CEO Cantik Adalah Istriku

CEO Cantik Adalah Istriku
Bab 58. CCAI 58


__ADS_3

Jam 7 malam bayi mungil sudah di pindahkan ke ruangan Mama nya, bayi laki-laki yang baru lahir itupun segera menangis ketika di taruh di atas sang Mama.


''Mungkin dia lapar, kamu susui saja dulu,'' kata Mama Helena ketika melihat Laura hanya diam saja ketika sang bayi di taruh di atas nya.


''Tapi, Laura tidak tau Ma,'' jawab nya dengan polos.


Mama Helena membantu menantu nya untuk memberi ASI pertama kepada cucu nya. Laura meringis kesakitan ketika sang bayi tengah mengemut put*ing susu nya.


''Sakit Ma,'' ringis nya, dengan terus menahan kepala sang bayi yang masih sibuk menyusu.


''Itu cuma pertama nya saja yang sakit, setelah ini pasti nggak kok, Mama juga gitu dulu,'' jawab nya dengan membantu memegang sang cucu, takut nya sang cucu malah jatuh dari atas Mama nya.


Laura mengangguk pasrah dengan ucapan Mama mertuanya, dia hanya mendengarkan semua pesan yang mertua nya ucapkan, agar dia juga bisa membuat sang bayi lebih senang di dekat nya.


Michael sedang bekerja sampai jam menunjukkan pukul 9 malam, Michael yang baru selesai dengan tugas nya, baru bisa menghampiri istri beserta anak nya yang sudah ada di ruangan nya.


''Hallo anak Ayah, sudah ada disini saja nich si kecil,'' sapa Michael ketika melihat sang baby tengah berada di box nya, si kecil masih belum tidur sedari tadi, meski dia sudah kenyang dengan meminum ASI sang Mama.


''Anak kamu sangat kuat nyusu nya, Laura sampai kewalahan, mungkin masih belum lancar juga ASI nya, jadi dia nyusu sangat lama,'' cerita Mama Helena kepada Michael.


''Boy, kamu tidak boleh sama Mama oke?'' ucap nya dengan menoel noel pipi sang bayi.


''Bunda Mas,'' ralat Laura yang tidak mau di panggil Mama oleh baby boy nya.


''Memang nya kenapa kok tidak mau di panggil Mama,'' tanya Michael menyelidik.


''Laura mau baby boy panggil Laura dengan sebutan Bunda saja Ma,'' jawabnnya dengan mengulas senyum, meski melihat wajah sang mertua yang masih kebingungan dengan perminta'an Laura.


''Ya sudah, terserah mau panggil apa saja, yang penting sama sama kan artinya,'' sahut Mama Helena dengan membalas senyuman menantu nya.


Michael hanya menjadi pendengar yang baik, dan dia segera menggendong baby boy nya, karena Michael juga masih ingin melihat wajah sang anak yang baru tadi lahir.

__ADS_1


''Kamu gembul banget sich nak,'' ucap nya dengan menciumi pipi baby boy nya.


''Jangan di gituin Michael, lebih baik tarok saja di box nya, dia masih sangat renta,'' seru Mama Helena ketika melihat Michael menggendong si kecil dengan sangat tidak hati hati.


''Biar terbiasa saja Ma,'' jawab Michael masih memeluk si kecil. ''Lebih baik Mama pulang saja, Papa pasti nyariin Mama di rumah?'' lanjut nya dengan tak sengaja sudsh mengusir sang Mama secara halus.


''Kamu mengusir Mama Michael,'' tukas nya dengan melotot kan matanya. ''Mulai tadi pagi, Mama yang jadi mereka dimainin, dan sekarang Mama di usir begitu saja!'' tambah nya dengan memukul lengan Michael.


''Bukan seperti itu Ma, maksud Michael adalah Mama pasti capek seharian di sini, dan Papa juga butuh Mama di rumah,'' balas Michael dengan meringis kesakitan, Mama Helena memukul lengan Michael cukup keras.


