CEO Cantik Adalah Istriku

CEO Cantik Adalah Istriku
Bab 43. CCAI 43


__ADS_3

Sepeninggal Riana dan Alkairo, Mama Nathalie mengambil makanan yang masih tersisa di atas meja, dengan sangat kesal? Mama Nathalie menyuapkan makanan ke dalam mulut nya, karena Mama Nathalie juga belum makan siang.


Riana di bawa ke kamar oleh Alkairo untuk beristirahat kembali, sedangkan Alkairo sendiri mengambil laptop nya untuk menyelesaikan pekerja'an nya yang tadi ia tinggal, Alkairo begitu khawatir dengan keada'an sang istri ketika melihat Riana tergolek lemah karena ulah nya, maka dari itu? Alkairo meminta Christopher mengatur ulang jadwal meeting nya dengan perusaha'an perusaha'an besar lain nya.


''Kalau memang belum selesai kerjanya, kenapa Mas Al harus pulang sich,'' ujar Riana dengan merubah posisi tiduran nya menjadi duduk.


''Sudah, kamu tidur saja sayang, tidak usah khawatirin Mas? Mas bisa sendiri kok.


''Tapi Mas Al juga baru sembuh dari sakit perut nya, dan sekarang malah bekerja dengan sangat keras seperti itu,'' Riana terus saja mengajak debat Alkairo yang malah sedang asik bekerja di depan laptop nya.


Riana yang sudah kesal, karena semua pertanya'an nya tidak di gubris sama sekali, hanya mendengaus kesal dan berjalan menghampiri suaminya.


Riana mengambil laptop yang ada di pangkuan suaminya, dan mengambil alih Riana yang mengetik sedangkan Alkairo membacakan berkas yang harus di revisi ulang oleh nya.


''Kalau begini kan jadi cepat,'' gumam Riana merasa malu dengan suaminya, tadi saja marah marah karena suaminya sibuk bekerja, sedangkan sekarang malah Riana yang mengerjakan semuanya, Riana sendiri tidak mahir dalam bisnis perhotelan dan perumahan, hanya saja dia sedikit mengerti tentang bisnis tersebut, dan beruntung nya Riana mendapatkan suami yang tidak pelit dalam ilmu bisnis yang sedang ia tekuni.


''Selain bisnis ini, bisnis apalagi yang sedang di tekuni Mas Al,'' tanya Riana mulai mengorek bisnis yang sedang di kerjakan suaminya.


''Selain bisnis ini, Mas juga menaruh modal di salah satu Mall dekat rumah Mama Citra,'' jawab nya dengan santai dan masih terus memerikaa berkas berkas yang di kirimkan oleh manager keuangan perusaha'an nya.


''Mall, Mall mana?'' tanya nya meyakinkan.


''Dekat rumah Mama Citra, Mas sengaja memberikan modal kepada salah satu teman Mas di sana, lumayan juga kan? buat nambah nambah tabungan, buat masa depan Al junior,'' sahut nya dengan menatap wajah cantik Riana.


''Sayang, kamu masih tidak yakin kalau Mas punya usaha di Mall juga,'' tanya nya kepada sang istri, karena Riana masih belum mempercayai ucapan dari suaminya.

__ADS_1


''Percaya sich Mas, tapi Ria tidak menyanhka akan sebanyak itu yang di tekuni Mas Al?'' balas nya dengan bangga kepada suaminya.


Riana juga harus meniru jejak suaminya, agar dia juga tidak selalu tergantung kepada sang suami, Riana juga mempunyai sebuah saham di perusaha'an sang Ayah, namun semua itu Riana masih belum ingin turun langsung dalam menangani perusaha'an di kantor papa nya.


''Kamu kenapa sayang?'' tanya Alkairo yang melihat wajah Riana yang tiba-tiba sedih.


''Sebenarnya Riana masih ingin membantu Papa di perusaha'an nya, tapi Papa malah menyuruh Riana membantu Mas Al di perusaha'an nya juga,'' jawab nya dengan nada sendu.


