
Satu minggu kemudian Mama Citra sudah pulih dari sakit nya, dan dia juga sudah mencari gedung untuk di adakan acara nikahan puteri nya, rasa bahagia selalu dia tampakkan ketika sedang mengobrol dengan WO yang ia akan pakai nanti di hari bahagia putrinya.
''Ma, Riana maunya yang sederhana saja tanpa adanya resepsi yang besar besaran, yang penting kita sudah sah menjadi suami istri,'' Riana belum siap dengan bertemu dengan orang banyak untuk saat ini, setelah acara kemarin yang tiba-tiba di batalkan begitu saja
''Kenapa sayang?'' tanya tante Mala ketika mendengar penuturan dari menantunya.
''Maaf tante, Riana belum siap bertemu dengan orang banyak di acara nanti,'' Riana berkata jujur kepada mertuanya, Riana tidak mau ada yang di tutupi dari keluarga calon suaminya itu.
''Kalau itu perminta'an Ria dan juga demi kenyamanan kamu juga, nggak apa apa kan Ma,'' sambung Alkairo yang menyetujui ucapan Riana, mungkin dia masih trauma dengan penghianatan dan juga hina'an yang terlontar dari mulut orang orang yang dulu di undang di acara pertunangan nya.
''Baiklah kalau begitu, Mama hanya akan mengundang beberapa keluarga besar Mama dan juga Papa untuk hadir di acara sakral kalian nanti,'' Tante Mala langsung mengerti tanpa harus di jelaskan oleh putranya.
''Terima kasih tante?'' Ucap Riana menghambur ke pelukan mertuanya.
''Kok aku nggak di peluk juga sich?'' Alkairo merasa iri dengan Mama nya yang mendapatkan pelukan hangat dari calon istri nya.
''Kalau sudah sah, baru giliran kamu, puas puasin dech di dalam kamar nanti,'' sangat Mama malah menggoda keduanya. Riana merasa sangat malu mendengar nya.
''Mama suka gitu kalau ngomong, nggak pernah di sensor sama sekali,'' gumam Alkairo yang kini merangkul sangat Mama. Alkairo sebisa mungkin membahagiakan sang Mama dengan hal hal kecil.
__ADS_1
Setelah di rasa cukup dan deal dengan pernikahan sederhana mereka berdua, Mama Citra langsung memberikan uang muka kepada WO yang akan ia sewa minggu depan.
Ke empat orang itu pun langsung berhenti di sebuah Mall untuk mencarikan sebuah cincin pernikahan putera putery nya, dan di sana mereka memilih berpencar saja, karena Alkairo tidak ingin menunggu Mama dan juga mertuanya yang sedang berbelanja, dan pasti akan membutuhkan waktu yang cukup lama, pikir Alkairo.
''Mama saja yang beli cincin nya, aku dan Riana akan membeli barang lain nya dulu,'' ucap Alkairo tiba-tiba yang langsung di setujui oleh Mama mereka.
''Baiklah jeng kalau begitu, kita berdua saja yang belanja, ternyata anak anak kita butuh privasi sendiri ya,'' tante Mala malah meledek putera nya yang ingin berdua saja dengan Riana menantunya.
''Iya Mbak,'' jawab Mama Citra, ''Pergilah, nanti biar sopir yang menjemput Mama di sini, dan kalian ingat? jangan pulang terlalu malam oke,''
''Baiklah Ma, terima kasih sudah mengijinkan kami berjalan berdua,'' balas Alkairo dengan nada senang nya. Kedua orang tua itu hanya menggeleng pelan mendengar jawaban dari anak nya.
Riana yang masih mematung langsung di tarik pergi begitu saja oleh Alkairo, membuat Mama Citra dan juga tante Mala menggeleng melihat kelakuan Alkairo yang sudah tidak sabaran ingin berdua dengan Riana.
Riana dan Alkairo berkeliling mencari barang yang akan ia beli untuk sang gadis, namun langkah terhenti ketika seseorang memanggil Riana dari belakang.
