CEO Cantik Adalah Istriku

CEO Cantik Adalah Istriku
Bab 56. CCAI 56


__ADS_3

''Pagi pagi kok sudah ada di sini sich,'' celetuk Alkairo yang sudah sampai di jalan depan komplek.


''Tadi kan rencananya hanya ingin jalan jalan di halaman depan saja, tapi? istri kamu malah minta nyari jajanan di depan,'' cerita Mama Nathalie kepada Alkairo.


''Ya harus Mama bawa mobil dong biar nggak terlalu capek jalan nya, dan tumben banget sich sayang kamu mau jajanan pagi pagi, kemarin kemarin kamu malah nggak mau di tawari jajanan seperti itu,'' cetus nya kepada Riana, melihat Riana yang masih sibuk dengan jajanan nya.


Mama Citra hanya menggeleng pelan menanggapi ucapan sang menantu, karena ulah sang puteri.


''Al, memang nya kemarin kemarin istri kamu hamil kan enggak,'' balas Mama Nathalie yang tidak terima dengan ucapan anak nya, ''Kalau sekarang istri kamu sedang hamil, mungkin dia sedang ngidam juga kali,'' tambah nya lagi membuat Alkairo bungkam seribu bahasa, lagi pula Alkairo malu dengan Mama Citra yang menatap ke arah nya.


''Maaf Ma,'' jawab Alkairo dengan nada lirih nya, Riana masih sibuk dengan makanan nya yang begitu asik dengan semua jajanan yang ada di depan nya.


''Ayo kita pulang sekarang, Al pagi ini ada rapat di kantor dan tidak boleh di wakilkan sama sekali,'' ourlyus Alkairo dengan membuka pintu mobil nya.


Riana masih belum beranjak dari tempat nya, dia masih terus mengunyah jajanan nya sampai akhirnya dia kekenyangan, barulah berdiri dari tempat nya.


Riana tidak mau dengan Alkairo, Riana duduk di kursi belakang bersama dengan Mama Citra.


Sedangkan Mama Nathalie duduk di samping Alkairo yang sedang menyetir mobil nya.


Di dalam perjalanan pulang ke rumah nya, tidak ada suara dari mereka berempat, semua nya hanya diam di keheningan, setelah sampai di rumah Alkairo bergegas masuk ke dalam rumah nya, di mana di sana sudah tidak ada Papa nya lagi, mungkin beliau sudah berangkat ke kantor tanpa mau menunggu kedatangan Alkairo.


''Al, kamu tidak makan dulu,'' panggil Mama Nathalie ketika Alkairo melangkah ke luar rumah dengan tas yang ada di tangan nya.


''Al sarapan di kantor saja Ma, Al buru buru,'' jawab nya dengan melangkah pergi menuju mobilnya yang ada di halaman depan.

__ADS_1


Dengan kecepatan tinggi Alkairo menuju ke kantor nya yang membutuhkan waktu 30 menit lebih dari rumah nya.


''Pagi Tuan,'' sapa satpam yang bertugas jaga di sana.


Alkairo hanya mengangguk dan tak lupa senyum di bibir nya, tak lama kemudian sang sekretaris menghampiri Alkairo yang baru masuk ke dalam kantor.


''Pagi Tuan,'' sapa sang sekretaris nya.


''Pagi juga, apa semuanya sudah berkumpul di ruangan,'' tanya Alkairo yang tau maksud kedatangan sang sekretaris.


''Iya Tuan, mereka sudah menunggu anda dari tadi, ada juga yang sedang mengompori karena anda telat datang nya,'' jawab nya dengan sedikit rasa takut nya.


''Sudah lah, biarin saja orang yang mengatakan seperti itu, toh dia hanya memiliki beberapa persen saja di perusaha'an ini,'' sahuynya dengan terus melangkah menuju ruang rapat.


