CEO Cantik Adalah Istriku

CEO Cantik Adalah Istriku
Bab 66. CCAI 66


__ADS_3

Papa Arzan mengerahkan seluruh anak buah nya yang ada di New York, untuk segera mencari keberada'an putrinya yang sudah beberapa hari ini tidak pulang ke rumah nya.


Sebenarnya Alkairo ingin mencari sendiri istri nya, tapi Andrian sudah terlanjur mengatakan semuanya kepada Papa Arzan, sehingga mau tak mau Alkairo hanya menarik nafas panjang nya.


Di tambah lagi saat ini sang istri sedang hamil, dan dia sudah beberapa hati tidak pulang, sampai saat ini keberada'an nya belum di temukan.


''Bagaimana, apa ada perkembangan dari anak buah mu,'' tanya Papa Arzan ketika dirinya sudah sampai di Bandara.


''Belum tuan, Nona Riana belum kami temukan, mungkin seseorang menyembunyikan Nona,'' ucap nya dengan menunduk hormat.


''Ya sudah, lebih baik kita ke apartemen Rian sekarang, aku mau tanya sama dia tentang bagaimana adek bisa menghilang, sampai sampai tidak ada jejak sama sekali,'' jawab nya dengan tegas, sembari melangkahkan kakinya, menuju mobil yang sudah di sediakan tak jauh dari dia berdiri.


Anak buah yang tadi berada di dekat Papa Arzan hanya bisa menghela nafas, ketika Tuan nya sudah pergi meninggalkan dirinya.


Sopir yang sudah menunggu di dalam mobil hanya bisa mengikuti perintah dari tuan nya, sedangkan sang anak buah hanya bisa diam tanpa tau harus berkata apa lagi kepada sang Tuan.


Tiba-tiba ponsel nya berdering, yang menampakkan ID nomer anak buah nya yang lain, tengah menghubungi nya.


-''Ada apa,'' tanya nya, dengan menatap spion kecil di atas nya.


-''Bos, kita sempat menemukan titik keberada'an Nona Riana, tapi setelah kami cek kembali? ternyata mereka sudah melatikan diri bos,'' jawab nya dengan jujur.


-''Kejar terus, kemanapun mereka pergi,'' seru sang bos.


-''Baik bos,'' jawab sang anak buah nya.


''Ada apa,'' tanya Papa Arzan dengan nada dingin nya.


''Anak buah saya sudah menemukan tempat persembunyian mereka Tuan, tapi? mereka mencium jejak kedatangan mereka,''


''Jadi dia kabur begit,'' sahut Papa Arzan dengan nada santai nya, karena sudah beberapa kali kejadian seperti itu.

__ADS_1


''Sudahlah, lebih baik anak buah kamu suruh istirahat saja sekarang kasian juga dia sudah mencari Riana selama 4 hari ini,'' ucap nya.


''Jadi semuanya di pecat Tuan?'' sahut nya dengan nafas yang sudah naik turun, mendengar penuturan dari Tuan besar nya.


''Yang bilang mereka di pecat kan kamu, aku bilang suruh istirahat,'' jawab Papa Arzan dengan lantang.


''Baik Tuan,'' jawab nya pasrah, mana bisa dia memecat anak buah begitu saja, tanpa alasan tertentu yang jelas, mereka semua sudah sangat berjasa di keluarga Papa Arzan selama ini, mereka semua anak buah yang sangat setia terhadap sang Tuan.


Papa Arzan mengambil ponsel nya, dan segera menghubungi salah satu kaki tangan nya.


-''Segera datang ke alamat yang sudah aku kirimkan,'' ucap Papa Arzan dengan singkat.


-''Baik Tuan,'' jawab nya, setelah mendengar jawaban sang anak buah, Papa Arzan segera mematikan ponsel nya, dia menyandarkan tubuh lelah nya, mengingat Putri nya saat ini, apalagi Mama Citra tidak tau apa apa tentang masalah yang sedang menimpa putri cantik nya.


...****************...


Di rumah Alkairo, Mama Nathalie terus mondar-mandir menunggu laporan dari anak buah suaminya.


