CEO Cantik Adalah Istriku

CEO Cantik Adalah Istriku
Bab 51. CCAI 51


__ADS_3

Alkairo memuntahkan mangga yang terasa sangat asam di lidah nya, dia juga beberapa kali membersihkan mulut nya yang masih terasa asem.


''Sayang, jangan di makan? itu sangat asem, kita beli yang mateng saja ya,'' bujuk nya dengan mau mengambil mangga yang sudah di iris dan di taruh di atas piring.


''Apa'an sich Max, ini mangganya sangat manis tau nggak,'' jawab Riana seraya terus memasukkan mangga muda yang terbilang sangat nikmat untuk Riana yang kini sedang hamil muda.


''Lagian kamu juga, ikut ikutan makan mangga itu, itu buat Ibu hamil saja tau nggak,'' Mama Nathalie menjewer telinga Alkairo.


''Isshh, sakit Ma,'' keluh nya dengan memegang telinga yang masih terasa sangat panas, akibat jeweran dari Mama Nathalie barusan.


Alkairo hanya bisa mencebikkan bibir nya yang tak terima dengan perlakuan Mama nya.


''Mama sebenarnya sayang nggak sama Al, kalau misal Mama sudah tidak sayang lagi sama Al? kita bisa balik ke Indonesia lagi kok, iya kan sayang?'' Ucap Alkairo dan meminta bantuan dari Riana untuk menjawab nya.


''Enak saja, kamu tidak boleh bawa menantu Mama dari rumah ini, kalau kamu ingin pergi, ya pergi saja? tapi satu hal yang perlu kamu ingat! Riana akan tetap tinggal bersama Mama di rumah ini, dan dia juga tidak akan pernah dan juga keluar dari rumah ini, paham!!'' Mama Nathalie mengomeli Alkairo dengan tatapan nyalang nya.


''Ya tidak boleh seperti itu juga kali, Riana adalah istri Al, dan Al juga berhak bawa istri Al kemana saja Al pergi,'' balas nya dengan menatap sang Mama.


''Kalau kamu mau pergi, pergi saja,'' sahut Mama Nathalie yang tidak mau mengalah dari putera badung nya


''Ke enakan Mama kalau gthu,'' tukas nya dengan bangun dari duduk nya dan beranjak pergi, melangkah ke dalam kamar nya.


Alkairo tidak ingin selalu berdebat dengan Mama Nathalie, karena itu akan membuat sang istri marah kepada nya, jadi mau tak mau Alkairo memlih untuk pergi dari hadapan Mama Nathalie dan juga Riana sang istri.


''Mama mau,'' tawar Riana dengan mengulurkan tangan nya.

__ADS_1


''Tidak, Mama punya penyakit lambung dan juga tipes, jadi Mama tidak boleh memakan makanan asam dan juga pedes,'' jawab Mama Nathalie dengan sedikit berbohong.


Sebenarnya Mama Nathalie bisa saja memakan mangga muda di depan nya saat ini, tapi Mama Nathalie sudsh memejamkan matanya ketika melihat mangga muda dengan bumbu rujak di dalam cobek.


Rasanya sangat asam, tapi Riana sangat menikmati mangga muda di depan nya, serasa memakan buah mangga yang begitu manis.


''Kamu habiskan saja sayang, mungkin lain kali Mama akan mau menikmati rujak buah dengan kami, asal buah itu manis dan juga? bumbu nya tidak terlalu pedas seperti sekarang.


''Oke Ma, lain kali dan Mama sudah janji ya,'' ucapnya dengan mulut penuh dengan kunyahan mangga muda nya.


''Iya Mama janji, kalau gitu Mama masuk dulu ya, setelah ini kamu harus istirahat, dan juga? nanti sore Mama Citra akan datang ke rumah ini, jadi menantu Mama yang cantik ini harus terlihat lebih segar dari sebelumnya oke,'' tutur nya dengan beranjak pergi.


