
Riana tak terima dengan semua yang di ucapkan suaminya, lantas dia berteriak memanggil Mama Nathalie dengan sangat keras.
''Mama!!!''
Mama Nathalie yang mendengar yeriakan dari kamar sang menantu, segera menaiki anak tangga dengan tergesa-gesa, Mama Nathalie membuka pintu kamar Riana dan juga Alkairo yang tidak ia kunci.
''Ada apa sayang, kok teriak seperti itu sich?'' tanya Mama Nathalie menghampiri sang menantu yang masih duduk di atas ranjang, Mama Nathalie berpikir sudah terjadi sesuatu dengan menantu tersayang nya, tapi Mama Nathalie hanya cengok melihat Riana yang masih anteng di tempat nya.
''Ada yang sakit?'' tanya Mama Nathalie memastikan kalau menantunya tidak apa apa.
''Mas Al nakal Ma, dia sangat dan dia juga tidak mau Ria bilang bau,'' adu Riana kepada Mama Nathalie dengan mimik wajah yang sangat sedih, seperti anak kecil sedang mengadu kepada Mama nya.
''Alkairo, kenapa kamu tidak mengakui kalau kamu sangat bau dan kenapa kamu malah membuat puteri Mama histeris seperti ini, kau apakan dia hah!'' Mama Nathalie melotot melihat wajah Alkairo yang seketika diam.
''Sayang, sejak kapan kamu jadi pengadilan seperti itu sich, lagian aku juga masih wangi kok, kalau Mama tidak percaya? coba cium sendiri,'' bela Alkairo yang tak terima dia di omelin oleh sang Mama.
Mama Nathalie berjalan menghampiri Alkairo yang diam mematunh di sudut kamar, berharap Mama nya bisa mencium bau wangi dia sama seperti dia berangkat ke kantor tadi pagi.
__ADS_1
Mama Nathalie mengendus tubuh Alkairo dengan menggunakan hidungnya, sedangkan bibir Mama Nathalie monyong layaknya bebek.
''Iya, kamu masih wangi kok, tapi kenapa istri kamu bilang bau banget githu,'' gumam Mama Nathalie tak mengerti dengan indera penciuman menantu nya.
''Kayak nya suami kamu tidak terlalu bau kok sayang, wangi dia sama dengan bau tadi pagi,'' ucap Mama Nathalie pelan dan sangat hati hati juga.
''Mama malah membela Mas Al, ketimbang Riana,'' Riana menangis meraung-raung membuat Mama Nathalie khawatir kepada menantu nya.
''Ya sudah jalau githu, Mama akan menyuruh suami kaku mandi saja dech,'' lanjutnya, dan masih belum mendapatkan respon dari Riana.
''Al, sebaiknya kamu mandi sanah, buat istri kamu juga tidak menangis lagi,'' teriak Mama Nathalie kepada Alkairo.
''Al, lebih baik kamu turuti semua keinginan istri kamu sekarang juga,'' titah nya dengan berkacak pinggang, menatap wajah putera nya yang masih tidak bergeming sama sekali.
''Ada apa sich sebenarnya,'' gumam Mama Nathalie pelan. Sedangkan tangan nya sudah mendorong tubuh Alkairo masuk ke dalam kamar mandi, untuk segera membersihkan tubuhnya yang sudah bercampur dengan keringat, karena sudah bekerja setengah hati di kantor nya.
Dengan sangat terpaksa Alkairo menuruti keinginan Mama dan juga istri nya.
__ADS_1
''Sudahlah sayanh, suami kamu sekarang sudah mandi, dan sekarang kamu lebih baik berhenti nangis nya,''
Riana hanya mengangguk dan menghapus sisa air mata nya yang sempat mengalir di kedua pipinya. Entah kenapa Mama Nathalie merasa ada yang janggal dengan tingkah laku menantu nya sejak pagi.
''Sayang, kamu sakit, atau kita ke rumah sakit saja ya,'' ajak Mama Nathalie kepada Riana.
''Riana tidak sakit kok Ma, hanya saja Riana tidak suka dengan bau tubuh Mas Al, yang seperti ikan bus*uk saja,'' ungkapnya dengan sangat berani kepada mertuanya.
Mama Nathalie mengernyitkan keningnya mendengarkan celotehan sang menantu, 'Apa dia sudah bujyinh sekarang,' batin Mama Nathalie dengan perasa'an senang nya. 'Tapi aku harus memastikan nya lebih dulu agar aku tidak merasakan kecewa yang teramat dalam,' lagi lagi Mama Nathalie membatin.
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.
Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih ππππππππ