
Hati berganti hari, kelakuan Riana semakin membuat Alkairo dan Mama Nathalie penasaran, karena Riana sudah jarang keluar rumah dan itu membuat Alkairo dan Mama Nathalie betanya tanya, di tambah lagi Alkairo yang tidak boleh masuk ke dalam kamar nya, kamar yang biasa tidak pernah di kunci, kini malah di kunci rapat, hanya seorang pelayanan saja yang di bilehkan masuk ke dalam bersama Mama Nathalie juga.
''Mama, Mama bujuk lah Riana? agar Al bisa masuk ke dalam kamar, masak ia Al harus tidur di kamar tamu sich, sedangkan Al sendiri punya istri di kamar,'' Alkairo merajuk kepada sang Mama, namun di luar dugaan Alkairo kalau Mama nya juga sangat senang kalau putera nya tidur di kamar lainnya, dari pada menantu nya tersiksa dengan bau yang tidak di sukai oleh Riana.
''Sudahlah, lebih baik kamu terima saja semua nya, itu lebih baik buat Riana,'' jawab Mama Nathalie dengan santai.
''Tapi Ma,'' Alkairo masih protes dengan jawaban sang Mama nya, karena buat Alkairo jauh dari sang istri adalah hal yang terberat nya.
''Harusnya kamu senang Al, dengan ini kamu akan menjadi seorang Ayah nantinya,'' Mama Nathalie mulai memberi tahu perihal Riana tidak mau dengan nya.
''Ma-maksud Mama, Riana ha-hamil,'' tanya Alkairo dengan kegugupan nya.
Mama Nathalie mengangguk membenarkan pertanya'an putera nya, ''Iya, istri kamu saat ini sudah hamil 4 minggu,'' sahutnya meyakinkan putera nya.
''Mama tidak berbohong kan?'' lagi lagi Alkairo tidak percaya dengan ucapan Mama nya, Mama Nathalie sudah sering berkata bohong dengan Al, jadi mau tak mau Alkairo tidak mempercayai nya dengan begitu saja.
__ADS_1
Mama Nathalie berdecih, karena putera nya tidak mempercayai nya. Mama Nathalie meninggalkan Alkairo begitu saja, karena dia sudah tidak mau membahas itu lagi dengan Alkairo.
''Mama,'' teriak Alkairo yang tidak jadi berangkat bekerja, Alkairo masih sangat penasaran dengan ucapan Mama nya tadi, tapi Alkairo juga tidak bisa berkata apa apa, mau dekat dengan sang istri saja tidak bisa.
Alkairo gelisah di ruang tamu nya, memikirkan semua ucapan dari Mama Nathalie, ''Kenapa kamu menyiksa aku seperti ini sayang,'' keluh nya dengan menjambak rambut nya dengan kasar, Alkairo frustasi dengan memikirkan istri nya yang kini tengah mengandung anaknya.
Tiba-tiba ponsel nya bergetar dan menampakkan nama ID pemanggil di sana.
''Rian, tumben sekali dia menghubungi ku,'' gumam nya, masih terus memandang ke layar ponsel nya.
-''Hallo, kak?'' sapa Alkairo ketika sudah menggeser layar ponsel nya ke warna hijau.
-''Maaf Kak, Al juga tidak bisa bertemu dengan Riana sekarang, bukan hanya sekarang saja sich, tapi sudah dua minggu ini aku selalu di usir dari kamar sama Riana,'' jawab nya dengan panjang lebar.
Andrian yang ada di seberang di buat kaget dengan pengakuan adik ipar nya.
__ADS_1
-''Kenapa bisa begitu sih Al, ada apa sebenarnya sama Riana,'' tanya Andrian dengan nada khawatir nya.
-''Aku juga khai dengan istri ku Rian, tapi kata Mama Riana tidak apa apa, itu semua karena dia sedang hamil jadi bersikap seperti itu kepadaku,'' terang Alkairo.
-''Apa kamu bilang??''
-''Iya, adik kamu sedang hamil sekarang jadi dia tidak mau aku mendekati dia, tidur saja aku harus tidur di kamar tamu, membuat aku tidak nyaman,'' cerita Alkairo kepada kakak ipar nya.
Andrian di seberang senang dengan penuturan Alkairo saat ini, ini akan menjadi berita besar bagi Mama dan juga Papa, pikir Andrian dengan senyuman yang sudah mengembang di kedua bibir nya.
-''Rian, apa kamu masih ada di sana?'' seru Alkairo, karena sudah tidak ada suara di sambungan telfon nya.
Sampai di menit ke lima belas, masih belum ada jawaban dari sambungan ponsel nya, dan ternyata panggilan nya sudah di putus secara sepihak oleh Andrian.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.
Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih ππππππππ