
Andriana pulang ke rumah dengan wajah lesu dan juga lelah, perut nya kini sudah semakin membuncit tapi Riana masih semangat untuk mengerjai semua para karyawan di kantor cabang suami nya, sampai akhirnya suatu hari Riana di ajak Nela, keluar dari kantor cabang tempat ia bekerja.
Riana tidak mengira kalau Nela adalah salah satu musuh dalam selimut yang sengaja mencari data Riana selama ini, jadi Nela memiliki niat jahat dengan membawa Riana ke salah satu rumah yang begitu sepi dan juga lumayan jauh dari para rumah warga.
''Nela, kamu membawa aku ke mana?'' tanya Riana dengan menatap wajah Nela yang sudah tersenyum sinis kepada nya.
''Selama ini, kamu sudah terlalu jauh mengetahui pekerja'an kita semua, jadi kami sepakat untuk melenyapkan kamu swkay juga, ya itung itung buat nutupin swmua kejahatan kita di kantor,'' jawab nya dengan mimik wajah yang berbeda dari biasa nya.
''Jangan macam macam kamu Nela, kalau kamu sendiri tidak mau terjadi sesuatu hal yang akan membuat kamu menyesal seumur hidup mu,'' jawab Riana tanpa rasa takut. Dia sudah siap sebelum nya, dia juga bisa bela diri, tapi karena dia sedang berbadan dua, Riana terlalu khawatir dengan kandungan nya.
Hahahahahaha.
Nela dan yang lain nya tertawa dengan menggelegar mendengar jawaban dari Riana, ''Puas puasain kamu bermimpi Riana, karena sebentar lagi, kamu akan tamat,'' balas nya dengan duduk di sofa bed.
Riana menekan tombol yang ada di jam tangan nya, jam tangan nya sudah di setting dengan keluarga nya, di mana Rian lah yang sangat dekat dengan nya.
__ADS_1
Dan kebetulan hati itu Alkairo sedang menemui sahabat nya yang tak lain adalah kakak ipar nya.
Jam tangan Rian berdering menandakan saudara nya dalam bahaya, ''Al, kita harus segera pergi sekarang, sebelum terlambat,'' ajak Andrian dengan mengambil jas nya.
''Ada apa Rian,'' tanya Alkairo yang tidak mengetahui sesuatu sebelum nya.
''Istri kamu dalam bahaya sekarang, jadi kita harus pergi ke sana, sebelum terjadi sesuatu kepada adek,'' tutur nya dengan nada khawatir.
Alkairo tersentak kaget, dia tidak mengetahui keada'an istri nya sekarang.
Andrian sendiri sudah menghubungi anak buah Papa Arzan yang ada di kota nya.
Di sisi lain, Nela sedang murka karena Riana selalu melawan semua perkata'an nya, dan Mela juga sempat menampar pipi Riana, sehingga meninggalkan jekak di sana.
''Kamu tidak akan bisa menyakiti ku Nela, tapi tunggu pembalasan ku? karena setelah ini kampung yang akan menyesal sudah bermain main dengan ku, selama ini aku tidak terlalu menandaimu, aku selalu menutupi semua kesalahan mu? tapi sekarang, kamu membuka sifat aslimu itu,'' balas Riana dengan mengejek Nela.
__ADS_1
Sekali lagi Nela menampar pipi Riana seraya mengatakan, ''Aku tidak peduli dengan semua yang kamu ucapkan kepada ku, tapi satu hal yang harus kamu ketahui, itu semua adalah suruhan ku karena aku benci dengan keluarga Alkairo yang begitu sombong dan juga angkuh. Karena dia orang tuaku meninggal,'' papar nya membuat Riana terkejut dengan fakta yang ia dengar hari ini.
''Apa maksud kamu! keluarga Alkairo selama ini sangat baik? tapi cuma kamu dalam kondisi marah dan juga ambisi untuk menghancurkan keluarga Alkairo,'' teriak Riana yang tidak Terima dengan semua ucapan Nela, tentang keluarga suami nya.
''Kamu hanya orang luar yang tidak tau apa apa tentang keluarga Alkairo, dia hanya terlihat baik di depan swmua orang, tapi nyatanya dia sangat jahat dan juga tidak berperikemanusia'an,'' Nela memegang dagu Riana, membuat Riana meringis kesakitan, apalagi bibir kanan nya yang sobek dan terasa perih.
''Mungkin selama ini kamu salah paham dengan keluarga Alkairo, karena yang aku tau keluarga itu sangat baik dan juga peduli dengan semua para karyawan nya yang bekerja di kantor cabang maupun di kantor pusat,'' Riana masih mencoba terus membela keluarga suami nya.
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.
Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih ππππππππ.