''Riana!'' panggil wanita cantik dengan perut buncit nya.
Riana berbalik menghadap ke arah wanita yang sedang memanggil nya. ''Maaf, anda siapa?'' tanya Riana yang tidak tau dengan wanita di depan nya, Alkairo mengernyit alis nya karena Riana tidak mengenal wanita yang memanggil nya.
__ADS_1
''Kamu Riana kan?'' tanya wanita itu lagi, memastikan kalau wanita di depan nya adalah Riana, mantan calon tunangan Michael. Ya, yang memanggil Riana adalah Laura istri Michael.
''Aku Laura, istri Michael,'' tutur nya dengan rasa malas, namun dia harus memastikan kalau mantan suaminya tidak akan menggangu pernikahan nya. ''Bukan nya kamu-? sudah tidak tinggal di sini lagi,'' tanya Laura menjeda pertanya'an nya.
''Memang saya sudah tidak tinggal di sini lagi, tapi kedatangan saya kesini hanya untuk mempertemukan calon suamiku kepada keluarga ku yang ada di sini,'' balasnya dengan jengah.
Alkairo mengangkat sudut bibir nya mendengar penuturan dari calon istri nya, dia tidak menyangka kalau calon istri nya akan seberani ini dengan istri Michael.
''Kenalkan dia Alkairo, calon suami ku? dan perlu kamu ingat, aku tidak akan pernah ganggu suami kamu, lagi pula aku juga sudah mau menikah dengan laki-laki yang benar-benar mencintai ku apa adanya, bukan ada apanya,'' Riana memperkenalkan Alkairo dengan Laura yang di sambut dengan sinis oleh nya, entah apa maksud dari Laura sehingga dia berani menghentikan pasangan muda di depan nya.
''Baguslah, kalau kamu mengerti apa yang akan aku ucapkan sama kamu, dan kamu pasti sudah lihat kalau perutku sudah membesar, dan sebentar lagi aku dan Michael akan menjadi orang tua,'' kata Laura dengan bangga, tapi dia juga tidak memungkiri kalau dirinya tidak pernah di manja apalagi di sayang oleh suaminya, namun karena Laura sangat mencintai Michael mau tak mau dia harus bertahan dengan semua perlakuan Michael terhadap dirinya.
''Kamu tenang saja, istri ku cukup tau diri kok, lagi pula dia bukan wanita ganjen yang akan menggoda suami orang lain, dia sudah cukup bahagia dengan kehadiran ku di dekat nya, jadi? kamu tidak usah khawatir,'' sahut Alkairo dengan dingin. Al menarik tangan Riana sehingga dia jatuh di pelukan nya.
''Sayang kita pergi sekarang saja, masih banyak barang yang akan kita beli hari ini, sebelum aku kembali ke New York,'' gumam Alkairo lembut. Laura merasa iri dengan sikap yang di perlihatkan oleh Alkairo kepada Riana.
Riana memutar tubuhnya dan melangkah pergi meninggalkan Laura sendirian di tempat nya.
Sedangkan seorang laki-laki yang berdiri tak jauh dari mereka bertiga, sempat mendengar dengan samar samar apa yang di obrolin ke-tiga nya tadi.
__ADS_1
''Jadi Riana akan segera menikah dengan laki-laki yang ada di samping nya,'' gumam nya pelan, rencana awal Michael ingin mengikuti Laura yang akan membeli perlengkapan bayi nya di salah satu terbesar di Jakarta.
Namun dirinya malah di kejutkan dengan penuturan dari Riana yang mengatakan kalau dirinya akan menikah dengan laki-laki yang begitu mencintainya. Hati Michael serasa hancur ketika mendengar pernyata'an itu. ''Aku masih sangat mencintai mu Riana, tapi apa aku terlalu egois sehingga ingin memiliki keduanya,'' gumam nya lagi dengan kaki yang sudah melemas, seakan tidak punya kekuatan untuk menopang berat badannya sendiri.