CEO Cantik Adalah Istriku

CEO Cantik Adalah Istriku
Bab 41. CCAI 41


__ADS_3

Laura bersama Michael sedang menuju ke rumah sakit untuk memeriksakan kehamilan nya kembali, Laura sangat antusias dengan pemeriksa'an saat ini, karena keduanya akan tau, jenis kelamin janin yang ia kandung, Laura terus berdo'a di dalam hatinya, dia menginginkan yang terbaik sehingga keluarga dari suaminya tidak merasa kecewa dengan kehadiran calon anak nya nanti.


''Kenapa kamu tegang githu,'' tanya Michael ketika menatap wajah tegang Laura.


''Aku takut Mas, aku takut jenis kelamin anak kita membuat kamu kecewa karena tidak sesuai dengan apa yang kamu ingin kan,'' sahut nya dengan mata yang sudah mengembun.


''Sudah lah, jangan berfikiran seperti itu, mau laki-laki atau perempuan, itu sama saja, Allah memberikan kita seorang anak saja harus nya kita sudah bersyukur, karena di luaran sana masih banyak orang yang menginginkan seorang anak, namun mereka belum di kasih kepercaya'an oleh sang Khalik,'' tukas nya dengan kembali menatap jalanan.


''Apa Mas beneran tidak mempermasalahkan jenis kelamin anak kita,'' tanya nya sekali lagi, Laura ingin memastikan kalau dirinya tidak salah mendengar apa yang di ucapkan suaminya barusan.


''Iya, mau perempuan pun akan aku terima, masak iya aku buang sich! kan nggak mungkin,'' jawab nya dengan sedikit kesal, karena Laura masih tidak percaya dengan ucapan nya.


''Alhamdulillah kalau begitu Mas,'' Laura mengucapkan syukur karena suami dan juga mertua nya tidak mengharuskan Laura memberikan seorang anak laki-laki, kalau misalkan janin yang ada di dalam perut nya laki-laki, itu adalah bonus dari sang kuasa, karena sudah memberikan satu kebahagia'an lagi untuk dirinya.


Laura dan juga Michael menuju ruangan dokter kandungan, kemarin Michael sudah mendaftarkan diri Laura sebelum pulang dari rumah sakit tempat dia bekerja.


''Kalian sudah pada datang rupanya,'' sapa seorang dokter kandungan kepada Laura dan juga Michael yang baru masuk ke dalam ruangan nya.


''Iya dokter, apa kami terlambat,'' tanya Laura dengan mendaratkan boking nya ke kursi yang sudah di tarik oleh Michael.


''Tidak sama sekali kok Bu Laura, mari kita langsung saja ke ruang pemeriksa'an, kayak nya dokter Michael sudah sangat penasaran dengan jenis kelamin anak nya,'' ajak nya sekaligus mencoba menggoda Michael yang sedati tadi hanya menatap sang dokter perempuan di depan nya.


''Sama sekali tidak penasaran kok, selama calon baby dan Ibu nya sehat itu sudah lebih dari cukup,'' jawab Michael membalas ucapan canda'an yang di peruntukkan kepada nya.


Sang dokter wanita pun hanya tertawa mendeteksi penuturan dari rekan kerja nya di rumah sakit tersebut.


Kini Laura sudah berbaring dengan baju yang sudah mereka singkap ke atas, sedangkan di bawah perut di tutupi dengan kain seperti selimut. Perawat yang membantu dokter kandungan itu pun mengoleskan sebuah gel ke perut Laura, dan mengarah alat pendeteksi di sana, mencari letak kelamin baby yang masih ada di dalam perut nya, sesaat sang dokter tersenyum simpul karena dugaan kemarin ternyata benar.


''Semua nya sudah oke, dan selamat buat kalian berdua, calon baby kalian berjenis kelamin laki-laki, sekali lagi selamat ya,'' ucap sang dokter mengucapkan kata selamat kepada kedua orang tua muda di depan nya.

__ADS_1


''Dokter tidak salah kan?'' tanya Laura masih tidak percaya dengan penuturan dokter kandungan yang memeriksa nya.


''Benar Bu Laura,'' sang dokter meyakinkan pertanya'an Laura yang masih belum sepenuh nya percaya.


''Alhamdulillah, Wasyukurillah, Wanikmatillah, Laahaula Walakuata Illa Billahi Aliyil Adzim,'' Ucap Laura dengan senang nya, Michael terperanjat dengan ucapan spontan sang istri.