''Kamu ingin bekerja juga,'' tanya Alkairo tiba tiba, Alkairo tidak mungkin rela istri cantik nya bekerja di kantor nya, dengan banyak laki-laki yang akan menggangu nya, tadi saja Alkairo sudah di buat darah tinggi dengan kelakuan Christopher sang asisten dengan mengatakan akan merebut wanita nya.


Alkairo juga tidak rela, wajah cantik istri nya menjadi santapan para karyawan nya yang jomblo, tapi Alkairo juga tidak mengerti dan tidak tau harus berbuat apa.


''Sayang, kamu mau bekerja?'' tanya Alkairo memberanikan diri untuk bertanya kepada sang istri.


''Ya sudah, besok ikut Mas ke kantor,'' Alkairo pasrah dengan semua aq abang yang ia berikan kepada istri nya.


''Beneran Mas, Riana boleh bekerja?'' tanya Riana wngan nada senang, dan sekarang dia juga sedang melompat lompat karena saking bahagia nya.


''Iya, dengan syarat,'' ucapan Alkairo menghentikan Yuforia Riana ketika mendengar di ijinkan l, tapi setelah itu Alkairo malah mengajukan sebuah syarat kepada nya, membuat dia jadi tahu untuk menerima syarat tersebut.


''Apa syarat nya,'' tanya nya dengan ketar ketir.


''Nanti malam jangan lupa, puaskan suamimu ini, dan yang kedua? setelah kamu hamil nanti kamu harus berhenti bekerja, oke?!'' tukas nya dengan menaik yurunkan alisnya.


''Itu mah mau kamu Mas.'' Riana menggembungkan pipinya ketika suaminya minta jatah nya nanti malam.

__ADS_1


Riana beranjak dari duduk nya dan pergi meninggalkan Alkairo, namun Alkairo sangat gesit menangkap tangan Riana, di tarik nya dengan sangat lembut sampai akhirnya Riana jatuh di pangkuan sang suami, Alkairo tak melepaskan begitu saja, Alkairo menciumi leher Riana, menambah jekakerah yang semalam ia berikan, sesekali Alkairo menggigit telinga Riana sehingga membuat sang empu menggelinjang karena rasa geli.


Suara desa*han juga keluay dengan sendirinya dari mulut manis nya.


''Mas, jangan seperti ini,'' ucap nya dengan nafas yang tersengal karena menahan mulut nya agar tidak mengeluarkan suara des*ahan yang akan. membuat suaminya akan bertambah hasrat kepada nya.


''Ingat Mas, kewanita'an ku masih sakit dan kamu mau memulai nya lagi,'' bisik Riana yang terus menggelinjang, seperti ulat yang sedang kepanasan.


''Nikmati saja sayang,'' Alkairo mulai memasukkan tangan nya ke dalam baju yang di kenakan oleh Riana, saat ini Riana tengah memakai dress, sehingga Alkairo bertambah semangat ketika tadi tangan nya masuk ke dalam bajunya, paha putih sang istri sangat nampak menggairahkan sehingga membuat Alkairo semakin kepanasan di buat nya, Alkairo yang tengah di landa mabuk pun langsung membawa Riana ke atas kasur empuk nya, untuk melanjutkan pergilatan yang semalam sudah mereka lalui.


''Pelan-pelan Mas,'' bisik Riana dwngan nada lirih nya, dia sudah pasrah dengan suaminya yang sedang di landa nafsu birahi nya. Mungkin ini karena masih baru bagi mereka berdua sehingga tidak kata bosan dan menunggu waktu yang lama untuk mengulangi pergulatan itu dan itu.


''Mas akan pelan pelan sayang, jadi kamu tidak khawatir oke,'' jawab nya dengan nafas yang sudah memburu, junior nya juga sudah terbangun sejak tadi dan kini sedang mencari rumah yernyaman nya untuk segera tertidur kembali, Riana merintih ketika junior Alkairo sudah menemukan tumah nya tenggelam di dalam nya, dengan semangat sang junior bekerja keras agar segera tertidur dengan sangat nyaman karena sudah berada di dalam rumah nya.


.


.


.


BERSAMBUNG


Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•

__ADS_1


__ADS_2