
Tuan Tomo masih sangat berharap dengan kerja sama yang akan ia lakukan dengan Alkairo.
Tuan Tomo juga sudah petentang petenteng, karena Alkairo tidak pernah memotong penjelasan dari sang sekretaris Tuan Tomo, Alkairo merespon semuanya dengan naik tanpa menyela sama sekali. Namun sangat di sayangkan oleh Alkairo kerja sama harus batal ketika sekretaris Tuan Tomo sudah capek dengan penjelasan nya, tapi di tolak begitu saja.
Enak banget jadi Tuan Tomo? yang menginginkan 80% persen dari pembagian penghasilan, nggak konsisten banget dengan kerja nya.
''Maaf, saya tidak berminat kerja sama dengan anda, bahkan anda yang akan untung sedangkan saya akan di buat buntung,'' seru Christopher yang sudah sangat lelah mendengar semua omongan yang sudah di manipulasi sesuai arahan Tuan Tomo sebelum nya.
''Tuan Christopher, kenapa anda bicara seperti itu? kerja sama kita akan menguntungkan kedepan nya,'' sahut sekretaris Tuan Tomo yang masih kekeh ingin bekerja sama dengan perusaha'an Alkairo.
Tuan Tomo masih asik dengan kedua wanita nya tanpa ikut andil dalam membicarakan semua kerja sama yang sedang di bahas sejak tadi oleh sekretaris nya.
''Ayo Tuan Muda kita pergi sekarang? bukan kah anda ingin menjenguk istri anda yang sedang sakit,'' Ucap Christopher mengalihkan pandangan nya kepada sang Bos
Alkairo mengangguk dan beranjak dari duduk nya, seraya berkata, ''Maaf Tuan Tomo, kami tidak bisa bekerja sama dengan perusaha'an anda, mungkin anda harus lebih mentingin klien kamu, dari pada hanya sibuk dengan wanita bokingan kamu itu,'' tukas nya membuat Tuan Tomo cengok.
Alkairo dan Christopher berlalu dari ruangan yang sengaja di pesan oleh Tuan Tomo, ruangan yang sangat tertutup agar semua orang menganggap Tuan Tomo seorang pengusaha yang baik dan juga terhormat, tapi kenyata'an nya? dia malah seorang penjahat kelamin yang sering ginta ganti wanita setiap malam dan harinya.
Di luar ruangan Christopher sudah meledakkan tawa nya melihat sikap yang di perlihatkan oleh sahabat sekaligus bos nya.
''Puas puasin ketawanya sekarang, dan kenapa kamu malah menerima tawaran yang seperti itu, buang buang waktu berdua ku saja,'' ujar Alkairo dengan nada ketus nya.
''Sudah kah Bos, bukan kah niat kita dari awal sudah jelas, hanya memberikan pelajaran kepada si tua bangkotan itu, dan membuat Tuan Tomo sadar dengan segala kemarukan nya juga,'' jawab Christopher yang langsung di benarkan oleh Alkairo.
''Sudah tua, masih saja berulah dengan pengusaha muda, mungkin karena dia belum pernah terkena bogem mentah saja dari para lawan nya, sehingga dia masih bersikap dengan santai santai saja, ketika tadi berhadapan dengan kita Bos,'' tambah nya dengan sedikit bangga, karena perusaha'an Alkairo sudsh aman dari jerat si tua bangkotan itu, siapa lagi kalau bukan Tuan Tomo.
__ADS_1
Christopher melajukan mobil nya menuju kantor papa Devano, sesuai rencana semalam bersama dengan ketiga nya.
Beberapa kemudian Alkairo dan juga Christopher sudsh sampai di lobby perusaha'an Malik yang kini tengah di pegang oleh Papa nya sendiri.
''Bagaimana, apa kalian berhasil bikin malu Tuan Tomo,'' tanya Papa Alkairo, ketika melihat putera dan juga asisten nya masuk ke ruangan nya.
