CEO Cantik Adalah Istriku

CEO Cantik Adalah Istriku
Bab 21. CCAI 21


__ADS_3

Michael dan Laura hubungan nya semakin merenggang, di tambah kini Michael sudah mendengar dengan jelas, kalau Riana sebentar lagi akan di persunting oleh keluarga pengusaha di New York.


Setiap hati Laura selalu marah marah karena sikap dingin Michael kepadanya, awalnya kemarin Michael ingin membuka hati untuk Laura, tapi sekarang dia malah semakin malas berdekatan dengan Laura yang tak lain adalah istri sahnya.


''Kemarin aku ingin mengerti kamu, tapi nyatanya kamu malah semakin menjauhiku Michael, harusnya kamu sadar dong, kalau Riana itu hanya mantan kamu, dan akulah istri sah kamu sekarang!'' teriak Laura seraya melemparkan beberapa barang di depan nya, sehingga barang barang itu pecah berserakan di lantai.


Michael yang di teriaki hanya diam mendengarkan teriakan Laura kepadanya, sampai akhirnya Michael terkejut karena Laura meringis kesakitan sembari memegang perut yang sudah mulai membesar.


''Awww,'' ringisnya sambil berpegangan ke dinding di samping nya. Michael beranjak dari duduk nya dan menghampiri Laura yang sedang kesakitan.


''Kamu kenapa?'' tanya Michael dengan cemas.


''Perutku sakit sekali, awww sakit??'' jawab nya lirih sambil mencengkeram perut buncit nya.


Michael tidak menunggu lama, dia segera menggendong Laura ala bridal style, dan berjalan menuju mobilnya yang masih terparkir di teras rumah nya.


''Pak tolong buka pintunya cepat,'' teriak Michael ketika sudah sampai di depan mobilnya seraya berteriak minta tolong kepada sopir pribadinya.


Sang sopir yang mendengar teriakan majikan nya segera berlari menghampiri dan membuka pintu mobil dengan sangat tergesa-gesa.


''Antarkan aku ke rumah sakit sekarang!'' pekiknya dengan menutup pintu mobil, sedangkan Laura yang berada di gendongan Michael hanya meringis kesakitan, karena merasa perutnya sangat sakit.


''Kamu yang kuat, kita akan segera sampai di rumah sakit sebentar lagi,'' gumam Michael menatap wajah Laura yang sudah memucat.


'Aku rela sakit, asal kamu selalu perhatian sama Michael, aku juga butuh kasih sayang dan juga perhatian dari kamu,' batin Laura dengan menatap wajah tampan suaminya.

__ADS_1


Laura memang merasa sangat bersalah, karena dia sudah menjebak Michael dengan cara yang licik, namun jauh di dalam lubuk hatinya Laura begitu mencintai Michael sampai akhirnya dia mempunyai ide gila yang tak rela orang yang ia cintai menikah dengan wanita lain.


''Kamu harus membuka matamu, jangan di pejamkan!'' seru Michael ketika Laura ingin memejamkan matanya.


Laura tak menjawab perintah Michael, dia hanya mengedip ngedip kan matanya agar tidak terpejam, tapi rasa sakit yang sudah menjalar ke seluruh tubuh nya membuat Laura memejamkan matanya.


''Pak, lebih cepat lagi,'' pekiknya kepada sang sopir, sedangkan sang sopir hanya bisa mengangguk pelan dan tetap fokus pada jalanan yang tidak terlalu macet.


Michael menepuk nepuk pipi Laura, agar dia terbangun dari tidur nya, namun Laura tak kunjung membuka matanya sampai tiba di depan rumah sakit.


''Cepat periksa istri ku!'' Ujar Michael setengah berteriak kepada dokter yang tak lain adalah rekan kerjanya, di rumah sakit ini.


''Letakkan di sini, dan kamu keluarlah. Biar aku yang menangani istri kamu,'' balas dokter wanita yang menghampiri Michael yang menggendong Laura.


