
Di perusaha'an Alkairo.
Andriana turun dari mobil suaminya, dan berjalan ke arah lobby, di mana di sana sudah ada 3 seorang petugas keamanan untuk kantor itu sendiri.
Seorang satpam membungkukkan badan nya ketika Riana melewati di depan nya, Riana hanya membalas dengan anggukan dan juga senyuman nya yang begitu manis.
''Maaf Mbak, pertemuan nya di adakan di mana ya,'' tanya Riana dengan sangat ramah kepada resepsionis yang tugas jaga.
''Maaf kalau boleh tau Nona mencari siapa?'' tanya balik sang resepsionis tak kalah sopan nya dari Riana.
''Saya mau mencari Tuan Christopher,'' jawab Riana dengan singkat, tanpa ada tambahan kata kata lagi.
''Tuan Christopher, saat ini sedang menemui Tuan Samudra,'' balas nya lagi.
''Hech, paling paling dia cuma ngaku ngaku ingin bertemu dengan Tuan Christopher, dengan berpenampilan seperti? di kira kami tidak tau kamu itu siapa,'' Ucap salah satu resepsionis yang sedari tadi sudah melihat penampilan Riana dari ujung kaki sampai ujung kepala.
Riana mengacuhkan ucapan sang resepsionis, karena Riana sadar betul kalau mereka belum mengetahui pasti kalau dirinya adalah istri dari seorang Tuan Muda yang bernama Alkairo Malik Ibrahim.
''Sudah sana pergi, mau apa lagi di sini?'' sarkas nya dengan melipat kedua tangan di depan dadanya, wanita di depan nya terlihat sangat sombong untuk di jadikan sebagai resepsionis, yang di haruskan berkelakuan baik kepada semua para tamunya, tanpa terkecuali? mau itu berpenampilan wach dan juga berpenampilan acak acakade harus selalu bersikap ramah.
Melihat itu Riana merogoh ponsel yang ada di dalam tas jinjing nya, dan segera menelfon sang Mama mertua, karena tak mungkin juga Riana menghubungi suaminya yang sedang terbaring karna sedang tidak badan.
-''Hallo sayang?'' sapa seseorang di seberang dengan lembut, ketika mengetahui sang menantu yang menghubungi nya.
-'' Assalamu'alaikum Ma, Ria masih tertahan di depan resepsionis, dan Ria juga tidak tau yang mana yang bernama Christopher itu, soalnya sedari tadi orang nya belum nongol juga,'' adu Riana yang tak lupa dengan ucapan salam pertama kalinya.
-''Waalaikum salam, coba Mama hubungi Christopher dulu sebentar,'' jawab Mama Nathalie dengan nada yang terlihat marah di seberang.
-''Baiklah Ma,'' sahut Riana dan mematikan penggilan telfon nya.
''Hadech... pura-pura nelfon Mama nya lagi, nggak bakalan ngaruh,'' tukas sang resepsionis yang terlihat sangat culas.
Di sisi lain. Mama Nathalie sedang menghubungi Christopher yang sedang menemani tamu besar nya di sebuah ruangan rapat.
''Kemana Tuan kamu,'' tanya Tuan Samudra yang sudah sangat kesal, karena sudah menunggu kedatangan Alkairo cukup lama, tapi belum juga datang. Sampai akhirnya Christopher di kejutkan dengan Nyonya besar nya yang menelfon.
''Maaf Tuan, Nyonya Nathalie menelfon? saya pamit angkat telfon dulu,'' pamit nya dengan membungkukkan badan nya di depan Tuan Samudra.
Tuan Samudra hanya mengangguk pelan seraya mengibaskan tangan nya, agar Christopher segera pergi dari hadapan nya.
-''Hallo Nyonya,'' sapa Christopher dengan nada yang masih di buat santai.
-'' Christopher!! apa kamu mau aku pecat, sampai mengabaikan menantu ku di bawah haaa,'' teriak Mama Nathalie dengan suara yang begitu nyaring.
-''Maksud Nyonya, Tuan Alkairo tidak jadi datang? dan di wakilkan oleh istri nya,'' tanya Christopher memastikan kembali semua yang di ucapkan oleh sang Nyonya besar.
