalan Kosong
Syuting


__ADS_3

Kabar kebakaran di kantor cabang NEXT Media menjadi trending topik, semua orang menyayangkan sikap karyawan yang tidak bertanggungjawab, membahas nepotisme dan segala penyebab lain.


Berita itu juga sampai pada Ezhar, dia pulang lebih cepat dari jadwal syutingnya untuk menemui Yifei dan Ahin di Jakarta seminggu lalu.


Sekuat tenaga Ezhar ingin mencegah pernikahan kembali antara Yifei dan Wikra, sebagai sahabat ia tahu bagaimana Yifei menderita akibat Wikra.


"Syukur kalau kalian nggak kenapa-napa," kata Ezhar di telepon.


Yifei menjelaskan ada insiden kecil tapi sekarang Ahin baik-baik saja, anak itu pulang sendiri bersama kucingnya. Dalam hati sebenarnya Ezhar ingin memaki.


Dia yang menjaga Ahin sejak masih di kandungan, tetapi Wikra yang merupakan ayah kandung Ahin malah hampir mencekai anaknya sendiri seperti ini. Tentu dia tidak boleh membiarkan Wikra menjadi wali Ahin. Bisa jadi pria bengis itu membunuh Ahin.


"Besok aku akan mengunjungi kalian," kata Ezhar.


"Iya, nanti aku bilang ke Ahin."


Telepon ditutup, Ezhar sedang dipakaikan make up. Hari ini dia syuting film horor. Menjadi bintang utama di film adaptasi novel mega best seller.


"Sayang, kamu kok nggak bales chatku?!"


Mendengar teriakkan di sampingnya membuat Ezhar menoleh, Tania, pacarnya yang sangat manja. Baru empat bulan pacaran Tania sudah membuat kepalanya berdenyut sakit.


"Kamu tahu aku sibuk," jawab Ezhar.


"Tapi kemarin fansku ngeliat kamu makan bareng cewek lain sama anak kecil, mereka siapa?"


Tania adalah model papan atas, penyanyi sekaligus aktris. Hubungan asmara mereka digandrungi remaja dan selalu menjadi sorotan media.


Ezhar memacari Tania hanya untuk meningkatkan popularitas, tidak ada alasan khusus, Tania menyukainya dan dia memanfaatkannya.


"Itu bukan urusanmu," jawab Ezhar dingin.


"Kok gitu sih, aku kan pacar kamu, jangan-jangan kamu selingkuh?!"


Andai Ezhar tidak membutuhkan popularitas, pasti ia akan putus dengan Tania sekarang juga. Sayangnya hubungan mereka harus bertahan hingga film ini rilis.


Ezhar selesai make up, wajahnya sangat tampan dengan tubuh atletis, di dalam film ini ia berperan sebagai psikopat yang tidak sengaja membunuh pemuja setan.

__ADS_1


Ezhar berdiri sembari memberi isyarat supaya penata rias meninggalkan ruangan, lalu ia memegang kedua bahu Tania dengan sorot mata menenangkan. "Sayang, kalau aku selingkuh apa mungkin di tempat umum. Jadi jangan berpikir aneh-aneh lagi ya?"


Tania masih cemberut, Ezhar memegang dagunya dengan lembut. Ia membuat Tania memandangnya dan luluh.


"Lain kali walaupun sibuk kamu harus tetap hubungin aku, masak pulang dari luar negeri langsung makan bareng cewek lain. Ya walaupun sama cewek jelek sih."


Sebenarnya Ezhar ingin menampar pipi Tania yang sudah menghina Yifei,


tapi berusaha ia tahan.


"Iya, sayang, jangan marah lagi ya."


"Iya sayangku," kata Tania sembari berjinjit, dia mencium bibir Ezhar dan melingkarkan tangannya di leher pria itu.


Tak ada pilihan lain bagi Ezhar selain mengimbangi ciuman Tania, meskipun muak tapi ia tetap lihai memainkan bibirnya. Mendekap erat tubuh Tania dan hanyut terbawa sentuhan.


