CEO Cantik Adalah Istriku

CEO Cantik Adalah Istriku
Bab 54. CCAI 54


__ADS_3

Riana sangat senang bisa tidur bareng Mama Citra, sudah lama sekali Riana tidak tidur bareng dengan sang Mama, di tambah kejadian kemarin yang sempat membuat dia down, karena calon tunangan nya malah memilih wanita lain. Sehingga Riana menjadi wanita yang lebih kuat lagi, namun setelah pertemuan nya dengan Alkairo, Riana kembali ke asal menjadi wanita yang sangat manja sekali kepada keluarga nya dan juga kepada sang suami, tapi setelah Riana di nyatakan hamil? Riana sudsh yidak lagi bersikap manja kepada Alkairo suaminya.


Riana malah menjauh dari suaminya yang di anggap bau oleh Riana, mungkin karena bawa'an bayinya juga kali yaπŸ€”πŸ€”.


''Kakak kenapa nggak mau tidur bersama suami kamu?'' tanya Mama Citra dengan sangat hati hati kepada puteri nya.


''Entah lah Ma, Riana juga tidak mengerti kenapa Riana bisa bersikap seperti itu kepada Mas Al, bawa'an nya tuh benci dan juga kesal ketika Riana melihat wajah Mas Al Ma,'' jawab Riana dengan lugas, tanpa harus memikirkan lebih dulu ucapan apa yang akan menjadi jawaban kepada sang Mama.


''Kasian suami kamu kalau kamu terus bersikap seperti itu sayang, mungkin suami namun juga ingin tidur bareng dengan kamu dan juga ingin mengelus perut kamu ini, di dalam sini ada benih cinta dari kalian berdua, jadi jangan terlalu galak kepada suami kamu ya,'' pesan Mama Citra yang menganggap sikap puteri nya sudah sangat kelewatan kepada menantunya.


''Mama Nathalie tahu kok Ma, kalau Riana dekat dengan Mas Al, bawa'an nya muntah dan juga terus menutup hidung, walau Mas Al sering bilang kalau dirinya wangi, tapi penciuman Riana tuh masih mencium bau nggak enak dari tubuh Mas Al,'' ucap Riana yang tidak mau Mama Citra salah faham kepada nya.


''Ya sudah tidak apa apa, mungkin ini bawa'an anak kamu di dalam sini, dia tidak mau di duakan oleh Bunda nya,'' jelas Mama Citra yang tidak mau berdebat dengan puteri nya, karena hati juga semakin malam dan itu tida baik untuk wanita hamil.


''Kita tidur saja oke, besok pagi Mama akan balik ke apartemen kakak kamu juga, Mama ada urusan dengan seseorang setelah nya,'' Mama Citra mengajak Riana untuk segera memejamkan matanya, tak lupa Mama Citra membenarkan selimut Riana lebih dulu, mencium kening sang puteri dengan lembut.


''Riana sayang sama Mama, Riana harap bisa merasakan seperti ini selama nya Ma,'' gumam nya dengan suara oarau, karena sudah sangat mengantuk.


''Mama tidak akan berubah sama kamu sayang, bagaimana pun juga kamu Mama yang lahirkan dan juga membesarkan kamu, masak iya Mama akan berubah sich,'' jawab Mama Citra dengan mengelus puncak kepala Riana.


Riana sudah memejamkan matanya, dan nafas nya pun sudah teratur yang artinya Riana sudah lelap dalam tidur nya, Mama Citra beranjak dari tidur nya, berjalan menuju balkon kamar sang puteri dengan membawa ponsel.


Mama Citra menghubungi Papa Arzan selalu suaminya.


-'' Assalamu'alaikum Ma,'' sapa Papa Arzan ketika sudah menggeser layar hijau nya.

__ADS_1


-'' Wa'alaikum salam Mas,'' jawab Mama Citra dengan nada lembut nya, membuat Papa Arzan kangen dengan sang istri yang berada di rumah sang puteri.


-''Mama belum tidur?'' tanya Papa Arzan ketika melihat jam di dinding menampakkan pukul 11 malam.


-''Belum Mas, Mama kepikiran sama Mas di apartemen, tadi makan malam nya di mana?'' tanya Mama Citra yang sedikit khawatir kepada suami dan juga putera nya.


