Buntalan Kosong

Buntalan Kosong
Bathtub


__ADS_3

Hal yang tidak Ezhar sukai adalah tinggal di rumah, ia tidak punya keluarga dan kesepian. Kalau dulu ia masih bisa numpang di keluarganya Yifei yang ramai, tapi sejak Yifei menikah, ia merasa benar-benar sendirian.


Seharian Ezhar hanya tidur, sore harinya membuka ponsel, banyak pesan masuk dari Yifei dan Tania. Sahabatnya itu menanyakan dia akan datang jam berapa.


"Aku akan datang jam delapan." Ezhar membalas pesan itu.


Seharian tidak mandi membuat tubuhnya lengket, ia berendam di bathtub sembari menikmati segelas wine. Terasa enak dan sangat nyaman.


Ia hampir tertidur di antara busa hingga suara teriakan membuat matanya terbuka, itu suara Tania, membuka paksa pintu kamar mandi.


"Ezhar! Kenapa kamu nggak ngangkat teleponku?" tanya Tania dengan nada tinggi.


Ezhar mendesah berat dan kembali berbaring, Tania sudah merusak acara santainya. Sekarang sudah jam 6 sore, cukup lambat bagi wanita itu untuk menemukan dia di rumah.


Mungkin saja Tania sibuk mengurus para wartawan dan netizen yang menghujatnya. Ezhar tidak peduli. Baginya hubungan dengan Tania sudah berakhir. Apapun yang Tania lakukan bukan urusannya lagi.


"Ez, aku harus jelaskan semuanya. Aku sama Frans cuma berteman."


Tania mendekat, ia berjongkok di samping bathtub dan menyeimbangkan wajahnya dan Ezhar. Mata Ezhar masih tertutup. Menikmati hangatnya air dan wangi aroma terapi.


"Berteman sampai ciuman dan tidur bareng, kamu terlalu lucu."


"Itu karena kamu nggak pernah mau tidur sama aku!" Teriak Tania, menyalahkan Ezhar atas perselingkuhannya.


Siapa juga yang mau tidur dengan Tania? Ezhar tidak gila melakukan hal itu. Sebagai pria sejati, ia tidak akan meniduri wanita sembarangan. Berbeda dengan artis lain yang beberapa kali ia lihat ke hotel bersama pelacur.


Meskipun statusnya sebagai artis terkenal bisa tidur dengan orang lain secara bebas, tetap saja tidur dengan sembarang wanita adalah perbuatan menjijikkan. Ezhar berjanji pada diri sendiri tidak akan seperti itu.


"Bukankah seharusnya kamu bersyukur memiliki pacar yang menjaga kehormatanmu?"


Ezhar mengambil wine dan duduk tegak, wine sedikit membuatnya mabuk. Ia sangat jarang minum alkohol kecuali saat-saat tertentu.


"Aku tidak butuh hal semacam itu, yang aku butuhkan itu kamu," ucap Tania. dia sangat bersikeras.


"Kau tidak butuh aku, yang kau butuhkan kepuasanmu sendiri." Ezhar menjawab dengan santai.


Wanita itu membuka gaun sexynya dan masuk ke dalam bathtub. Mencium bibir Ezhar dengan mesra. Sangat menggoda andai saja Ezhar tidak kedinginan.


Ia menikmati ciuman Tania seolah memaafkan kesalahannya, tapi setelah Tania memegang barang pusakanya, Ezhar mendorong. Ia berdiri. Membuat Tania jatuh dari pangkuannya.


"Kenapa Ez? Apa tubuhku nggak menarik?" pertanyaan Tania tampak putus asa.


Mereka sudah berciuman mesra, kalau lelaki biasa pasti akan menyambar Tania tanpa ampun. Sayangnya Ezhar berbeda.


Ezhar menuju shower dan membilas diri, Tania yang sudah basah mengikutinya dari belakang. Wanita tanpa busana itu diabaikan Ezhar seolah badan sexynya tak berharga.

__ADS_1


"Apa yang kurang dariku sampai kamu nggak mau menyentuhku?!" tanya Tania lagi. Ia seperti orang yang putus asa.


Ezhar mematikan shower lalu mengambil handuk, memakainya sembari berjalan mendekat ke Tania. Ia menangkap wajah wanita cantik itu, mengelusnya sebentar sebelum menyambar bibirnya untuk dinikmati.


Cukup lama sampai Ezhar puas dan kehabisan napas, ia mengusap kepala Tania sembari menyinggungkan senyum. Lalu berbisik, "karena kamu wanita murahan dan tidak berharga."


Ezhar berjalan melewatinya, meninggalkan Tania yang membeku di kamar mandi. Mungkin tidak menyangka Ezhar yang biasanya sopan berkata seperti itu.


Kalau Ezhar harus menikah, maka ia akan menikahi gadis dari keluarga baik-baik. Bukan wanita murahan seperti Tania yang mengobral tubuhnya untuk kepuasan sesaat.


Ezhar pernah bercerita tentang ini pada Yifei dan Kiara, mereka bertiga saling menyebutkan tipe ideal dan berjanji menjaga diri untuk pasangan.


"Aku pingin nikah sama orang yang penuh semangat dan bisa memotivasi orang lain," jawab Yifei.