-''Cepat turun dan pecat salah satu resepsionis yang sudah berbuat kurang ajar dengan menantuku itu,'' perintah nya dengan nada menukik.
__ADS_1
-''Baik Nyonya,'' jawab Christopher setelah kembali menempelkan ponsel di telinga kanan nya.
Sambungan telfon di putus secara sepihak oleh Mama Nathalie, setelah mengucapkan hal tersebut.
Christopher buru buru menghampiri Tuan Samudra yang sudah dalam keada'an gusar di kursinya.
''Maaf Tuan Samudra, Nyonya muda ternyata sudah datang sejak tadi, dan sekarang dia tertahan di depan resepsionis,'' bisik Christopher kepada Tuan Samudra.
''Kamu jemput dia sekarang, karena saya masih ada urusan lebih penting dari pada harus berurusan di kantor ini,'' jawab nya dengan datar.
Christopher mengangguk dan segera turun ke lantai dasar guna menjemput istri Tuan muda nya di bawah.
Tak lama kemudian, Christopher sudah sampai di lantai dasar dan menemukan seorang wanita cantik dengan berpakaian kerjanya sedang menunggu kedatangan seseorang.
''Permisi, apa anda yang di utus Nyonya Nathalie,'' tanya Christopher yang memang belum mengetahui pasti nama Riana.
''Benar, saya di suruh datang ke kantor ini oleh Mama Nathalie,'' balas Riana dengan ramah.
''Mari Nona,'' ajak Christopher mempersilahkan Riana untuk berjalan lebih dulu, sedangkan dia sendiri masih menatap tajam kepada ke-tiga karyawan nyayang tengah berjaga di depan sebagai resepsionis.
''Lain kali kalau ada seseorang yang mencari ku, cepat beri tahu aku? kalau kalian tidak mau bernasib buruk ke depan nya,'' tegur Christopher dengan sorot mata yang sangat tajam kepada ke-tiga resepsionis nya itu.
Semua yang ada di sana terdiam membisu, mengingat ancaman yang di berikan oleh Christopher tidak pernah main main sejak dari dulu.
Mereka hanya bisa mengatakan maaf dan saling senggol dengan yang lain nya.
''Sebelah sini Nona,'' Ucap Christopher lagi menunjuk ke arah jalan menuju ruangan, di mana Tuan Samudra sudah menunggu sejak tadi.
Riana mengangguk dan mengikuti arahan dari sang Sekretaris sekaligus asisten Alkairo.
Tok tok tok
Christopher lebih dulu mengetuk pintu, agar dia lebih sopan di depan tamu besar nya. Christopher masuk lebih dulu dan di ikuti oleh Riana di belakang nya.
''Selamat pagi Tuan Tuan semua nya,'' sapa Riana dengan ramah dan juga dengan senyuman di bibir ranum nya.
''Selamat pagi,'' jawab sebagian orang yang juga ikut berkumpul.
''Saya minta maaf, atas keterlambatan saya hari ini, soalnya saya di tahan di bawah tadi, sampai akhirnya Tuan Christopher menjemput di bawah,'' aku Riana dengan nada lembut nya.
Semuanya hanya mengangguk pelan, sedangkan Tuan Samudra hanya bersikap dingin dengan kehadiran Riana ke ruangan tersebut.
''Kalau kamu tidak ada niatan untuk bergabung dengan pertemuan ini, harusnya kamu bilang sejak tadi,'' seru Tuan Samudra dengan dingin dan di tambah lagi dengan tatapan tajam nya, sehingga yang melihat akan merasa ketakukan dengan sikap beliau.
Tapi tidak dengan Riana yang hanya membalas dengan senyuman di bibir nya.
'Berani juga gadis ini,' pikir salah satu yang juga mengikuti pertemuan.
__ADS_1
Riana memilih duduk dan tidak mendebat dengan perkata'an Tuan Samudra barusan, dia lebih memilih fokus kepada berkas yang ada di depan nya.
''Oiya, saya hampir lupa tidak mengenalkan diri sebelum kepada Anda semua nya,'' kata Riana ketika mengingat ada yang kurang.
''Perkenalkan, nama saya Andriana Narendra, dan saya datang ke sini karena di suruh Mama Nathalie, untuk meng-handle semua pekerja'an suami saya, selama beliau sedang sakit di rumah,'' ujar nya membuat semua orang melongo mendengar perkenalan dari Riana.