''Beres Om, semuanya sudah di atur dengan sebagian mungkin, dan mungkin dengan ini tidak ada lagi orang yang akan mau bekerja sama dengan si tua bangkotan itu lagi,'' balas Christopher yang sangat bersemangat menjelaskan kepada Papa Alkairo.
''Bagus, nanti Om akan tranfer uang kepada kamu, karena sudah berhasil bikin dia malu di depan orang,'' tukas nya dengan senyum yang mengembangkan di bibir tuanya.
''Jangan terlalu di manja Pa, dia itu mata duitan? sama saja dengan Tuan Tomo,'' sambung Alkairo ketika melihat sahabat nya sudah gembira dengan transferan yang sudah di janjikan oleh Papa Alkairo.
''Sudah sudah jangan bertengkar di sini, bagaimana keada'an Riana Al,'' tanya sang Papa ketika mendengar menantunya sakit di rumah.
''Tega sekali lho Al, bikin anak orang kedinginan, di tambah lagi kemarin Riana sudah kecapean dengan semua berkas berkas yang menumouk di atas meja kamu,'' seloroh nya dengan nada kesal.
''Kan itu semua dia yang minta di ajak jalan jalan, jadi aku bawa ke sana saja?'' Alkairo masih saja terus saja berkilah, karena bukan karena kedinginan Riana sakit, tapi itu semua karena kelakuan brutal dia semalam di dalam kamar nya, jadi ya begitulah sampai keada'an Riana yang lemas tak bertenaga, dan Alkairo malah berdalih sang istri sakit gara-gara kedinginan, alasan yang sangat masuk akal dan sekaligus pintar dalam membodohi semua orang, hehehe.
Di sisi lain Andrian kini sedang mengunjungi proyek barunya yang belum lama ini sudah selesai di kerjakan, dan tinggal melanjutkan apa saja yang ada di dalam nya nanti.
''Proyek yang kita tangani semuanya sesuai rencana Pak, apa anda ingin bertandang ke sana hari ini,'' tanya sang asisten dengan sangat ramah.
''Lain kali saja aku akan datang ke sana, sekarang aku akan menyelesaikan ini lebih dulu, oiya? apa kamu sudsh tau kabar adekku sekarang?'' tanya Andrian yang masih sibuk dengan layar laptop nya.
''Yang aku dengar barusan, Nona Riana sedang sakit Pak, tapi hanya demam saja? apa anda akan menyambangi kediaman Tuan Malik,'' tanya sang asisten memastikan.
__ADS_1
Andrian mengangguk pelan dan berkata, ''Jangan dulu, aku tidak ingin mengganggu istirahat adekku di sana,'' sahut nya dengan memandang sang asisten yang masih setia berdiri di hadapan nya.
''Kalau sudah tidak ada lagi, saya akan kembali ke ruangan saya Pak,'' tutur nya dengan ramah.
''Baiklah,'' jawab Andrian singkat. Sang asisten pun pergi dari hadapan Andrian yang masih saja dinsibukkan dengan berkas yang masih menumpuk di meja kerjanya.
''Harusnya aku mengabari dia kemarin, kalau aku sedang sibuk di proyek, tapi aku malah mengabaikan panggilan dia,'' rutuk nya, mengingat kemarin sang adek beberapa kali menghubungi nya, dan Andrian tidak mengangkat panggilan sang adek.
''Maafkan aku dek, kakak bukan nya tidak mau mengangkat telfon dari kamu, tapi kata Papa kamu sedang mengurus perusaha'an suami kamu, sedangkan suami kamu sedang sakit,'' gumam nya pelan, matanya menatap ke arah jendela yang ada di samping nya. Terlihat di sana banyak burung burung yang beterbangan bebas di atas sana.
Andrian manarik nafas panjang dan menghembungkan dengan perlahan, agar emosi yang tengah berselimut di dalam dadanya bisa berkurang.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.
Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih ππππππππ
__ADS_1