Bisa dipastikan bahwa tipe ideal Yifei adalah Wikra, wanita itu jatuh cinta pada pandangan pertama.


"Aku ingin orang yang mencintaiku lebih dari aku mencintainya. Bahkan kalau bisa rela mati demi aku," jawab Kiara. Tersenyum lebar.


Gini gilaran Ezhar. "Aku pingin orang yang bisa menjaga kesucian untukku."


Mendengar itu kedua sahabatnya tertawa. "Kamu saja selalu cium sana sini masa minta hal mustahil kayak gitu."


Memang seperti mustahil, tidak bisa dipungkiri bahwa Ezhar sering pacaran dan ciuman, termasuk grape-grape. Tapi ia tidak pernah melewati batas lebih dari itu. Apalagi memperawani anak orang.


Berbeda dengan Kiara yang rela tidur dengan pria lain saat mereka masih remaja, dari mereka bertiga, Kiara yang paling nakal.


Satu hal yang bisa dia lakukan sekarang, yakni menjaga komitmen, bisa buktikan sekalipun Tania terus menggoda, pendiriannya untuk stay halal tidak berubah.


Tania keluar dari kamar mandi setelah memakai bajunya kembali, ia menangis dan pergi meninggalkan Ezhar yang sedang memakai baju. Tidak Ezhar pedulikan meski pintu kamarnya dibanting.


Tepat jam 7 malam, Ezhar membawa kado yang berupa kalung liontin menuju pesta adik iparnya Yifei. Ia sudah pernah bertemu dengan gadis yang berulang tahun itu saat pernikahan kedua Yifei. Dia gadis manis yang mengidolakannya. Mereka sempat berfoto bersama.


Ezhar mengendarai mobil tanpa supir, melaju kencang di jalan tol. Gemerlap kota Jakarta menghiasai sisi kanan dan kiri. Ezhar menurunkan kaca mobil. Merasakan angin menerpa wajah.


Katanya pesta diselenggarakan di rumah, belum pernah ke rumah keluarga Wikra membuatnya kesulitan mencari meskipun memakai maps.


"Di mana rumah keluarga si bajingan itu," gumamnya sembari melihat kanan kiri.


Hingga terlihat rumah dengan lampu bersinar paling terang, banyak mobil keluar masuk dari sana. Ezhar segera masuk bersama tamu undangan lain. Ia memakai masker supaya tidak ada kehebohan.


Tepat di depan pintu masuk, ia tak sengaja bertemu dengan Yifei.


"Ez!" Sapa Yifei bersama Ahin dan Wikra. Mereka juga baru turun dari mobil.


Ezhar melambaikan tangan, sementara Ahin berlari memeluknya. Bocah kecil itu katanya sudah bersekolah.

__ADS_1


"Ain kangen Om Es!" Ahin kini berada di gendongan Ezhar.


Ia mengusap rambut Ahin. "Om Ez juga kangen Ahin."


"Udah lama nggak ketemu, ya? Makasih udah sempetin dateng, pasti kamu sibuk." Yifei tersenyum cerah.


"Maaf ya, akhir-akhir aku sibuk banget. Kemarin baru pulang konser di Singapur."


"Aku paham, kok. Nggak papa, kamu kan cari duit."


Meskipun terlihat baik-baik saja, Ezhar tahu bahwa Yifei tengah menderita karena sakitnya. Ia tahu Wikra mencari pendonor seperti orang gila, bahkan mengadakan sayembara.


Ezhar melirik ke Wikra, wajahnya seperti orang yang ingin mengajak tawuran. Menyebalkan seperti biasa.


"Ayo masuk," kata Yifei.


Mereka masuk ke dalam, sudah banyak tamu yang hadir dan melihat ke arah mereka. Ezhar yang melepaskan masker sejak bertemu Yifei langsung dikerubungi orang-orang. Mereka memotret Ezhar hingga membuat Ahin takut.


"Ikut Papa," kata Wikra meminta Ahin.


Ezhar memiringkan tubuhnya, menolak Ahin digendong Wikra. Ia masih kangen pada bocah itu.


"Biarkan Ahin bersamaku," kata Ezhar.


"Tuan superstar harus menghadapi fansnya, saya tidak mengizinkan anda membawa putra saya ikut serta."


Wikra hendak merebut paksa Ahin, Ezhar berusaha menepisnya. Membuat suasana canggung itu terjadi di antara kerumunan orang.


"Serahkan putra saya," ucap Wikra lirih tapi penuh penekanan.


Pada akhirnya Ezhar memberikan Ahin pada Wikra, lalu orang-orang mengerubungi Ezhar meminta foto bersama. Ezhar kesulitan keluar dari keadaan itu. Ia tak menyangka fansnya sebanyak ini di acara ulang tahun.


"Permisi, saya mau menemui Tuan Rumah dulu."


Dengan susah payah Ezhar keluar dari kerumunan.


.


.


.


.


bersambung

__ADS_1


jangan lupa komen dan pencet like ya manteman. Kalau ada waktu mampir ke akunku di. I N N O V E L. insyaallah aku bakal ikut lomba di sana. 🥺 ngajuin naskah lain kok. bukan cerita ini. Mohon bantuannya tap love novel-novelku di sana. 😭


Walaupun gagal di sini, aku terus berusaha ikut lomba di manapun. 🙂


__ADS_2