
jam 6 petang Riana baru sampai ke rumah nya bersama sopir Mama Nathalie yang sudah menunggu nya sedari tadi.
''Kenapa kamu baru pulang sayang?'' tanya Mama Nathalie melihat penampilan menantu nya, yang memang benar yang di katakan oleh putra nya tadi.
''Pekerja'an di kantor sangat banyak Ma, jadi Riana selesaikan dulu semuanyaa, agar besok tidak terlalu banyak,'' jawab nya lirih, rasa capek dan juga kesal dengan rekan kerja yang satu ruangan dengan nya, dia bersikap seperti atasan nya yang selalu menyuruh nyuruh orang seenaknya.
''Kayak nya kamu sangat letih, lebih baik kamu makan saja dulu,'' ajak Mama Nathalie dengan menuntun tangan menantu nya yang sejak sore ia tunggu.
''Riana mandi dulu dech Ma,'' sahut Riana dengan halus, agar Mama Nathalie tidak merasa kecewa kepada nya.
''Ya sudah, setelah mandi cepat turun dan kita makan malam bersama ya,'' balas Mama Nathalie melihat kepergian menantu nya yang tengah hamil 4 bukan itu.
Sepeninggal kepergian Riana, Mama Nathalie bergumam, ''Lusa empat bulan kehamilan Riana, aku mau adakan acara pengajian dengan Ibu Ibu di sini saja,''
''Mama sedang memikirkan apa lagi, bukan nya menantu kesayangan Mama sudah pulang ya,'' ujar Papa Alkairo yang masih berada di anak tangga paling bawah.
''Lusa adalah 4 bulan kehamilan Riana Pa, Mama ingin mengadakan acara pengajian dengan Ibu Ibu di sini saja,'' jawab nya dengan sangat antusias.
''Baiklah, terserah Mama mau apa, yang penting itu semua membawa kebaikan untuk Riana dan juga keluarga kita,'' balas nya dengan mengambil koran tadi pagi.
''Iya,'' jawab Mama Nathalie singkat.
Tak lama setelah obrolan itu Alkairo turun dari lantai atas dan berjalan menghampiri orang tuanya yang sedang mengobrol santai di ruang keluarga.
''Lagi ngobrol apa nich?'' tanya nya yang sudah ikut bergabung bersama dengan kedua orang tuanya.
''Lgi ngompol kamu yang tega dengan istri sendiri,'' jawab Mama Nathalie asal.
__ADS_1
''Lha kok bisa Al sich Ma yang salah, itu semua kan atas perminta'an Riana sendiri bukan aku yang nyuruh dia bekerja,'' Alkairo membela dirinya ketika Mama Nathalie menyudutkan dirinya.
''Sudah lah, Mama malas bahas ini lagi dengan kamu, lebih baik Mama hubungi catering saja untuk acara lusa, kamu jangan hadir ke acara itu,'' seru Mama Nathalie menunjuk ke arah Alkairo yang notabene nya tidak tau apa apa.
''Acara apa'an, dan kenapa Al yodak boleh datang sich,'' sahut Alkairo dengan menyilangkan kakinya.
''Pokoknya kamu tidak ada hak datang ke acara lusa, kamu kan di benci sama anak kamu? belum di lahirkan saja sudah di benci gitu,'' tukas nya dengan ketus.
''Mama selalu bersikap tidak baik dengan Al, sebenarnya Al anak nya siapa sich Ma, apa jangn jangan Al anak yang di oungut dari jalan dan di bawa pulang ke rumah ini,'' seru Alkairo membuat Mama Nathalie mendelik dan melemparkan bantal yang ia pegang sejak tadi.
''Jangan aneh aneh dech, aku yang hamil kamu selama 9 bulan 2 minggu, dan aku juga yang melahirkan kamu dengan taruhan nyawa ,'' jawab nya dengan sarkas, mengingat perjuangan Mama Nathalie yang cukup besar dengan melahirkan Alkairo dengan secara normal.
''Lagian Mama juga sich, selalu jahat sama Al, ketika Al sudah memiliki istri malah istri Al yang mendapatkan kasih sayang yang lebih dari Mama,'' papar nya dengan memalingkan wajah nya ke arah tangga, dan di sana dia tak sengaja bertemu muka dengan Riana yang berdiri di anak tangga.
