
Hari pernikahan Adriana dengan Alkairo sudah di depan mata, semua keluarga besar Andriana sudah berkumpul di halaman rumah Riana yang begitu luas, Tuan Arzan sengaja mengadakan ijab kabulnya di rumah besar nya, dan di lanjut resepsi di hotel sang ponakan nantinya.
Riana kini sudah di rias begitu cantik oleh MUA kenalan Mama Citra, dan terlihat lah wajah cantik Riana bakal barbie.
''Kakak cantik banget?'' seru Sania yang baru masuk ke kamar kakak sepupunya.
''Adek juga cantik,'' balas Riana denganengusap pipi chubby Sania.
''Di luar calon pengantin laki laki sudsh ada di depan, kakak nggak mau turun sekarang?'' bisik Sania tepat di telinga sang kakak.
''Kakak keluar nanti saja kalau sudah sahenjadi istri nya saja,'' tukasnya dengan senyuman mengembang di bibir ranum nya.
''Rugi lho, nggak keluar sekarang?'' Sania mencoba memanas manasi sang kakak, agar sang kakak mau di ajak keluar dari kamar nya dan mengintip calon suaminya yang sudah siap melaksanakan ijab kabul di depan penghulu dan juga di depan keluarga besar Riana.
''Adek keluar saja dech, kakak mau sendiri disini,'' Riana mengusir Sania yang terus mengkompori nya dengan ucapan ucapan nyeleneh nya
''Sudah berani mengusir adekmu ini dari kamar nya ya,'' kata Sania dengan menaruh kedua tangan di pinggang ramping nya.
''Kenapa nggak berani, ini kamarku dan sebentar lagi akan menjadi kamar pengantin,'' balas Riana asal, karena ucapannya sendiri kini menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.
''Cieee, yang sudah nggak sabar buat malam pertama, cieee cieee,'' Sania menggoda sang sepupu membuat Riana malu dan menutup wajahnya dengan kedua tangan nya.
''Kak, nanti kalau malam pertama? kakak harus bilang sama kak Al, pelan pelan saja,'' bisiknya lagi, tapi Riana malah melemparkan bantal ke arah sang adek yang sudah kabur entah kemana.
''Emang thu anak ya,'' gumam Riana yang bersemu merah mengingat perkata'an sang adek. ''Apa benar sakit kalau melakukan pertama kalinya,'' gumam Riana memikirkan apa yang pernah di omongin oleh kedua saudara sepupu nya.
Kedua sepupu nya memang lah sengklek dalam hal bercanda, namun hal seperti itulah yang membuat Riana merindukan mereka berdua, sehingga dia tak ingin jauh dari saudara nya tersebut.
__ADS_1
''Ngelamun terus,'' sela Pinky yang baru masuk dengan tanpa suara sedikit pun.
Pinky adalah istri dari kakak sepupu nya, yang tak lain adalah saudara kandung Sania, yang sama sama sengklek menurut Riana.
''Kak Pinky kok ada di kamar Riana sich,'' seru Riana yang tidak menyadari kedatangan istri sepupu nya itu.
''Memangnya di luar ada larangan yang mengatakan kalau kakak tidak boleh masuk!'' jawabnya dengan ketua.
''Ya bukan gitu sich kak? kalau kak Pinky hanya mau ngeledekin Riana saja, lebih baik kak Pinky nggak usah masuk ke kamar Pinky,'' jawab nya mengerucut kan bibir nya.
''Kakak di suruh panggil kamu sama Mama Citra, kalau kamu nggak mau? ya sudah, tinggal bilang sama Mama Citra kalau kamu nggak mau di ajak turun,'' balasnya dengan nada sedatar mungkin. Pinky tau Riana tidak akan menolak ajakan nya ketika nama Mama Citra di sebutkan dalam hal ini.
''Ya sudah, Riana ikut ke bawah sekarang?'' sahut Riana dengan nada pelan, membuat Pinky mengangkat sudut bibir ke atas.
