CEO Cantik Adalah Istriku

CEO Cantik Adalah Istriku
Bab 11. CCAI 11


__ADS_3

Di Jakarta Mama Citra tengah terbaring lemah di brankar rumah sakit, mungkin Mama Citra masih berpikiran kalau puteri nya yang jauh pergi darinya hanya untuk menenangkan hati yang sudah terlanjur sakit karena penghianatan dari seorang laki-laki yang sudah sangat ia percaya selama ini, namun dia malah berulah dan juga memilih menghianati puterinya.


''Mas, aku ingin menghubungi Riana dan juga Andrian,'' ujar Mama Citra yang baru di pindah ke tempat lain.


''Lebih baik Mama istirahat saja dulu ya, besok kita baru hubungi mereka,'' sahut Tuan Arzan mendongak menatap wajah pucat sang istri.


''Mass??''


Dengan sangat terpaksa Tuan Arzan menghubungi puteri nya yang sama sama sedang terbaring di rumah sakit.


Drttt


Ponsel Riana bergetar di atas nakas, Alkairo yang mengetahu ponsel Riana bergetar segera mengambilkan ponsel tersebut, lalu ia kasih kepada Riana yang kini sedang merasa sedih, setelah kepergian sang kakak tadi.


''Papa,'' gumam nya yang di angguki oleh Alkairo di dekat nya.


-''Assalamu'allaikum Pa,'' Ucap Riana setelah menggeser layar ponselnya.


Nampak raut wajah Tuan Arzan yang mulai kebingungan melihat sang puteri dengan wajah pucat nya, di tambah lagi Tuan Arzan melihat sekilas selang infus yang ada di samping nya.


-''Sayang, kamu nggak apa apa kan?,'' tanya Tuan Arzan yang sudah melupakan kata salam puteri nya, Tuan Arzan sendiri memilih keluar dari ruangan inap sang istri, takut takut istri nya mendengar malah semakin drop kesehatan nya.


-''Riana nggak apa apa kok Pa, hanya kecapean saja tadi, jadi harus di pasang ingus seperti ini, bentar lagi boleh pulang kok?'' jawab Riana dengan memaksakan senyuman nya.


''Papa ada di rumah sakit juga,siapa yang sakit?'' tanya Riana yang melihat para suster dan beberapa pasien yang berlalu lalang dari layar ponsel nya.


-''Papa lihat teman Papa di sini, ya sudah kamu istirahat saja sekarang, jangan suka begadang lagi,'' pesan Tuan Arzan yang di angguki oleh Riana.


Panggilan pun terputus dan Riana mengalihkan pandangan nya ke arah Alkairo yang sedang sibuk dengan laptop nya.


Tadi Alkairo meminta salah satu pelayan nya untuk mengantat laptop dan juga makanan dari rumah nya, dan aksi itu di ketahui oleh orang tua Alkairo.

__ADS_1


Flashback On


-''Bi, tolong antarkan laptop yang ada di kamar ke rumah sakit sekarang?'' pinta Alkairo di sambungan telfon nya.


-''Baik Tuan?'' jawab sang pelayan tanpa banyak tanya kepada Tuan mudanya tersebut.


Alkairo segera mematikan ponselnya setelah mengucapkan kata perintah kepada pelayan rumah nya.


Mama Alkairo yang ada di ruang keluarga melihat pelayan nya butuh buru turun dari tangga dengan sebuah laptop di tangan nya bertanya.


''Bi, mau di bawa kemana laptop Al, dan kenapa Bibi terlihat buru buru githu? ada apa,'' tanya Mama Alkairo, dengan beberapa pertanya'an kepada pelayan kepercaya'an nya.


''Maaf nyonya, tadi saya di hubungi Tuan Alkairo untuk segera mengantarkan laptop nya ke rumah sakit,'' jawab sang pelayan dengan menundukkan wajah nya, karena takut kena marah sang majikan, karena sudah lancang masuk begitu saja ke kamar Tuan mudanya.


Sedangkan wajah Mama Alkairo sudah tegang mendengar kata rumah sakit, yang terlontar dari pelayan nya.


