CEO Cantik Adalah Istriku

CEO Cantik Adalah Istriku
Bab 36. CCAI 36


__ADS_3

Sore harinya, Alkairo benar-benar menjemput sang istri di perusaha'an nya, tanpa memberi tahu sang istri terlebih dulu kepada nya, membuat Alkairo harus mendatangi ruangan nya karena hari semakin sore, namun Riana tidak ada tanda tanda mau keluar dari dalam.


''Sayang, kok kamu nggak keluar keluar sich, sedari tadi aku menunggu kamu lho,'' Ujar Alkairo ketika sudsh berada di ambang pintu ruangan nya.


''Mas Al? Mas Al ngapain kesini, memang nya sudsh sembuh sakit nya,'' tanya dengan beranjak dari duduk nya, dan menghampiri sang suami yang juga melangkahkan kakinya ke arah nya.


''Iya, sudah mendingan kok? dan kenapa kamu belum pulang juga, Christopher sudah keluar tadi,'' kata Alkairo menyambut uluran tangan sang istri.


''Pekerja'an nya belum selesai Mas, mungkin sebentar lagi bakalan selesai kok,'' jawab Riana dengan mendudukkan diri di samping sang suami. ''Kenapa Mas Al datang ke sini? Ria bisa pulang sendiri kok,'' lanjut nya menatap wajah sang suami yang sudah terlihat membaik, ketimbang dari yang semalam.


''Mas kangen sama kamu sayang, kamu tau nggak? pertama yang aku cari itu adalah kamu tadi pagi, tapi ternyata kamu malah pergi ke sini. Mama memang sangat jahat sama kamu dan dia juga tega menyuruh kamu bekerja di kanty seharian, sedangkan kamu sendiriasih sangat lelah dan di tambah semalam kamu sudah merawatku dengan baik,'' Ucap Alkairo panjang lebar, Alkairo sangat cerewet ketika berdua dengan Riana, dan ketika bersama dengan orang lain Alkairo akan bersikap sangat dingin.


Riana terkekeh mendengar cerita suaminya yang langsung mencari keberada'an nya tadi pagi, ''Mas Al sangat berlebihan dech, Mama Nathalie tidak pernah jahat kok sama Riana, beliau sangat baik dan juga sayang sama Riana, tapi ya ini memang kemauan Riana saja Mas, jadi Mas Al tidak boleh menyalahkan Mama dalam hal ini,'' balas nya dengan berkata jujur.


''Tapi...''


''Sudah lah Mas, kamu semakin kemana mana tau ngomong nya, mending kamu tanda tangani berkas berkas yang ada di atas meja, dan Riana juga minta maaf, karena sudah duduk di kursi kebesaran mu itu,'' kata Riana sembari menunjuk ke arah kursi besar di depan nya.


''Tidak apa apa sayang? milikku adalah milik mu juga, dan mungkin kamu akan mengurus perusaha'an ini untuk kedepan nya,'' tukas nya dengan percaya diri.


''Jangan bodoh Mas, Riana masih belum terlalu bisa meng-handle semua pekerja'an, dan kenapa harus Riana sich? memang nya Mas Al mau kemana, sehingga Riana harus meng-handle semuanya,'' tanya Riana menyelidiki.


''Ya, nggak kemana-mana sich sayang? tapi Mas hanya akan melihat perusaha'an lain nya dulu, makan dari itu kamu yang akan menangani semua pekerja'an yang ada di sini, dan mulai sekarang juga, kamu bisa menandatangani semua berkas yang membutuhkan tanda tangan ku,'' jawab nya dengan mantap.


''Tapi Mas,''


''Sudah, jangan terlalu di pikirin. Di sini kan ada Christopher yang akan siap membantu kamu selama bekerja di perusaha'an ini,'' potong nya dengan merangkul pundak Riana dengan begitu mesra. ''Makanya kita segera bikin Al junior saja, agar kedepan nya ada yang menggantikan pekerja'an ku seperti Papa Malik dan juga Papa Arzan,'' gumam nya dengan sesekali mengecup pipi chubby Riana.


Wajah Riana memerah karena perlakuan dari suami nya dan juga semua ucapan yang membuat diaerasa sangat malu.


'Anak, mana mungkin bisa punya anak, kawin saja belum? malah memikirkan punya anak cepat,' gumam Riana di dalam hati nya.


''Ayo,'' ajak Alkairo seraya mengambil tangan sang istri yang masih diam di tempat duduk nya.


''Kemana?'' tanya Riana pelan, Riana takut suaminya akan melakukan apa yang dia katakan barusan.