''Pagi semua nya, maaf hari ini saya datang terlambat karena harus menemani istri saya yang sedang hamil untuk jalan jalan pagi,'' ucap Alkairo setelah menyapa semua orang yang berada di ruangan rapat tersebut.


''Wach, istri Tuan Muda sudah hamil, saya ucapkan selamat Tuan,'' ucap nya dengan nada tulus, sedangkan yang tidak suka dengan kehadiran Alkairo hari ini hanya berdecak kesal, karena dia sudah gagal dalam membujuk semua kolega dan juga para klien yang ikut bergabung dalam ruangan rapat.


''Terima kasih, berkat doay kalian semua? istri saya segera di beri kepercaya'an oleh sang pencipta. Karena itulah saya sekay mengadakan rapat dan ingin mengucurkan dana ke perusaha'an perusaha'an yang ada di naungan AJ corporation ini, sebagai tanda rasa syukur dan juga tanda terima kasih saya ke kalian semuanya,'' ucap nya dengan tegas.


Seseorang yang tidak suka dengan Alkairo hanya diam dan melongo mendengar penuturan dari Alkairo, seseorang itu tak lain adalah saudara jauh dari Papa Malik. Namun dia sok berkuasa di perusaha'an Alkairo yang ia tintis sendiri dari nol, hanya karena ada 5% milik nya di perusaha'an AJ corporation.


''Wah terima kasih tuan muda, semoga sehat terus sampai hari H nanti,'' sahut yang lain yang juga ikut mendo'akan kesehatan istri nya dan juga si jabang bayi.


''Alhamdulillah, terima kasih do'a nya, sekarang kita mulai rapat nya, agar kita juga tidak terlalu lama di dalam ruangan ini,'' ujar Alkairo dengan mendudukkan diri di kursi kekuasa'an nya.

__ADS_1


Seseorang sudah maju kedepan membahas laba dan juga hasil dari usaha dari perusaha'an lain nya yang juga ikut bergabung dengan AJ corporation tersebut, Alkairo sangat luas dengan penjelasan dari perusaha'an yang ia kasih kucuran dana beberapa bulan kau, kini sudah bisa meraup untung.


Alky tersenyum puas dengan semua orang yang ada di sana, namun pandangan Alkairo masih terus saja mewaspadai sang paman yang mencoba mengganggu perusaha'an nya itu.


'Kalau sampai paman berulah, Al tidak akan tinggal diam lagi, dulu Al hanya diam dengan perlakuan Paman kepada Al, karena Al masih belum ada yang di beri tanggung jawab, tapi saat ini, Al sudah ada istri dan sebentar lagi bakalan ada anak di tengah tengah keluarga kecil kami,' gumam Alkairo yang masih mawas diri dengan kelakuan sang paman, Alkairo tidak pernah menceritakan perlakuan sang paman kepada Papa nya, karena selama ini Alkairo masih menghargai sang paman, tapi untuk sekarang dan seterusnya tidak akan ada ampunan lagi, pikir nya.


Satu jam kemudian, rapat selesai dengan hasil yang memuaskan, semua pihak terkait sudah menjelaskan semua nya dengan dan juga dengan rinci. Senyum terus mengembang di bibir Alkairo, yang tengah berjalan menuju ruangan nya.


Christopher yang memang sejak tadi yidak ikut rapat karya pekeeja'an nya yang sangat banyak, sampul bingung melihat sahabat nya yang masih terus tersenyum.


''Bro, lho kayak nya semakin hari semakin Gila ya,'' cibir nya karena Alkairo yang terus menerus tersenyum tanpa tau tersenyum kepada siapa.


''Awas saja kamu, bonus bulan depan tidak akan aku kasih, sekarang lebih baik kamu kerjakan semua nya pekerja'an yang aku kasih,'' perintah nya, dan Christopher hanya mengangguk mengerti dan sesekali mendengus kesal dengan sikap sahabat nya yang entah kenapa dia sangat aneh, pikir Christopher.


.


.


.


BERSAMBUNG


Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•.

__ADS_1


__ADS_2