CEO Cantik Adalah Istriku

CEO Cantik Adalah Istriku
Bab 50. CCAI 50


__ADS_3

Andriana membuat Mama Citra datang ke negara yang sedang ia tempati saat ini, karena mendengar penjelasan dari Alkairo yang mengatakan kalau Riana tidak mau makan dan juga bertemu dengan nya.


Jam 2 siang Mama Citra sampai di apartemen putera nya, yang tak lain adalah Andrian, saudara kembar Andriana.


''Mama dan Papa kapan sampai nya, kok nggak ngabari Rian kalau mau datang ke sini?'' tanya nya dengan menatap sang Mama dan juga Papa nya, Tuan Arzan.


''Mama hanya tidak ingin merepotkan kamu saja nak, lagipula pekerja'an kamu di kantor sangat banyak pastinya,'' sahutnya lembut.


''Mama seperti ini terus, kayak minta di jemput sama orang lain saja, aku ini putera Mama dan juga Papa, sebanyak apapun pekerja'an Rian, Rian pasti akan menyempatkan untuk menjemput Mama dan juga Papa di bandara,'' balas nya dengan memeluk sang Mama dengan penuh kehangatan.


Mama Citra tersenyum mendapatkan jawaban dari putera nya, ''Maafkan Mama kalau gitu, tapi Mama hanya yidak ingin kamu repot saja, sedang Papa kamu sudah ada yang jemput juga tadi di bandara,'' jawab nya dengan mengelus puncak kepala Andrian.


''Mama sebelum gitu kalau sama Rian,'' keluh nya dengn nada datar nya.


''Kak, bagaimana keada'an adik kamu sekarang, Mama ingin menengok dia sekarang, tapi Papa kamu melarang Mama untuk datang menjenguk adik kamu,'' ucapnya dengan panjang lebar


''Adik sebenarnya baik baik saja kok Ma, tapi masalah nya dia sama sekali tidak mau bertemu dengan Alkairo saja, seperti orang benci gitu sama suaminya sendiri,'' jawab nya dengan membenarkan duduk nya di sofa dekat sang Mama.


''Mama jangan terlalu khawatir soal adek, Mama Nathalie sangat baik dan juga perhatian kepada adek, jadi Mama harusnya jangan seperti ini juga, Kakak takut Mama sakit lagi, dan itu akan membuat adek memikirkan keada'an Mama juga,'' ceritanya.


''Kenapa Papa harus ijinin Mama datang ke sini, bukannya kemarin Mama juga sempat down kan? karena kepikiran adek di sini,'' kini giliran sang Papa yang harus menjawab pertanya'an Andrian.


''Papa juga tidak mau datang ke sini, kalaupun harus datang Papa maunya sendirian saja, tapi Mama kamu kan pemaksa orang nya, jadi Papa tidak bisa berbuat apa apa selain mengikuti kemauan nya,'' jawab Papa Arzan yang tak mau di salah oleh putera nya.

__ADS_1


Mama Citra hanya mendengus kesal dengan pengakuan suaminya, Mama Citra juga ingin mengetahui keada'an anak nya yang berada di rumah mertua nya, Mama Citra sendiri sudah sangat percaya kalau besan nya akan memperlakukan puteri nya dengan sangat baik, namun Mama Citra hanya ingin menjenguk Riana, karena rasa kangen yang sudah meleber kemana-mana, sehingga semua perkata'an semua orang yidak akan ia pedulikan.


Andrian dan Papa Arzan hanya menghela nafas panjang nya, dan juga sama sama menghembuskan dengan pelan pelan melalui mulutnya, menghadapi sikap keras kepala sang Mama dan juga istri nya, adalah hal yang begitu mustahil yang tidak dapat ia tolak sama sekali, ajakan dia adalah sebuah perintah yang harus ia lakukan dan kerjakan dengan sesegera mungkin.


...****************...


Riana saat ini sedang ingin memakan buah mangga muda, dan itu semua harus di kerjakan oleh Alkairo, dari mengambil mangga di pohon yang berada di belakang rumah nya, dan juga mengupas kulitnya, sampai mengulek bumbu rujak nya harus di lakukan oleh suaminya, agar sang jabang bayi tidak ngeces saat keluar nantinya.


''Sayang, di sini kan ada Mamang yang memanjat pohon mangga nya,'' tolak Alkairo dengan menggunakan si Mamang, yang tak lain adalah tukang kebun nya, yang biasa mengambilkan buah mangga untuk sang Mama.


''Ria tidak mau di ambilkan orang lain, Ria mau Mas Al yang ngambil langsung di pohon itu,'' tunjuk Riana ke pohon mangga yang terlihat jelas dari kamar nya.


''Tapi sayang, Mas thu nggak bisa manjat pohon, di tambah lagi pohon mangga nya sangat tinggi,'' lagi lagi Alkairo menolak perintah sang istri, sehingga membuat Mama Nathalie berdecak kesal melihat putera nya yang selalu menolak perminta'an istri nya yang tengah hamil muda.


''Mama mah enak cuma ngomong doang, lha Al yang harus manjat pohon mangga Ma.'' sahut Alkairo yang tak terima di omelin oleh Mama nya.


''Tinggal ambil galah doang repotnya minta ampun?'' ledek Mama Nathalie yang langsung meninggalkan Alkairo sendirian di belakang rumah nya.


''Nasib nasib, baru ketemu sudah di suruh manjat pohon mangga, mana tinggi lagi,'' rutuk nya sepeninggal Mama Nathalie.


Dengan sangat terpaksa Alkairo mulai memanjat pohon mangga, dengan susah payah, karena Alkairo sendiri tidak pernah manjat pohon sedati ia kecil, dan sekarang malah di suruh manjat pohon mangga segala, aneh banget, pikir Alkairo.


Dengan usaha yang sangat besar, akhirnya Alkairo bisa mengambil mangga yang sedang di minta sang istri, Alkairo bisa bernafas lega setelah ia bisa turun dengan selamat dari pohon mangga yang ia naiki, tapi perminta'an Riana tidak sampai di situ, Bibi sudah menyiapkan bumbu di ulekan besar dan Alkairo hanya tinggal uley bumbu bumbu itu sampai halus dan jadilah bumbu rujak yang sangat enak, pikir Riana.

__ADS_1


Alkairo melakukan semua nya dengan senyuman di depan istri nya, walaupun semua senyuman nya hanya karena paksa'an semata.


''Nich sudah selesai,'' Alkairo mendorong cobek yang sudah terisi bumbu rujak yang sudah halus ke depan istri nya.


''Bagaimana? enak,'' tanya Alkairo menatap wajah istri nya yang sangat lahap makan rujak manis hasil karya nya sendiri.


''Ini enak banget, Mas Al pintar banget bikin rujak nya,'' jawab nya dengan wajah yang sumringah, karena perminta'an nya di kabulkan oleh suami tercinta nya.


Alkairo yang penasaran dengan rasa rujak manis di depan nya, mengulurkan tangan nya dan mengambil potongan kecil buah mangga di dalam cobek, namun ketika di masukkan ke dalam mulut nya Alkairo langsung berlari ke wastafel yang ada di dalam dapur.


Riana terkekeh melihat suaminya lari dengan menutup mulut nya, karena Alkairo mau memuntahkan buah mangga yang tadi ia ambil di dalam cobek nya. Riana merasa sangat senang sudah mengerjai suaminya dengan meminta hal yang aneh aneh buat nya.


.


.


.


BERSAMBUNG


Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•

__ADS_1


__ADS_2