Sebenarnya acara akad sudah selesai, sejak Riana di goda Sania tadi, tapi Riana tidak menghiraukan sang adek, dia hanya fokus dengan kaca di depan nya yang memperlihatkan wajah cantik nya yang manglingi.
Riana turun bersama dengan Pinky yang tak lain adalah istri dari kakak sepupunya. Mereka berdua berjalan dengan begitu anggun dengan kebaya yang di pakai Riana saat ini, di tambah lagi dengan Pinky yang membuat semua orang berpaling dari pandangan pengantin laki-laki yang ada di depan nya.
"Iya, apalagi yang dampingi juga cantik? " celetukan mereka berdua masih di dengar ileh keluarga Riana, membuat mereka hanya menggelengkan kepalanya*.
"Nak Riana, kemarilah, " panggil sang kakek yang tadi juga ikut menjadi saksi pernikahan cucunya.
Riana berjalan menghampiri sang kakek, namun dia saat ini sendirian. Karena Pinky sudah kembali duduk di sebelah suami dan juga putera nya.
''Kamu sangat cantik sayang?'' bisik Karan kepada sang istri, ketika sudah mendaratkan bokong nya di sebelah sang suami.
''Memangnya Mas baru tau,'' balas Pinky dengan berbisik juga.
__ADS_1
''Mas baru dengar dari laki-laki di belakang ini, tadi mereka berdua memuji kecantikan kamu sayang,'' lagi lagi Karan berbisik kepada Pinky membuat Pinky mau tak mau menoleh kebelakang. Dan benar saja, kedua laki-laki itu memandang Pinky penuh ketertarikan, membuat Pinky tak enak duduk di depan nya.
''Mau kemana?'' tanya Karan ketika melihat Pinky beranjak dari duduknya.
''Aku duduk bersama Bunda saja Mas, rusuh di sini tau nggak,'' jawab nya pelan seraya mengambil sang putera untuk di bawa kepada omanya.
Karan hanya menggeleng pelan seraya menatap sang istri yang sudah menjauh, ''Biasanya wanita lain akan senang ada yang memuji seperti itu, tapi kamu malah kabur begitu saja,'' gumam Karan yang langsung mengalihkan kepada adek sepupu yang kini tengah memasangkan cincin di jari pasangan nya.
''Semoga kalian selalu bahagia, setelah apa yang kamu alami dek,'' gumam Karan tersenyum bahagia, karena adek sepupunya kini telah menemukan kebahagia'an nya, setelah merasa di khianati beberapa bulan lalu.
Flashback On
Alkairo dengan lantang ketika ijab kabul tadi.
''Saya terima nikah dan kawinnya Andriana Putri Narendra binti Arzan Malik Narendra dengan Mas kawin seperangkat alat sholat, sebuah villa dan perhiasan seberat 500 gram di bayar Tu-nai,'' dengan satu kali tarikan nafas tugas Alkairo selesai sudah di hadapan penghulu dan di depan para saksi.
''Bagaimana para saksi sah,'' tanya penghulu.
''Sah,''
''Sah,''
Sah,''
Para saksi menjawab dengan bersahutan, akhirnya penantian selama satu bulan terselesaikan sudah oleh Alkairo.
Acara di lanjut dengan do'a, tapi di dalam lubuk hati Alkairo yang paling dalam adalah, Andriana yang belum keluar juga dari tempat persembunyian nya, membuat Alkairo tak khusyuk mengikuti rangkaian acara, sampai akhirnya istri kakak iparnya menghampiri Andriana ke dalam kamar di mana dia berada.
__ADS_1
Hanya butuh lima menit, Pinky untuk membawa Andriana ke hadapan Alkairo. Wajah cantik Riana yang kini sudah di poles dengan make up dan beberapa riasan ala pengantin nampak begitu cantik, sehingga Alkairo terperangah menatap Riana yang sudah sah menjadi istri seorang Alkairo pengusaha muda di Negara N itu.
Flashback Off