''Aku akan tetap di sini,'' pinta Michael, namun dokter wanita itu tidak mengijinkan dengan dalih Michael akan menggangu konsentrasi nya.


...****************...


Di sisi lain Riana kini tengah bermain dengan tripel baby, yang tak lain adalah baby dari Sania saudara sepupu nya.


''Setelah kita menikah nanti, segera bikin seperti ini saja tanpa harus nunda dulu,'' bisik Alkairo tepat di telinga Riana.


Alkairo dan juga Riana nampak sangat akrab sekali, setelah pertemuan dia keluarga dan juga sama sama merestui pasangan baru itu.


''Apa kak Al tidak akan kerepotan, kalau Riana langsung hamil setelah nikah?'' tanya Riana memastikan lagi apa yang ia dengar dari calon suaminya.

__ADS_1


Sania yang mendengar sekilas obrolan mereka langsung menyela. ''Lebih baik langsung hamil saja kak, dari pada kayak Sania dulu, lama banget hamil nya,''


''Iya, tapi sekalinya di kasih sama Allah, langsung tiga yang keluar?!'' balas Riana yang langsung mendapatkan lemparan bantal dari adik sepupu nya.


''Awas kena si kembar, gue hajar lho,'' seru Riana memelototkan matanya karena bantal yang di lempar Sania hampir terkena sama baby yang sedang ada di gendongan nya, dan untung nya Alkairo segera mengadang bantal sampai tidak terkena si kembar dan juga Riana.


''Nggak usah marah marah lah kak, tuh ada bodyguard yang jagain kakak sekarang,'' ejek nya dengan sedikit tawa'an.


''Udah ach, malas aku lama lama berada di sini, mending nie baby aku bawa saja ke rumah, biar sekalian jadi anakku saja, iya kan kak Al,'' kata Riana dengan meminta persetujuan calon suaminya.


''Iya nggak apa apa? lagian di rumah ini kan masih ada dua baby lagi, jadi nggak mungkin nggak di bolehin sama adek kamu,'' balas Alkairo menahan tawanya, karena melihat wajah Sania sudah mulai menunjukkan tanduknya sebagai Ibu dari baby tersebut.


''Enak saja, main bawa bawa anak aku. Nggak tau apa aku thu bikin nya susah dan jugak ngeluarin nya butuh perjuangan juga,'' tukasnya dengan wajah kesal menanggapi candaan dari kakak sepupu nya yang sudah beberapa bulan tidak bertemu dengan nya.


''Lagian ini bukan kucing yang mau di bawa kemanapun dengan seenak nya,'' tambah nya lagi, sedangkan sang suami hanya menggelengkan kepalanya melihay sang istri yang sudah mengeluarkan taring nya.


''Kamu harus banyak banyak sabar mengahadapi mama muda ini dek, jangan sampai kamu setres dengan Mama muda di depan kamu ini,'' Ujar Riana kepada suaminya Sania, yang tak lain adalah adik ipar nya.


''Kak Riana jangan khawatir, aku juga sudah menyetok kesabaran di dalam kulkas.'' jawab suami Sania dengan enteng, yang mengundang tawa dari semua orang, termasuk Alkairo yang tipe orang yang susah untuk berbaur dengan orang orang di sekitar nya.


''Jus kali di simpen di kulkas,'' tempat Riana yang langsung melemparkan bantal di samping nya.


''Kakak ipar juga harus extra sabar menghadapi wanita yang sangat posesif seperti kak Riana itu,'' Sania kini balik menyerang kakak sepupu nya yang sedang duduk berdampingan dengan calon suaminya.


''Emang nya aku posesif sama siapa?'' tanya Riana dengan ambigu, dia tidak merasa kalau dirinya sangat posesif kepada semua saudara nya, termasuk kepada Andrian kakak kembar nya.

__ADS_1


''Maklum hilang ingatan?'' ledek Sania dengan kekehan di bibir manis nya.


__ADS_2