Riana hanya cengo' melihat sang Mama Nathalie yang sudah pergi, Riana meyakinkan dirinya untuk mengingat ucapan dari Mama mertua barusan.


''Apa benar Mama Citra ada di sini sekarang, tapi kok Mama dan Papa tidak memberi tahu Riana sich?'' gumam nya pelan, namun mulut nya masih terus mengunyah rujak mangga nya.


Di apartemen Mama Citra dan juga Papa Arzan sudah bersiap siap untuk menemui puteri nya yang kini tengah mengandung cucu nya.


''Mas Arzan lama banget sich, nanti keburu malam lagi ke rumah Riana nya,'' teriak Mama Citra ketika melihat suaminya masih memakai baju nya.


''Semangat lagi Mas selesai kok Ma,'' jawab Papa Arzan lembut, Papa Arzan selalu bersikap lemah lembut ketika berhadapan dengan sang istri, berbeda jauh dengan lawan bisnis nya atau para karyawan nya di perusaha'an nya.


Sikap dingin yang selalu ia nampak kan di hadapan semua orang, sedangkan di dalam keluarga besar nya Papa Arzan orang nya sangat hangat dan juga sangat ramah dalam bersikap.


''Mas tau nggak, Mama sudah kangen banget sama adek Mas,'' gerutu Mama Citra ketika suaminya menjawab teriakan tadi.

__ADS_1


''Di jawab salah, diem juga salah,'' gumam Papa Arzan dengan sangat pelanggan, agar Mama Citra tidak mendengar gumaman dari Papa Arzan barusan.


Papa Arzan sudah keluar dari kamar yang sedang ia tempati di apartemen putera nya. Papa Arzan menghampiri sang istri dengan merangkul bahu Mama Citra dengan berkata, ''Kalau Mama bersikap seperti ini, Mama mengingatkan Mas akan masa lalu kita tau nggak, ingin rasanya bikin adek lagi buat Romy,''


Ucapan tersebut membuat Mama Citra terkejut dan ia segera mencubit perut Papa Arzan, ''Mas Arzan apa'an sich, malu? di sini ada anak kita yang masih belum berkeluarga, jadi Mas harus ingat itu,'' sahut nya dan menarik lengan Papa Arzan untuk turun dari lantai 20, keduanya berjala menuju parkiran, di mana di sana Andrian sudah menunggu kedatangan Mama dan juga Papa nya.


''Kebiasa'an dech, Mama dan Papa tidak konsisten sama sekali, janji jam 3 malah sampai jam 3.30 menit,'' ujar nya dengan membuka mobil yang akan ia kendarai menuju rumah besar keluarga Alkairo.


''Nich, semua gara gara Papa kamu yang terlalu lama di dalam kamar, sehingga Mama harus menunggu Papa kamu sampai selesai dulu,'' sahut nya dengan nada ketus nya.


''Mama kamu sebenarnya? ingin memberikan kamu adek saja kak, jadi Papa harus meyakinkan Mama dulu kalau kita sudah tua githu,'' bela Papa Arzan yang langsung mendapatkan tonyoran dari Mama Citra.


''Rian senang masih bisa melihat Mama dan Papa bercanda seperti ini, Rian selau berdo'a, agar ke depan nya Rian juga mendapatkan wanita sebaik Mama dan juga adek Riana,'' sambung nya dengan mengulas senyum bahagia di bibir tipisnya.


''Amiiin,'' jawab Mama Citra dan juga Papa Arzan secara bersama'an.


Mobil yang di kendarai Andrian kini sudah masuk di pelataran rumah keluarga Alkairo, Mama Citra berdecak karena kagum dengan keindahan dan juga kemewahan yang di miliki rumah besar di depan nya, Mama Citra menatap ke sekeliling dengan penuh takjub, karena di samping rumah besar tersebut terdapat taman bunga yang begitu cantik, dan pemandangan itu sukses, membuat Mama Citra ingin membuat nya nanti di belakang rumah nya.


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•


__ADS_2