''Sudah lah lupakan saja, Mama juga lelah terus terusan di sini,'' sambung nya dengan mengambil tas jinjingnya yang ada di sofa. Mama Helena berjalan keluar rumah sakit, di mana di sana sopir pribadinya sudah menunggu sang majikan keluar sejak tadi.


''Nyonya,'' sapa sang sopir dengan membukakan pintu mobil nya dengan setengah membungkuk hormat kepada Mama Helena.


''Langsung pulang saja Pak,'' jawab Mama Helena ramah kepada sang sopir.


''Baik Nyonya,'' sahut nya dengan mengangguk pelan.


'''Bapak siapa yang nyuruh datang kemari,'' tanya Mama Helena penasaran, karena dia tidak merasa menghubungi sang sopir sedari tadi.


''Tuan besar yang nyuruh saya Nyonya, tadi sempat bertemu dengan tuan muda juga di parkiran, dan tuan muda berjanji akan memanggil Nyonya di dalam,'' balas nya dengan terus fokus ke jalanan.


''Pantas saja, Michael tadi mengusir aku dari rumah sakit, jadi Bapak sudah berbicara dengan Michael sebelum nya,''


''Benar Nyonya, tuan besar menyuruh Nyonya untuk pulang, agar bisa beristirahat di rumah,''


Mama Helena mengangguk saja, tanpa tau jawaban apa lagi yang akan di katakan kepada sang sopir.


...****************...


Di sisi lain, Laura tengah bertanya kepada suaminya, karena Mama Helena di usir dari sana.

__ADS_1


''Mas kok mengusir Mama gitu tadi, dan Laura lihat Mama nampak sangat sedih ketika beliau di usir dari sini,'' ucap nya ketika Michael duduk di samping nya.


''Bukan mengusir, tapi sopir Mama sudah menunggu di parkiran, Papa menyuruh sopir untuk menjemput Mama untuk pulang, karena kamu tau sendiri kan kalau Mama tidak bisa kecapean,'' jawab nya dengan menatap wajah Laura yang masih sedikit pucat.


''Och, jadi Papa yang menyuruh Mama pulang, Mas tau dari mana kalau sopir Mama sedang jemput.''


''Tadi aku pergi ke kantin rumah sakit, dan tanpa sengaja bertemu dengan sopir Mama, jadi Bapak itu menitip pesan Papa sama aku, agar Mama cepat pulang ke rumah,'' ungkap nya, Michael memberitahu semuanya keadaan Laura, agar dia tidak merasa kalau suaminya tidak mau sang Mama menginap di rumah sakit, menunggu Laura yang tengah di rawat.


''Tidur lah, sudah malam? biar aku yang jaga boy di sini,'' perintah Michael kepada sang istri.


''Mas juga harus istirahat,'' jawab nya dengan mengulas senyum di bibir nya.


''Iya nanti aku pasti akan beristirahat kok, kamu tidur lah, kamu paling capek di sini? iya kan,'' Michael mencoba menggoda istri nya.


''Capek kenapa? Laura saja tidak bekerja kok, sejak pagi Laura hanya tiduran dan tiduran saja,'' cebik nya.


Laura menatap lengan suaminya yang terlihat memar di sana, dan terlihat luka gigitan juga di sana, membuat Laura tidak enak dan juga malu mengingat dia tadi pagi sudah berani menggigit suaminya.


''Mas, maafin Laura ya? ini pasti sangat sakit kan?'' ucap nya dengan menunjuk lengan Michael.


''Tidak sama sekali kok, sudah biasa terjadi kepada laki-laki yang menemani istri nya melahirkan, dan untung nya kamu tidak mencekik leherku tadi,'' jawab nya dengan menyinggung senyum smirk nya. ''Tidak usah di fikirkan lagi, lebih baik kamu sekarang tidur, agar besok pagi kamu lebih segar dalam merah baby boy,'' tambah nya dengan mengusap puncak kepala Laura sang istri.


.


.


.


BERSAMBUNG


Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•.


__ADS_2