Buntalan Kosong

Buntalan Kosong
Tidak Sabar


__ADS_3

Sejak sore Wikra sudah mondar-mandir tidak jelas, ada yang membuat hatinya tidak nyaman. Ia memegang erat surat perjanjian yang sangat menguntungkan tersebut.


Wikra tidak tahu kenapa perasaan tidak nyaman itu muncul. Padahal semua berjalan sesuai keinginannya. Tanpa dia berusaha, Yifei akan menyerahkan hak asuh, lalu tanpa dia mencari alasan cerai, dengan suka rela Yifei pergi. Sebenarnya apa yang membuat hatinya tidak nyaman seperti ini?


"Ahin, ibumu ke mana?" Baru pulang dari kantor, ia langsung mencari Yifei.


Bocah kecil itu sedang bermain bersama kucingnya, mobilan truk diisi kucing lalu ditarik keliling rumah. Katanya dia ingin jadi supir truk yang muat kucing.


"Bunda kelja," jawab Ahin.


Mata bocah itu bulat menatap Wikra, jawabannya polos dan yakin. Seperti sudah sering Yifei pergi seharian meninggalkan Ahin. Wikra jadi penasaran selama ini Yifei kerja apa? Apakah uang yang dulu dia berikan kurang?


"Yaudah, Ahin main sama Ayah ya?"


Ahin tidak menjawab juga tidak menolak, dia sibuk mengelus punggung Miao Miao. Membiarkan Wikra mengamati dan mengikuti permainannya.


Sampai magrib Yifei belum pulang, dia sampai bertanya kepada Mama kenapa Yifei telat. Mama hanya menjawab bahwa Yifei ada urusan di luar.


Berbeda dari semua orang yang tenang Yifei belum pulang, Wikra mondar mandir di halaman rumah. Terus melihat gerbang hingga beberapa jam.


Mobil yang dia hafal milik Ezharion berhenti tepat di depan rumah, Yifei keluar dari sana. Melambaikan tangan kepada Ezharion hingga menjauh.


Ada rasa marah di hati Wikra, apalagi dengan santai Yifei berjalan masuk ke dalam tanpa memedulikannya. Wikra segera menarik tangan Yifei hingga membuat wanita itu berhenti.


"Kenapa pulang telat?"


"Aku ada urusan."


"Kencan sama Ezhar dan ninggalin anakmu seharian?"


"Ahin sudah ada yang jaga."


"Tapi Ahin butuh kamu!"


Mata mereka bertatapan, Wikra berbohong. Ahin sudah terbiasa ditinggal Yifei seharian. Tapi Wikra menggunakan alasan Ahin supaya wanita itu tidak menemui Ezhar lagi.


Tangan Wikra yang mencengkram kuat dihempas Yifei, tatapan wanita itu marah dengan perkataan Wikra.

__ADS_1


"Kamu sendiri selalu ninggalin Ahin, jangan bicara seolah-olah aku ibu yang nggak bertanggungjawab!" Kalimat Yifei penuh dengan penekanan.


"Bukan itu maksudku," kata Wikra.


Wikra hanya ingin bilang supaya Yifei jangan menemui Ezhar lagi, dia ingin bersikap overprotektif seperti dulu. Mendekap Yifei hanya untuk dirinya sendiri. Tapi sekarang tidak bisa, Yifei bukan istrinya.


Di surat perjanjian tertulis bahwa Wikra dilarang mencampuri urusan pribadi Yifei, pernikahan mereka hanya untuk Ahin. Selebihnya mereka akan mengurus kehidupan masing-masing.


"Udahlah, aku capek debat."


Yifei pergi meninggalkan Wikra masuk ke dalam rumah, pria itu hanya bisa melihat punggung Yifei dari belakang tanpa mampu dia raih seperti dulu.


Empat tahun membuat semuanya berubah, Yifei bukan lagi gadis polos penuh cinta. Sekarang Yifei berubah menjadi wanita tangguh sampai Wikra kehilangan kata-kata.