Hingga pintu ruangan diketuk, membuat mereka melepas ciuman. Napas mereka terengah-engah, Tania merapikan rambutnya dan mengelap bibir, dia memakai lipstik lagi.


Ezhar menghapus bibir Tania yang tertempel menggunakan tissue. Dengan cepat mereka bersikap normal.


"Masuk," kata Ezhar.


"Kamu dipanggil sutradara," kata pria itu.


"Iya, aku akan segera ke sana."


Ezhar mengalihkan pandangannya ke Tania lagi, ia memegang pucuk kepala wanita itu dan menciumnya.


"Aku syuting dulu, kamu pulang hati-hati."


"Hari ini aku ada pemotretan, ke sini cuma mampir."


"Yaudah ke sana hati-hati ya, jangan biarin cowok genit sama kamu."


"Iya sayang, kamu juga."


Ezhar melambaikan tangan sembari tersenyum kepada Tania, dia meninggalkan ruangan dengan raut wajah benci. Ia menghapus bibir bekas ciumannya di kening pacarnya itu.

__ADS_1


Setelah film rilis ia akan segera memutus hubungan mereka, gonta ganti pacar sudah biasa untuknya di dunia hiburan. Kebanyakan artis memang seperti itu, penuh kebohongan publik demi mengambil perhatian masyarakat.


Ezhar memulai syuting, berlari di area gedung dengan lampu-lampu redup, aura Ezhar sebagai artis profesional diakui semua kru termasuk sutradara. Mereka puas dengan hasilnya, hanya perlu mengulang dua adegan tetapi hasilnya sudah memuaskan.


"Kerja bagus! Hari ini kita sampai di sini, selamat beristirahat untuk semuanya."


Orang-orang bertepuk tangan dan memberesi perlengkapan syuting, mereka pulang dan beristirahat termasuk Ezhar.


Pria itu kembali ke rumah mewahnya, rumah yang seharusnya nyaman dengan sambutan keluarga. Sayang, orang tuanya bercerai sejak ia kecil. Meninggalkan dia sendirian di rumah tanpa kehangatan.


Sekarang mereka memiliki keluarga masing-masing tanpa membawanya, Ezhar pernah beberapa bulan tinggal bersama Papa, tetapi istri barunya tidak suka dan selalu bertengkar.


Ia juga pernah tinggal bersama Mama selama satu tahun, tepat kelas 5 SD mamanya melahirkan adik tirinya. Membuat ia tidak diperhatikan lagi. Bahkan saat foto keluarga dia ditinggalkan. Papa barunya tidak suka di foto keluarga ada dia.


Ezhar yang berusia 10 tahun sadar dia tidak diinginkan oleh siapapun, pernah dia berpikir kenapa dia dilahirkan kalau kedua orangtuanya tidak menginginkannya?


Lalu Ezhar kembali ke rumah ini, bilang bisa tinggal sendiri. Orang tuanya setiap bulan mengirimi uang bergantian. Mereka bertanggung jawab secara finansial tapi tidak secara mental.


"Aku tidak ingin Ahin sepertiku," katanya sembari membaringkan tubuhnya di ranjang.


Ia tahu sifat Wikra yang tidak mungkin bisa menjaga Ahin ketika Yifei tiada. Lebih baik Ahin bersamanya saja dari pada hidup menderita bersama Wikra dan istri barunya.


.


.


.


.


.


.


bersambung


temen-temen bisa baca mini cerpen cerita ini dan novel-novelku yang lain (side story yg gk aku up di karyanya) di channel telegramku.

__ADS_1


Cari aja di pencarian telegram ketik Dimensi Halu. trus pilih yang ada profilku. lalu klik bergabung. Bebas biaya dan gk ada syarat apapun buat ikutan baca.


di sana juga bisa ngobrol bareng aku dan temen-temen pembaca yang lain. Sampai jumpa di sana ❤️🤗


__ADS_2