''Pulang sayang? Mama sama Papa sudah menunggu kamu sedari tadi,'' jawab nya yang langsung di angguki oleh Riana.


Riana beranjak dari duduk nya dan berjalan menuju meja kerja suaminya, dengan gesit Riana membereskan semua berkas yang sudah ia kerjakan, dan juga sudah ia periksa dengan sangat teliti.

__ADS_1


''Kamu adalah wanita hebat dan wanita cantik yang pernah aku temui sebelum nya sayang?'' bisik Alkairo yang kini sudsh ada di belakang tubuh Riana.


''Mas jangan githu, nanti ada orang masuk ke sini lagi, kan aku malu? di tambah mereka belum mengetahui status aku di sini sebagai apa,'' balas Riana mendorong pelan tubuh suami nya yang sedikit bert itu.


''Sudah lah, jangan di pikirkan omongan mereka semua, aku bisa berbuat apa saja kepada mereka semua, jika sampai aku melihat dan mendengar kata kata yang tidak pantas sama kamu sayang,'' Alkairo tidak menghentikan ciuman nya di pipi chubby Riana.


''Lebih baik kita pulang sekarang, dan sebelum sampai rumah? Ria mau mampir di mini market dulu, boleh?'' papar nya dengan sedikit menjauh dari wajah Alkairo yang sudah semakin intim menciumi Riana.


''Kamu ini selalu ada saja yang di jadikan alasan, setiap akhir mau meminta yang lebih sama kamu sayang?'' ungkap Alkairo yang sangat mengerti dengan gerakan tubuh sang istri.


''Bukan nya githu Mas? tapi tidak di dalam ruangan ini juga, aku malu dengan sikap kamu yang seperti ini,'' balas Riana merasa tak enak hati dengan suaminya, yang sudah sejak kemarin menahan hasrat nya, karena Riana yang sedang kedatangan bulan, tepat saat dia menukah kemarin.


Alkairo hanya bisa pasrah dan menuruti kemauan istri cantiknya, agar dia juga tidak merasa marah ataupun kecewa dengan sikap Alkairo yang terlalu menekan Riana.


...****************...


Keluarga Riana kini sedang berada di rumah bunda Wati, karena si kecil Nathan tengah di khitan, dan semua keluarga besar Sanjaya bergabung di rumah Bunda Wati, untuk mengikuti acara walimatul khitan tersebut.


Nathan sendiri adalah putera Karan dan juga Pinky, Bunda Wati memang tinggal bersama dengan anak sulung nya yang bernama Karan.


Sedangkan Sania tinggal bersama suaminya di rumah nya yang berada tak jauh dari tempat sang Bunda, jadi Bunda Wati setiap hari akan pergi kerumah Sania tanpa merasa lelah sama sekali.


''Selamat ya sayang? sekarang kamu sudah benar-benar menjadi seorang laki-laki, karena sudah di khitan,'' ujar sang kakek buyut, yang tak lain adalah kakek Sanjaya.


''Hahahaha,'' semua orang yang mendengar pertanya'an Nathan kepada Mbah buyut nya.


''Kamu lucu sekali sich sayang,'' gumam Pak dhe yang sering di panggil Pak Jon.


''Nathan tidak lucu sama sekali, sekarang Nathan sudah dewasa, karena Nathan sudsh di khitan, jadi sekarang Nathan bisa menjaga adik adik kembar dong,'' seru Nathan dengan bersemangat.


''Semuanya pada berkumpul di rumah ini sekarang, tapi cuma tante Riana dan juga Om Andrian yang tidak ada di sini, padahal Nathan ingin meminta kado sama mereka semua,'' ucap nya dengan ada Mama Citra dan juga Papa Arzan di depan nya.


''Sayang, tante sama Om memang tidak ada di sini sekarang, tapi mereka semua sudah membelikan kamu kado, coba kamu lihat jadi di sebelah sana?'' tunjuk Mama Citra kepada tiga kado di dekat jendela.


''Kok ada tiga Oma?'' tanya Nathan yang masih tidak faham dengan kado yang sedang di tunjuk oleh Mama Citra.


''Itu semua dari Om Andrian, tante Riana dan juga Om Marcell juga, masak Nathan tidak ingat kalau punya saudara sepupu tiga sich,'' Mama Citra mengingat sang cucu, kalau dirinya punya saudara sepupu yang begitu menyayangi nya.


Dan tak lama kemudian ponsel Mama Citra bergetar di dalam tas jinjing nya. Mama Citra merogoh ponsel nya dan menatap nama ID yang tertera di ponsel tersebut.

