CEO Cantik Adalah Istriku

CEO Cantik Adalah Istriku
Bab 45. CCAI 45


__ADS_3

Adzan berkumandang dengan sangat merdu, Riana membuka matanya dan menggeser lengan suaminya yang melingkar di perut nya, dengan sangu perlahan Riana memindahkan lengan kekar itu, setelah berusaha cukup kuat agar suaminya tidak terbangun, kini Riana sudah berada di dalam kamar mandi, untuk membersihkan seluruh tubuh nya dari peluh sisa pergulatan mereka berdua.


Sepuluh menit kemudian Riana sudah menyelesaikan ritual mandinya, dan berganti baju, setelah itu barulah Riana membangun kan suaminya untuk segera mandi dan juga sholat jamaah shubuh.


''Mas, bangun sudah subuh?'' Riana mengguncang tubuh nya dengan kedua tangan yang tertutup dengan mukenah nya.


''Ada apa sayang?'' Alkairo ingin meraih tangan Riana yang tadi mengguncang tubuh nya.


''No, cepat mandi dan kita sholat jama'ah,'' Ucap nya menghindar dari tangan suaminya, Alkairo hanya tersenyum simoul melihat istri nya kini sudah lengkap dengan mukenah dan juga sajadah yang sudah ia gelar.


''Sebentar, Mas mandi dulu,'' sahut Alkairo turun dari ranjang nya dengan tanpa sehelai baju di tubuh nya.


''Mas, jorok ich,'' seru Riana menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya.


''Kenapa sayang, mau lagi?'' goda Alkairo membuat Riana menutup wajah nya dengan erat, agar Alkairo tidak bisa membuka tangan dari wajah nya.


''Sudah sanah mandi, kalau nggak cepat! Riana akan sholat subuh sendirian,'' ancam nya membuat Alkairo segera berlari ke arah kamar mandi.


''Tunggu jangan sholat dulu,'' teriak Alkairo yang kini sudah mengguyur tubuh nya dengan shower.


Riana hanya tersenyum melihat suaminya yang bertingkah aneh, mungkin seperti anak kecil saja, pikir nya.


Beberapa menit kemudian Alkairo sudah siap dengan baju koko, sarung dan juga kopyah nya, menghampiri Riana yang sedang membaca Al-Quran, ''Kita sholat sekarang, nanti waktu subuh nya habis lagi,'' Ucap Alkairo yang sudah berdiri di hadapan istri nya.


''Kalau seperti ini kamu semakin ganteng tau Mas,'' goda Riana ketika melihat suaminya berpakaian Muslim.


''Jangan menggodaku, kalau tidak mau sholat subuh kita gagal,'' balas Alkairo yang membuat Riana mencebikkan bibir nya.

__ADS_1


Akhirnya mereka berdua sholat berjamaah berdua di dalam kamar nya, selesai sholat, Riana bergegas turun dari kamar nya menuju dapur untuk membuat Alkairo sebuah teh hangat.


''Nona, Nona mau bikin apa?'' tanya sang Bibi yang melihat majikan nya masuk ke dapur.


''Ria mau bikin teh buat Mas Alkairo Bi,''


''Biar Bibi saja yang bikin Nyonya, lebih baik Nyonya kembali ke kamar nya saja, nanti sesudah ini Bibi antar ke atas,'' jawab nya dengan mengambil cangkir yang sedang di pegang Riana.


''Nggak apa apa Bi, Mas Al tadi nyuruh Riana yang bikin teh, jadi Ria harus bikin sesuai permintaan suami Riana dong Bi,'' ucap nya sedikit berbohong.


Mana ada suaminya menyuruh bikin teh, yang ada tadi suaminya malah mencegah kepergian nya untuk turun ke dapur, tapi Riana malah ngeyel dengan berlari keluar kamar dan menuju dapur di lantai dasar.


''Ya sudah kalau itu perminta'an Tuan Muda, Bibi juga tidak bisa mencegah Nona juga,'' balas sang Bibi membiarkan Riana bikin teh sendiri.


Setelah selesai Riana membawa secangkir teh dan juga segelas susu coklat ke kamar nya, Riana juga masih lumayan ngantuk juga, karena kejailan suaminya Riana tidak bisa tidur dengan nyenyak, alhasil pagi ini masih sangat ngantuk.