''Saya berangkat dulu Nyonya,'' pamit nya dengan setengah membungkukkan badannya ketika melewati Tuan rumah nya.


Mama Alkairo hanya mengangguk dan tak berapa lama, dia berteriak memanggil suaminya yang ada di ruangan kerjanya, mengingat sang putera yang belum oulang ke rumah nya, sedangkan saat ini sudah menunjukkan pukul 9 malam.


''Pa, Alkairo ada di rumah sakit sekarang?'' ucapnya dengan nada sedih.


''Mama dengar dari siapa kalau Al, ada di rumah sakit,'' tanya sang suami, karena baru beberapa menit Alkairo menghubungi Papa nya untuk membahas masalah kantor nya.


''Tadi Bibi pergi untuk mengantarkan laptop nya ke rumah sakit, dan malam ini dia juga belum pulang Pa, Mama khawatir terjadi sesuatu kepada putera tunggal kita,'' jawab nya dengan mendudukkan dirinya di sofa nya kembali.


''Lebih baik kita tunggu kabar dari Bibi saja setelah ini.''


Selang beberapa waktu pelayan yang ia tunggu akhirnya kembali ke kediaman Alkairo.


''Bibi, siapa yang ada di rumah sakit,'' tanyanya penasaran.

__ADS_1


''Maaf Nyonya, yang ada di rumah sakit seorang wanita muda, tapi Tuan Muda terlihat bahagia menunggu wanita itu,'' jawab nya dengan berkata apa adanya.


''Baiklah, sekarang kamu boleh istirahat,'' suruh Tuan besarnya.


Papa Alkairo segera merogoh saku celananya dan menghubungi anak buahnya untuk mencari tau kebenaran wanita mana yang sedang bersama Alkairo saat ini


''Kita tidur sekarang, sudah malam dan juga tidak baik dengan kesehatan kamu,'' ajaknya dengan merngkuh bahu wanita oaruh baya yang masih terlihat cantik. Tak ada keriput sama sekali di wajahnya.


Flashback Off


...****************...


Riana yang sudah bangun dan duduk di pinggir tempat tidurnya menoleh kepada dia laki-laki yang sedang terlelap di sofa, Riana turun dari tempat tidur dengan sangat perlahan karena perutnya masih terasa sakit, walau hanya sedikit.


Riana berjalan menuju kamar mandi dengan membawa infus di tangan nya, namun saat akan memasuki ke kamar mandi di ruang inap nya. Pintu di ketuk dan tak lama kemudian nampak lah dia orang laki-laki dan juga perempuan paruh baya masuk ke dalam ruangan tersebut.


''Pagi,'' sapanya, ''Maaf ya sudah ganggu kamu pagi pagi,'' lanjutnya dengan menatap sofa yang masih ada putera nya yang sedang tertidur di sana.


'Tunggu, kenapa ada dua laki-laki di kamar ini,' batin Mama Alkairo.


''Nggak apa apa tante, dan pagi juga,'' balas Riana dengan lembut, sedangkan tangan tangan nya mengulurkan ke kedua orang tua di depan nya. Riana mencium punggung tangan orang tua Alkairo.


''Maaf tante, kalau saya boleh tanya? tante mencari siapa,'' tanya Riana sopan, dia sadar kalau dirinya tidak punya saudara di kita ini.


''Saya...''


''Mama,'' potong Alkairo membuat Riana terkejut, karena dia tidak tau kalau di depan nya salah orang tua Alkairo.


''Kamu mau kemana Ri,'' tanya Alkairo yang sudah berjalan menghampiri Riana yang masih berdiri mematung dengan infus di tangan nya.


''Ach, a-aku mau ke kamar mandi,'' jawab Riana gugup.

__ADS_1


''Biar saya antar kamu,'' Alkairo tak menunggu jawaban dari Riana, dia segera membawa Riana ke kamar mandi, dan keluar setelah memastikan Riana baik baik saja di dalam.


''Mama sama Papa kenapa datang ke sini,'' tanya Alkairo dengan rasa ingin taunya, dia tau pasti Papa nya sudah menyuruh seseorang untuk menyelidiki dia saat ini.


__ADS_2