__ADS_1


''Siapa Ma,'' tanya Papa Arzan.


''Riana Pa, mungkin dia mau mengucapkan selamat kepada Nathan,'' sahut nya memperlihatkan ponsel ke arah sang suami.


-''Hallo sayang?'' sapa


Mama Citra dengan menyunggingkan senyuman nya ke arah layar ponsel nya.


-''Malam Ma, bagaimana acara Nathan? lancar kan??'' tanya nya tho the poin kepada sang Mama.


-''Semuanya lancar, dan baru saja dia menanyakan kado dari kamu dan juga dari kakak,'' jawab Mama Citra, memperlihatkan Nathan yang sedang bahagia dengan kado yang Riana beli sebelum ia kembali ke rumah suaminya kemarin.


-'' Alhamdulillah kalau Nathan senang dengan kadonya Ma, Riana takut dia tidak menyukai kado itu dan dia akan menjadi sedih,'' tukas nya dengan senyuman manis di bibir nya.


-'' Sayang, kenapa kamu balik tidak beritahu Bunda sich? apa Bunda sudah tidak penting lagi,'' ujar Bunda Wati yang saat ini memegang ponsel Mama Citra, Bunda Wati memang di panggil oleh Mama Citra, agar dirinya bisa mengomelinya karena ikut suaminya pergi tanpa pamit terlebih dulu kepada nya.


-''Bukan nya githu Bunda, Bunda masih sangat berarti bagi Riana sampa kapanpun, jadi Bunda jangan berkata seperti itu lagi,'' sahut Riana dengan lirih. Riana tau kalau ucapan Bunda Wati hanya bersifat canda'an saja, tapi ucapan itu bisa membuat Riana sedih di Negara lain.


-'' Sudah jangan nangis githu, Bunda juga bercanda kok, lagipula kamu sehat di sana, dan Bunda sangat bersyukur sekali,'' ungkap nya dengan nada lirih juga, ''Lekas kembali dan bawalah cucu Bunda kemari,'' tambah nya membuat Riana melotot mendengar nya. Sedangkan Mama Citra terkekeh karena ucapan kakak ipar nya yang menurut dia sangat berani kepada sang puteri.


''Bunda selalu githu sama Riana, Bunda tau sendiri kan buat bayi tidak segampang bikin sambel,'' balas Riana dengan menggembungkan pipinya karena ledekan sang Bunda.


-''Makanya cepat ngadon nya, biar cepat jadi dan lekas brojol,'' kata Bunda Wati lagi dengan terkekeh geli dengan ucapan nya sendiri.


Semua orang pada tertawa mendengar ucapan Bunda Wati yang menurut mereka sangat frontal.


-'' Sudah, Bunda mau ambil si kembar dulu ya, kasian Sania datang sendirian,'' pamit nya ketika melihat kedatangan Sania yang hanya sendirian.


Ya, Sania hanya datang sendirian saja ke rumah sang Bunda, karena Arkan sang suami sedang pergi keluar kota untuk menangani proyek barunya di sana


Mama Citra yang sudah meletakkan kembali ponsel nya ke dalam tas hanya bisa menatap sang suami yang menatap ke arah Sania yang sedang tertawa bahagia bersama keluarga yang lain nya.


''Kenapa Pa?'' tanya Mama Citra ketika Papa Arzan menatap wajah ponakan nya yang baru datang.


''Tidak apa apa Ma, Papa sangat senang melihat Sania sekarang ini, dia nampak sangat bahagia dengan pernikahan nya, dan di tambah lagi dengan bayi kembar nya, lengkap sudah kebahagia'an dia Ma. Dulu Papa sempat berpikiran kalau Papa tidak akan bisa melihat wajah ponakan kamu yang cantik itu,'' ucap nya panjang lebar, dan semua itu di angguki oleh Mama Citra.


Mengingat dulu, kalau Sania pernah mengidap penyakit yang mematikan, dan semua dokter sudah angkat tangan dengan penyakit yang di derita oleh Sania, sampai akhirnya Sania kabur dan tidak mau lagi mengonsumsi obat obat yang selama itu ia konsumsi, agar dia bisa cepat hamil, alangkah senang nya di saat dia hamil dan dokter memvonis kalau penyakit yang di derita oleh Sania sudsh hilang dan itu artinya, sudah sembuh total, sampai saat ini penyakit itu tidak kambuh kambuh lagi, pertanda penyakit itu benar-benar sudah sembuh dan hilang untuk selamanya.


Bersambung

__ADS_1


Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasihπŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•


__ADS_2