'Apa aku baru mengetahui sisi baik nya sekarang,' gumam Michael di dalam hatinya.


''Ini resep obat yang harus dokter tebus,'' dokter kandungan memberikan sebuah kertas yang sudah di tulis nama obat untuk Laura.


''Baiklah, terima kasih dokter,'' ucap Laura dengan terus mengembangkan senyuman nya kepada sang dokter.


''Kamu tunggu di sini saja, biar aku yang pergi ke apotik,'' Ucap Michael mendudukkan Laura di depan ruangan dokter kandungan yang tadi ia temui.


Michael berjalan menuju ke apotik untuk menebus obat yang sudah di resep kan untuk istri nya. Michael merasa sangat bahagia saat ini, karena dia bisa mengetahui jenis kelamin calon anak nya yang masih berada di dalam kandungan Laura.


''Semoga kamu sehat selalu sayang, Mama akan memberikan keluarga yang lengkap dan juga, Mama akan membuat kamu selalu bahagia bersama keluarga Papa kamu,'' gumam Laura yang terus mengelus perut buncit nya.


Michael mengajak Laura pulang setelah selesai menebus obat di apotik yang ada di dalam rumah sakit tersebut.


''Mau pulang sekarang, apa masih ingin jalan jalan dulu,'' tanya nya dengan penuh perhatian, berbanding terbalik dengan sifat nya yang terdahulu, dulu Michael selalu bersikap angkuh dan cuek kepada sang istri Laura, karena kesalahan satu malam dulu, telah merusak masa depan nya bersama dengan Andriana, wanita yang sangat ia cintai, meski ia hanya di jodohkan saja.


Tapi hanya kesalahan semalam, rencana yang sudsh di rencanakan sejak satu tahun harus sirna dalam satu jam saja, karena itulah Michael bersikap dingin dan sedikit angkuh dengan Laura, tapi lambat laun Michael merasa luluh dengan sikap Laura yang sudah semakin berubah menjadi lebih baik. Maka dari itu Michael menurunkan ego nya ketika melihat perubahan sang istri yang mencoba berubah lebih baik lagi.


Nyatanya yang dia lihat itu adalah benar ada nya, Laura sudah berubah dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah, dan juga sikap kepada kedua orang tuanya yang lebih sopan kepada mereka berdua.


''Memang nya boleh kalau jalan jalan dulu,'' tanya Laura dengan sangat antusias. ''Memang nya Mas Michael tidak bekerja hari ini,'' tanya nya lagi mengingat Michael mengajak jalan jalan.


''Nanti sore aku baru mulai kerjanya, jadi sekarang aku akan mengajak kamu jalan jalan dulu, itu kalau kamu mau sich?!'' ucap nya dengan panjang lebar.

__ADS_1


''Mau mau mau Mas, aku sudah lama tidak jalan jalan, jadi aku pengen jalan jalan dech.'' jawab Laura dengan sangat bahagia.


Michael tersenyum melihat wajah bahagia Ibu dari calon bayinya, ''Ayo, nanti sore aku masih harus balik ke rumah sakit, karena ada pasien yang harus aku rawat juga.'' pungkas nya dengan mengulurkan tangan nya ke arah Laura, Laura masih dalam keterkejutan nya karena sang suami tiba-tiba mengulurkan tangan ke arah nya.


Dan dengan ragu Laura meraih tangan suaminya yang masih mengambang di depan nya, ''Terima kasih Mas?'' Ucap nya dengan senyum yang sudah mengembang di kedua bibir nya.


Michael hanya mengangguk dan memegang tangan Laura, menatap perut buncit yang semakin hati semakin membesar saja. Senyuman terus menghiasi bibir Laura ketika mendapatkan perhatian lebih dari suaminya, sesekali tangan kiri nya mengelus perut buncit nya dengan pelan, sampai akhirnya dia mengaduh karena baby boy nya menendang.


''Sayang jangan kencang kencang oke,'' gumam Laura menatap perut buncit nya.


''Kenapa?''


''Nggak apa apa, cuma nendang kok Mas,'' jawab nya dengan mengulas senyum ke arah Michael.


''Ech, anak Papa tidak boleh nakal oke,'' Ucap Michael yang sudah menghentikan langkah kakinya. Laura tertawa melihat tingkah suaminya yang kini tengah berjongkok di depan nya. Namun Laura merasa sangat bahagia dengan perhatian dan kelembutan yang di kasihkan oleh Michael suaminya.


.


.


.


.


.Bersambung


Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasihπŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•

__ADS_1


__ADS_2