Wikra berusaha menenangkan dirinya, dia tidak boleh bersikap kasar atau Yifei akan semakin menjauh. Pengalaman beberapa hari ini adalah Yifei akan mau bicara padanya kalau dia lembut. Seperti saat mereka di rumah kerabat.


Setelah Yifei mandi dan menidurkan Ahin, mereka menemui orang tua. Duduk di ruang tengah.


"Apa yang mau kalian bicarakan?" tanya Papa.


"Kami mau menikah kembali," jawab Wikra pasti.


"Fei, apa Wikra memaksamu?" tanya Mama.


"Ma--" Wikra tidak terima, tapi omonganya dipotong oleh tangan Papa yang mengacung ke depan. Menyuruhnya diam.


Yifei menggeleng. "Nggak, Tante. Ini keinginanku sendiri."


"Kamu yakin?" tanya Papa.


"Yakin, Om. Aku ingin ngasih keluarga harmonis untuk Ahin seperti yang kalian bilang sebelumnya."


Mama dan Papa tidak bisa berkata apapun lagi jika itu pilihan Yifei, pembahasan berlangsung hingga ke acara resepsi.


"Om, aku pingin pernikahan jadi acara keluarga aja. Nggak usah resepsi gede-gedean kayak dulu."


"Kenapa?" Wikra langsung bertanya.

__ADS_1


"Ini kan cuma pernikahan kedua."


"Nggak papa lah, biarin semua orang tahu kalau kamu jadi istriku lagi."


Yifei menarik lengan Wikra supaya menunduk. Wanita itu berbisik, "setahun lagi kan kita cerai."


Bisikan yang membuat hati Wikra nyeri, kenyataan bahwa pernikahan mereka hanya setahun maka dari itu Yifei malu mengadakan resepsi. Apalagi pernikahan mereka sebelumnya hanya 7 bulan.


"Gimana? Kalau kami pinginnya sih resepsi digelar mewah kayak dulu," kata Papa.


"Nggak usah, Pa. Yifei kurang nyaman karena ini pernikahan kedua." Akhirnya Wikra mengalah.


"Yahh... kalau gitu kita gelar secara tertutup buat keluarga aja. Tapi tetap pakai dekor yang bagus dan gedung." Mama terlihat sangat antusias.


Mereka tidak bisa menahan Mama yang sangat antusias seperti itu, Wikra melirik Yifei. Dia senang karena sebentar lagi akan menjadi suami Yifei lagi.


Selesai menentukan tanggal, mereka berdua keluar dari ruangan. Berjalan beriringan menuju tangga. Wikra terus melirik Yifei di sebelahnya. Di surat perjanjian tidak disebutkan bahwa Wikra tidak boleh menyentuh Yifei.


Artinya saat mereka sudah menjadi suami istri lagi, ia boleh meminta jatah sebagai suami. Wikra tidak sabar menantikan hal tersebut. Dari banyak wanita, Wikra merasa nyaman dan tentram saat melakukannya dengan Yifei.


Padahal tubuh para wanita malam lebih bagus, kalau soal cantik, Yifei juga kalah dari mereka. Hanya saja, dia merasa Yifei seperti candu.


"Tidur yang nyenyak," kata Wikra. Membuat Yifei berbalik dengan kening berkerut.


Mungkin wanita itu merasa aneh, sebelumnya Wikra tidak pernah perhatian seperti ini. Tapi sekarang Wikra merasa tidak sabar menjadi suami Yifei lagi supaya dia bebas menyentuh dan tinggal sekamar.


"Emb, iya. Kamu juga." Yifei membalas dengan canggung. Sementara Wikra hanya tersenyum penuh arti.


.


.


.


.


bersambung

__ADS_1


mau cerita dikit, Ahin kan aku ajuin lomba anak genius. udah aku daftarin lomba dua kali tapi ditolak terus. hahahaha, nyesek. ༎ຶ‿༎ຶ


yah yaudah mau gimana lagi. Udah terlanjur up. tetap bakal aku selesaikan sampai akhir. temen-temen bakal tetep dukung aku kan walaupun gk bisa ikut lomba? 🥲


__ADS_2