''Lebih Mama duduk dulu sekarang, Papa tambah pusing melihat Mama yang mondar-mandir seperti itu,'' jawab nya dengan memijat pelipis nya yang terus saja berdenyut.


''Itu semua salah Papa tau nggak, kenapa Papa malah menyuruh menantu kita untuk menyelidiki itu semua, Papa kan bisa menyuruh orang lain yang bisa mengatasi masalah ini, jadi kita tidak akan kehilangan menantu kita Pa, di tambah lagi sekarangwnantu kita sedang hamil Pa, bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan kehamilan nya,'' sambung Mama Nathalie dengan panjang lebar.


''Selama ini baik baik aja Ma, Papa juga tidak menyangka? kalau kejadian nya akan seperti ini,'' jawab nya dengan pasrah, semuanya karena idenya.


''Mama dan Papa harus nya tidak bertengkar dengan masalah ini, Alkairo semakin pusing melihat kalian berdua selalu berdebat,'' ungkap nya dengan beranjak dari duduk nya, Alkairo tengah stress dengan hilang nya sangat istri, sedangkan kedua orang tuanya saling menyalahkan satu sama lainnya, membuat Alkairo semakin pusing.


''Kamu mau kemana Al,'' teriak Mama Nathalie ketika melihat putra nya keluar dari rumah nya.


''Ke apartemen Andrian Ma, Papa Arzan datang hari ini,'' jawab nya berlalu, Alkairo masuk ke dalam mobil nya dengan lesu.


''Ya Allah, segera kanlah hamba pertemukan dengan istri hamba ya Allah,'' gumam nya di saat mobil yang ia kendarai sudah bergabung di jalanan yang semakin padat.

__ADS_1


''Sayang, kamu kemana sich? mas kangen tau,'' lagi lagi Alkairo hanya bisa bergumam di sepanjang perjalanan menuju apartemen kakak ipar nya.


Di apartemen Papa Arzan sedang mengobrol dengan Andrian, anak kembar nya.


''Kakak sudah mencari kemana mana bersama Alkairo, tapi Adek tidak ketemu juga, maafkan Andrian Pa? yang belum bisa menjaga adek dengan baik,'' ucap nya dengan lirih, mengingat selama ini Andrian selalu berpikir kalau adek nya selalu dalam keada'an baik baik saja, mengingat keluarga suaminya sangat baik kepada nya, sehingga pikiran yang tidak baik baik di abaikan begitu saja, oleh Andrian.


''Semuanya sudah terjadi, dan semua ini bukan salah kamu kok, mungkin ada orang yang sudah tidak suka dengan adek kamu selama berada di sini, kita berdo'a saja, agar adek kamu segera di temukan,'' jawab nya dengan menepuk punggung Andrian.


Di luar apartemen, Alky berdiri mematung mendengar ucapan kedua orang di dalam yang tengah membahas istri nya.


''Maafkan saya sayang, harus nya aku yang turun langsung ke kantor cabang itu, tapi kamu selalu melarang ku, agar tidak ikut campur dengan penyelidikan kamu di sana, maafkan aku,'' lirih nya dengan menundukkan kepala nya.


Alkairo menarik nafas panjang nya, dan mwnghembuskan dwngan perlahan agr dia lebih tenang ketika dirinya masuk ke dalam, dan bertemu dengan kakak ipar nya dan juga Papa Arzan sang mertua.


''Assalamu'alaikum,'' ucap Alkairo yang kini sudah berdiri di ambang pintu.


''Waalaikum salam, kamu datang?'' tanya Andrian yang langsung beranjak dari duduk nya.


''Iya, aku kan sudsh berjanji akan datang, apalagi hari ini Papa datang ke sini untuk membantu kita, mencari istri Al,'' jawab Alkairo dengan mencium punggung tangan sang mertua.


Papa Arzan mengangguk pelan seraya terus menatap wajah menantunya yang sedikit kurus dan begitu lusuh, karena selalu mencari keberada'an putri nya.


.


.


.


BERSAMBUNG


Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•.


__ADS_2