''Mas Al, itu punya Ria? harusnya Mas Al minum teh nya bukan susu ini,'' Riana merebut kembali gelas yang sudah di pegay Alkairo.


''Sejak kapan kamu pelit seperti ini sayang, bukan nya kita setiap hari selalu berbagi?'' seru Alkairo yang tak mengerti sikap sang istri hari ini.


''Entah lah, yang Ria inginkan cuma ingin menghabiskan sendiri susu coklat nya, tanpa berbagi dengan Mas Al,'' tukasnya dengan meminum habis susu coklat di dalam gelas nya.


Alkairo hanya menggalang pelan melihat istri nya sudah menghabiskan susu coklat nya dalam sekali tegukan saja. ''Sayang? kamu tidak seperti biasanya seperti ini tau nggak,'' protes Alkairo dengan mencebikkan bibir nya, tapi Riana tidak menghiraukan, bahkan Riana kini sudah memberikan tubuh nya kembali ke atas kasur, dan tanpa Alkairo ketahui Riana sudah ngorok, yang artinya istri nya sudah tertidur lagi setelah meminum susu coklat nya.


''Anech banget sich kamu sayang,'' gumam nya dengan meminum teh nya yang sudah mulai agak dingin.


Alkairo meraih selimut dan langsung menurut tubuh istri nya yang sudah terlelap dalam tidur nya, sedangkan Alkairo memilih untuk bersiap ke kantor, karena hari ini dia sedang kedatangan tamu dari luar negeri, dan pastinya akan sangat melelahkan sekali ketika tidak di temani sang istri.

__ADS_1


''Lho, Riana mana Al,'' tanya Mama Nathalie yang tidak melihat menantunya turun untuk sarapan pagi bersama.


''Menantu kesayangan Mama molor lagi tuh, tadi habis minum susu coklat nya dan langsung tidur githu saja,'' sahut Alkairo seraya mendudukkan di depan sang Mama.


''Apa istri kamu sedang sakit, sehingga dia kembali tidur lagi,'' tanya Mama Nathalie yang tak pernah melihat menantunya akan tertidur kembali setelah selesai sholat subuh.


''Entahlah Ma, siapa juga agak aneh, masak iya? Al mau minta susu coklat nya saja tidak di bolehin, biasanya setiap hari selalu berbagi kok,'' adu Alkairo kepda sang Mama, mungkin menurut Alkairo dengan bercerita dengan sang Mama, Mama nya bisa memberikan solusi yang baik buat dirinya dan juga menantunya.


''Sudah, lebih baik kamu sarapan sekarang, biar Mama nanti yang mengurus menantu Mama, Mama khawatir? takutnya dia sakit tapi tidak memberitahu kamu,'' perintah Mama Nathalie dan Alkairo hanya mengangguk patuh saja dengan semua perkata'an Mama nya. Alkairo juga tidak bisa berbuat banyak dalam hal ini, karena dia juga tidak mengerti mood wanita seperti apa, kadang baik kadang juga jelek, pikir Alkairo dengan segera menyelesaikan makanan nya dan berangkat ke kantor, karena Christopher sudah benerin kali menghubungi nya.


''Kalau githu Al berangkat dulu ya Ma, jangan bangunin Riana dulu Ma, mungkin dia kecapean karena kemarin sangat banyak berkas yang ia kerjakan di kantor,'' pesan Alkairo kepada sang Mama.


Mama Nathalie hanya mengangguk dan menerima uluran tangan dari putera nya untuk berangkat ke kantor bersama'an dengan sang papa yang juga pamit ke kantor. Mama Nathalie hanya melambaikan tangan ketika putera dan juga suaminya sama sama berangkat ke kantor nya masing-masing.


Di dalam kamar Riana masih bergelut dengan selimut tebal nya, karena mungkin ngantuk atau sedang malas mau ngapa ngapain juga, akhirnya Riana kembali memejamkan matanya setelah merasakan suaminya mencium kening nya dengan penuh perasa'an.


.


.


.


BERSAMBUNG


Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•

__ADS_1


__ADS_2