Mama Nathalie juga menoleh ke arah tangga yang juga melihat Riana masih berdiam diri mematung di sana, Mama Nathalie beranjak dari duduk nya dan berjalan menghampiri Riana, mengajak nya ke meja makan.
''Ayo sayang kita makan saja sekarang?'' ajak nya dengan di angguki boleh Riana.
Akhirnya keluarga Alkairo makan malam dengan tenang, tanpa ada suara setelah katapun dari semua orang yang sedang berkumpul di meja makan, hanya dentingan sendok dan garpu yang saling beradu di atas piring.
Riana sesekali melirik suaminya yang sedang memikirkan sesuatu, namun Riana masih pura pura benci kepada nya dengan alasan dia masih ingin bekerja di kantor cabang, sampai semua para cecunguk cecunguk itu di tangkap.
Selesai makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga, membicarakan perkembangan kehamilan Riana yang kini perut nya sudah sedikit terlihat ketika mengenakan baju pres body.
Riana masih belum mengenakan pakaian syar'i nya, seperti perminta'an suaminya ketika dia masih belum hamil, tapi ketika dia hamil mood nya hilang begitu saja, mungkin setelah melahirkan, atau juga mungkin semuanya sesudah menyelesaikan misi nya dalam menangkap biang kerok di kantor cabang suaminya.
''Lusa Mama akan mengadakan pengajian, karena kandungan kamu sudah menginjak usia 4 bulan,'' kata Mama Nathalie memulai obrolan nya.
__ADS_1
''Tapi Riana harus bekerja Ma,'' jawab Riana yang merasakan tidak enak jati dengan Mama mertuanya yang sudah merencanakan semua nya dengan matang.
''Tak apa, kamu nekerja saja, nanti acara nya akan Mama adakan malam hati kok? jadi waktu pengajian di mulai kamu sudah di rumah,'' balas Mama Nathalie menatap menantu nya yang sedang memikirkan sesuatu.
''Apa kamu secapek itu di kantor cabang,'' tanya Papa Alkairo tiba tiba.
''Tidak Pa, hanya saja direktur di sana? selalu melihat orang dari sampul nya saja, sedangkan dia juga tidak bekerja hanya bermesra mesra'an dengan rekan kerja yang satu ruangan dengan Riana,'' jawab Riana yang tidak lagi menyembunyikan dari orang orang rumah nya, suaminya juga berhak tau, kalau dirinya bekerja di sana hanyalah untuk menangkap para pecundang yang bergabung dengan sang direktur.
''Apalagi rekan ku itu tidak mengerjakan pekerja'an nya dengan benar, berkas yang seharusnya nya dia kerjakan di limpahkan kepada Riana, dan untung nya ada trkan kerja yang bernama Nela membantu Riana mengerjakan semua nya, makanya Riana cepat pulang tadi,'' adu Riana kepada Papa Alkairo Mama Nathalie dan juga Alkairo selalu direktur utama di perusaha'an tersebut.
''Sudah Papa duga selama ini, ternyata aduhan dari salah satu karyawan yang tiba-tiba berhenti dari kantor cabang sana.
''Tapi kenapa Papa tidak memberitahu Alkairo, kalau menyuruh istri Al untuk menjadi mata mata di sana,'' tanya Alkairo yang tidak mengetahui apapun tentang masalah ini sebelum nya.
''Mas Al terlalu sibuk dengan pekerja'an yang lainnya, sehingga mengabaikan kantor cabang,'' celetuk Riana dengan menyilangkan tangan di dada nya. ''Sudah lah, biarkan semua ini menjadi tanggung jawab Riana, Riana berjanji akan menyelesaikan semua nya dengan cepat,'' tambah nya lagi yang di angguki Papa Alkairo.
''Ini baru menantu Papa,'' puji Papa Alkairo dengan mengacungkan dua jempol nya ke arah Riana.
''Istri Al memang hebat kok Pa, baru nyadar ya,'' jawab Alkairo tiba-tiba.
Papa Alkairo dan Riana hanya terkejut melihat wajah masam putra nya yang sedati tadi hanya membela istri nya, tapi istri nya malah tidak mau di dekati oleh nya. Sungguh sangat kasian nasib Alkairo sebagai seorang suami.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.
Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih ππππππππ.