
Di rumah besar keluarga Alkairo tengah kedatangan Mama Citra dan Papa Arzan, tak lupa juga sang kakak kembar Andrian, Andrian sendiri sudah sangat kangen dengan sang adek, jadi Andrian meminta ikut dengan sang Mama.
Riana sudah membersihkan tubuh nya, karena dia akan menunggu kedatangan sang Mama, tapi Riana telat? sebelum Riana selesai mandi, sang Mama dan juga Palanya sudah masuk ke dalam rumah besar menantunya.
''Assalamu'alaikum,'' ucap Mama Citra ketika sudah memasuki rumah besar besan nya.
''Waalaikum salam,'' jawab Mama Nathalie, Mama Nathalie beranjak dari duduk nya dan berjalan menghampiri sang besan yang sudah rela datang jauh jauh dari Indonesia ke New York.
''Ayo silahkan duduk jeng,'' Mama Nathalie mengajak sang besan duduk di ruang keluarga.
Alkairo berjalan dengan lesu, karena kejailan sang istri tadi, membuat Alkairo sakit perut.
''Assalamu'alaikum Pa, Ma,'' sapa Alkairo dengan mengucapkan salam kepada kedua mertuanya, tak lupa Alkairo mencium punggung tangan keduanya, dan di lanjut dengan berjabat tangan dengan Andrian, selalu kakak kembar istri nya.
''Riana mana Ma?'' tanya Alkairo yang belum melihat istri nya di tuang keluarga.
''Masih di kamar, dia bilang mau mandi tadi, memang nya kamu ada di mana kok nggak tau istri kamu ada di mana dan sedang apa,'' cecar Mama Nathalie kepada outera badung nya.
''Memang nya lupa ya, kalau Al tidak boleh masuk ke dalam kamar, bisa bisa ngamuk kalau Al masuk ke dalam sana,'' jawab Alkairo, karena sang Mama pura pura lupa dengan kebenaran yang sesungguhnya.
__ADS_1
Mama Nathalie terkekeh mendengar jawaban dari sang putera. ''Lagian kamu bau banget, jadi kamu tidak boleh masuk ke dalam kamar,'' Mama Nathalie tambah meledek Alkairo dengan mengatakan seperti ucapan Riana sang istri.
Riana berjalan menuruni anak tangga dan menghampiri keluarga nya yang sudah datang ke rumah suaminya.
''Mama kok nggak bilang kalau mau datang ke sini sich,'' tanya nya dengan meraih tangan Mama Citra dan juga Papa Arzan. Tak lupa juga tangan sang kakak.
''Mama hanya ingin membuat kejutan sama kamu saja, kalau Mama bilang jadinya bukan kejutan lagi dong?'' jawab nya dengan mengelus punggung Riana.
''Tapi kan Riana mau menjemput Mama waktu di bandara,'' rengek nya. Sifat manja Riana keluar ketika sedang bersama dengan Mama Citra, sedangkan dia sikap kuat nya, ia selalu yampakkan kepada keluarga suaminya.
Mama Nathalie hanya menggeleng kepala melihat sifat manja sang menantu kepada Mama nya.
''Mama tau nggak, sebenarnya Riana bosen di rumah terus, setiap hari selalu di kamar, makan di kamar, apa apa selalu di kamar?'' jelas nya dengan mimik wajah sedih nya.
''Bukan nya itu semua mau kamu sayang?'' sahut Alkairo yang melihat istri nya tengah mengadu kepada kedua orang tuanya.
''Nanti kita jalan jalan ya, tapi kalau kandungan kamu sudah sangat kuat untuk di bawa pergi jalan jalan, karena ini adalah cucu pertama Mama dan Papa,'' pesan Mama Citra kepada sang anak.
Riana yang mendengar hanya mendengus kesal dengan jawaban sang Mama, 'Kapan aku akan jalan jalan, sedangkan kehamilan ku saja masih beberapa minggu saja,' dengus nya di dalam hati.
__ADS_1
''Kalau Riana tidak boleh jalan jalan kaluar, bagaimana kalau Mama masakin makanan Riana saja,'' pintanya dengan setengah memohon kepada Mama Nathalie.
''Nanti Mama masakin makanan kesuka'an kamu,''
''Tapi Riana maunya sekarang Ma, bukan nya nanti,'' Riana memperjelas keinginan nya kepada sang Mama.
Mama Citra hanya berjalan menuju dapur, di mana di sana banyak asisten rumah tangga, di tambah lagi di sana ada beberapa chef yang sedang menunggu giliran nya masak.
Mama Citra tidak menggubris semua ucapan para pelayan, hari ini dia akan langsung memasak untuk sang outero yang sangat ia kangenin.
.
.
.
BERSAMBUNG
Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih ππππππππ