''Andriana Narendra,'' gumam seseorang yang kebetulan duduk berdampingan dengan Riana.
''Iya Tuan,'' sahut Riana yang masih bersikap sangat sopan
''Narendra, bukan kah perusaha'an Narendra pemiliknya bernama Arzan Malik Narendra?'' sambung di samping Riana yang di angguki pelan oleh Riana.
''Iya benar Tuan, dan saya adalah puteri dari Tuan Arzan Malik Narendra,'' jawab Riana yang berkata dengan jujur.
''Astaghfirullah, jadi kamu puteri Tuan Arzan??'' seru yang lain nya, mengingat dia juga sedang bekerja sama dengan perusaha'an Narendra Grub yang terbesar di kota nya.
Tuan Samudra hanya menatap dingin kepada Riana yang bersikap santai saja sejak tadi, ''Lebih baik kita sambung konfrensi kita dengan Tuan Arzan,'' Ucap Tuan Samudra menatap tajam ke arah Riana. Mungkin Tuan Samudra berpikiran kalau Riana saat ini tengah membual dengan mengatakan puteri dari tuan Arzan.
Alat adabtor di arahkan ke tembok yang berwarna putih, dan di sana sudah menampakkan wajah Tuan Arzan dengan wibawa nya yang sangat angkuh.
''Kenapa kalian baru bisa di hubungi sekarang?'' tanya Tuan Arzan lewat layar di depan nya.
''Maaf, tadi kami di sini sempat tidak yakin dengan pertemuan ini, karena keterlambatan seseorang saja, dan yang bikin aku melongo? dia dengan berani mengaku sebagai puteri dari seorang Tuan Arzan,'' balas Tuan Samudra dengan menatap ke arah Riana. Riana yang di tatap hanya diam dan hanya mengulas senyum di bibir manis nya, membuat Tuan Samudra meradang karena sikap yang di lakukan Riana barusan.
''Siapa,'' tanya Tuan Arzan yang belum melihat penampakan puteri nya, yang berada di dekat pengusaha lain nya.
Christopher mengarahkan camera kepada Andriana yang sudah bersikap dingin kepada Tuan Samudra, tanpa mengindahkan camera yang sudah di arahkan kepada nya.
''Maaf Nona muda, sekarang anda bisa bertegur sapa dengan Tuan Arzan,'' bisik Christopher ketika melihat Riana masih menatap ke arah Tuan Samudra.
''Assalamu'alaikum Pa,'' sapa Riana dengan melambaikan tangan ke arah camera yang sedang menyoroti dirinya.
''Waalaikum salam? jadi benar kamu juga ikut bergabung dalam bisnis ini,'' tanya Tuan Arzan tiba-tiba.
''Ya begitulah, tapi Riana tidak yakin bisa dengan bisnis semacam ini Pa. Ini semua Riana lakukan untuk membantu suami Riana saja, yang saat ini sedang sakit di rumah, dan Mama Nathalie malah menyuruh Riana yang notabene nya tidak tau bisnis apa yang akan di bahas di ruangan ini,'' adu Riana kepada sang Papa.
Tuan Samudra hanya melongo tidak percaya, kalau di depan nya benar-benar adalah puteri dari rekan bisnis nya.
''Bukankah anda hanya memiliki 2 putera Tuan Arzan,'' tanya Tuan Samudra memiyong aduan Riana.
''Memang benar, saya memiliki dua putera, dan juga satu puteri. Andriana adalah saudara kembar dari Andrian Narendra,'' jawab Tuan Arzan, membuat semua orang terkejut bukan main, dan sekarang faktanya adalah puteri dari seorang Arzan menikah dengan Tuan Malik.
''Saya harap, kalian semua bisa Mengajari puteri saya tentang bisnis ini, dan saya juga tidak mengetahui kalau hari ini akan bergabung dengan perusaha'an Tuan Malik,'' tambah nya, dengan menekan kata mengajari.
Terima kasihbuat kakak nya yang sudah hadir, dan selalu dukung karya receh Almahyra, dan jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak.
Terima kasih ππππππππ
__ADS_1