-''Mama tidak usah khawatir kan Papa, tadi kakak beli'in Papa makanan di restoran tempat ia makan Ma, Mama sendiri sudah makan malam belum?'' tanya Papa Arzan, karena Mama Citra tidak akan melakukan makan malam kalau tidak ada Papa Arzan di dekat nya.


-''Sudah Mas, di sini ada banyak makanan, Mama hanya kepikiran sama kalian berdua saja, lagian Mas dan kakak tidak menunggu sampai makan malam saja tadi,'' Mama Citra menyalahkan suaminya karena cepat pulang dari rumah Alkairo tanpa menunggu makan malam di sana lebih dulu.


-''Tidak apa sayang, Mas sudah makan malam kok, sudah kamu sekarang tidur saja, Mas juga sudah selesai mengerjakan. semua pekerja'an Mas yang kemarin belum selesai di kantor,'' ucap Papa Arzan di seberang, yang mengatakan semuanya dengan kejujuran, tanpa ada kebohongan sama sekali kepada sang istri, itulah yang membuat Mama Citra lebih percaya kepada suaminya ketika dia sedang di uji dengan kedatangan wanita cantik dan juga muda, dan mengaku kalau dia adalah selingkuhan suaminya.


-''Baiklah, Mas juga istirahat? ini sudah malam,'' ucapnya mengingatkan sang suami. ''Assalamu'alaikum,'' tambah nya dengan mengucapkan salam kepada suaminya.


Mama Citra kembali ke dalam kamar setelah selesai menghubungi suaminya di apartemen anak laki-laki nya.


Mama Citra membaringkan tubuh lelah nya dan langsung memejamkan matanya yang sudah sangat berat, sebenarnya mama Citra sangat ngantuk dan ingin memejamkan matanya tadi, tapi semua itu dia urungkan karena dia belum menghubungi sang suami yang kini tinggal terpisah dengan nya.


Mama Citra nampak melihat wajah Riana yang begitu cantik dengan senyuman di bibir nya.


''Anak ini, tidak berubah sama sekali sedari dulu, dalam tidur nya saja masih tersenyum seperti ini,'' gumam nya membenarkan selimut Riana yang hampir jatuh karena di tendang oleh puteri nya.


Tak lama kemudian Mama Citra memejamkan matanya dan menyusul sang puteri ke alam mimpi, di mana sekarang berada.


Tak butuh waktu lama untuk menyusul Riana ke alam mimpi.

__ADS_1


Sedangkan di apartemen Andrian, Papa Arzan masih sibuk dengan semua berkasnya yang ia minta kepada sang asisten untuk mengirim kan lewat e-mail nya.


Papa Arzan hanya butuh waktu 2 jam dari selesai melakukan sambungan telfon tadi dengan istri nya. Rian yang juga belum tidur meliht Papa nya yang masih sibuk di depan laptop.


''Papa kok belum tidur sich, ini sudah malam lho Pa, nanti sakit dan Mama akan menjadi cemas melihat Papa sakit,'' Andrian menegur sang Papa yang masih sibuk dengan pekerja'an nya.


''Iya, ini sebentar lagi selesai kok, tinggal dikit lagi.'' balas sang Papa dengan menunjukkan laptop nya ke arah Andrian.


''Sini Andrian banyu, siapa tau Andrian bisa mengerjakan nya Pa,'' Kini Andrian sudah mengambil alih laptop yang sedang ada di pangkuan Papa Arzan.


Andrian mulai mengerjakan beberapa pekerja'an yang masuk ke e-mail sang Papa, Papa Arzan hanya memantau semua pekerja'an putera nya yang kini sudah semakin pintar dalam berbisnis, di tambah lagi Andrian punya keahlian lain yang akan membawa nya ke arah kesuksesan nya besok.


Papa Arzan menyunggingkan senyuman nya, menatap wajah tampat putera kembar nya, dia lebih mirip dengan istri nya, ketimbang dengan dirinya, cerewet dan juga penuh perhatian ke semua keluarga nya, Papa Arzan sangat senang dan juga bahagia bisa memiliki anak anak yang begitu baik dan juga saling menyayangi satu sama lainnya.


.


.


.


BERSAMBUNG


Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•

__ADS_1


__ADS_2