CEO Cantik Adalah Istriku

CEO Cantik Adalah Istriku
Bab 37. CCAI 36


__ADS_3

Alkairo dan Riana sudah sampai di rumah nya, Mama Nathalie sudah tertidur pulas di kamar nya, karena sekarang sudah pukul 10 malam, Alkairo sengaja membawa Riana berkeliling malam ini dengan membawa ke tempat tempat yang belum pernah ia datangi sebelum nya, Riana sangat senang bisa mendatangi tempat yang begitu indah pada malam ini, sehingga membuat Alkairo dan juga Riana lupa kalau hati semakin malam saja.


''Bagus banget Mas,'' seru Riana ketika turun dari mobil nya.


''Kamu suka,'' tanya Alkairo yang di angguki langsung oleh Riana.


''Suka banget Mas? ini sangat bagus dan juga bikin betah di sini nya,'' Riana tersenyum dengan merangkul lengan suaminya yang berdiri tepat di samping nya.


''Bagus lah, dan Mas harap kamu tidak merasa kesepian lagi di kota ini, dan malam ini Mas mau sebuah imbalan dari kamu juga,'' bisik Alkairo yang kini sudah memeluk perut Riana dari belakang.


''Imbalan? imbalan apa Mas,'' tanya Riana dengan membelalakkan matanya, Riana mendongak ke atas demi bisa melihat wajah tampan suaminya yang kini tengah memeluk nya.


''Malam ini Mas mau minta jatah yang selama ini tertunda,'' jawab nya, dengan tatapan penuh misterius.


''Maksud Mas Al apa?'' tanya lagi Riana uang belum ngeh dengan bisikan sang suami barusan.


''Sudah, sekarang kamu nikmati saja pemandangan di sini, setelah ini kita akan kerja bakti untuk mewujudkan permintaan Mama dan juga Papa,'' ujar nya dengan senyum penuh misterius, Riana yang mendengar nya hanya bergidik ngeri dengan teka teki yang di katakan suaminya baru saja.


''Mas, apa Mama Nathalie tidak menunggu kepulangan kita, sejak tadi kita hanya diam di sini dan jalan jalan tanpa arah juga, aku takut Mama Nathalie sedang menunggu kita di rumah?'' Riana mengalihkan pembicaraan nya dengan sang suami, dia sudsh mengerti maksud suaminya tadi, jadi Riana memilih mengalihkan semua obry nya ke arah yang tidak mengarah ke sana sama sekali.


''Mas sudah memberi tahu Mama kok, jadi kamu santai saja sekarang, dan mulai sekarang? lebih baik kamu persiapkan diri kamu dari sekarang, jadi nanti kamu bisa rilex menerima serangan dari ku,'' Alkairo kembali membisikkan kata kata yang membuat buku kuduk Riana merinding.


''Lebih baik kita pulang sekarang saja mas, sudah pukul 10 malam,'' sambung Riana dengan menengok jam yang melingkar di lengan nya.


''Baiklah, ayo kita pulang sekarang, lagian malam ini dingin sekali dan kamu juga tidak memakai baju yang tebal juga,'' ujar nya menatap ke arah Riana yang sedikit memeluk tubuh nya sendiri.

__ADS_1


Alkairo dan tiap kembali ke dalam mobil, dan Alkairo segera menyalakan mesin mobil dan melajukan menuju rumah yang lumayan jauh dari tempat sekarang yang ia kunjngi.


''Kak Rian tidak menghubungi kamu?'' tanya Alkairo dengan nada menyelidik.


Riana menggeleng pelan, sembari berkata, ''Mungkin pekerja'an kak Rian banyak, sehingga tidak ada waktu buat hubungi Riana, tapi Riana mengerti kok kak Rian orang nya baik dan juga sangat penyayang kepada semua adik adik nya, jadi Riana mengira pekerja'an kakak sekarang lagi banyak saja,'' yukas nya dengan menatap wajah sang suami yang sedang membawa mobil nya menuju tumah keduaman orang tua Alkairo.


''Memang yang kamu bilang sayang, Rian saat ini sedang banyak pekerja'an, di tambah lagi dia harus turun langsung melihat sebuah proyek yang belum juga selesai, jadi kamu harus mengerti ya sayang?'' jawab Alkairo.


''Iya Mas,'' jawab nya dengan menyandarkan kepalanya ke bahu sang suami. Alkairo hanya mengelus 0ucuk kepala sang istri saja, sedangkan tangan nya masih sibuk dengan stir bulat nya.


Perjalanan pulang nya membutuhkan waktu yang cukup lama, dan kini jam sudsh menunjukkan pukul 11 malam. Dan mereka berdua memutuskan untuk menuju ke kamar nya.


Riana segera menuju kamar mandi setelah seharian di sibukkan dengan aktifitas di kantor suaminya.


Sedangkan Alkairo merebahkan tubuh lelah nya ke ranjang besar nya, dan Alkairo kini sudah membuka baju karena dia merasakan gerah meski suhu di ruangan kamar nya yang terbilang dingin, karena AC di kamar tersebut masih menyala.


Alkairo melihat istri nya yang sedang mengambil baju di dalam lemari, segera beranjak dari tiduran nya dan menghampiri sang istri dan memeluk nya dari belakang.


''Mas, Riana pakek baju dulu,'' ucap Riana ketika suaminya mulai menelusup kan sebuah tangan ke dalam baju nya, dan Riana tercengang karena tangan suaminya sudah memegang perut dan kini malah beralih ke atas, lebih tepat nya buah dada yang tanpa sehelai penutup di dalam nya.


''Mas, jangan gitu ach,'' bisik Riana dengan menahan desa*han nya, karena jemari Alkairo sudah meremas nya dengan erat.


''Mas sakit?'' keluh Riana yang merasakan sakit ketika buah dadany di remas begitu saja oleh suaminya.


''Sayang, mas sudah tidak tahan lagi dengan semua nya,'' Alkairo membawa Riana ke atas tempat tidur nya dengan menggendong ala bridal style.

__ADS_1


Riana tak menilai perlakuan suaminya yang menurut dia sudah seharus nya dia memberikan hak untuk suaminya, karena dia juga sudah sahabat menjadi istri nya, maupun di mata agama dan juga negara, jadi mau tak mau Riana harus selalu mematuhi perintah suaminya dan semua perminta'an sangat suami yang mungkin saat ini sudah sangat menggebu-gebu.


Alkairo membaringkan Riana, dan langsung mengungkung dari atas, membuat Riana tidak bisa berkutik di bawah nya.


''Apa kamu siap sekarang?'' tanya Alkairo dengan berbisik tepat di telinga nya.


Riana hanya mengangguk pasrah menerima ucapan dari suaminya, yang sudah menunggu dua minggu lamanya, Alkairo segera menarik jubah mandi yang sedang di pakai Riana malam ini.


''Mas?? apakah sakit,'' tanya Riana polos kepada sang suami.


Alkairo yang di tanya seperti itu juga tidak mengetahui bagaimana rasanya, karena dia juga belum pernah melakukan hubungan dengan wanita selain istri nya malam ini.


''Mas akan pelan pelan kok,'' ucapnya dengan penuh gairah.


Riana lagi lagi hanya mengangguk dan ikhlas menerima perlakuan yang di lakukan oleh Alkairo kepada tubuh nya, sehingga membuat malam yang dingin ini terasa sangat panas dengan pergilatan mereka berdua, Alkairo tersenyum puas karena mengetahui sang istri masih tersegel dan dia yang menerobos nya malam ini.


.


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasihπŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•


__ADS_2