
Riana buru buru pergi ke toilet ketika Papa Akan menghubungi nya.
''Kak Nela, titip dulu ya,'' ucap nya seraya berarti ke toilet untuk karyawan.
'Ada apa sich, kok Papa tumben telfon Riana siang siang gini,' gerutunya dengan mengunci pintu toilet.
-''Hallo Pa, Assalamu'alaikum,'' ucap nya, ketika sudah menggeser layar ponsel nya.
-''Kamu kemana saja, kayak nya sibuk banget sekarang,'' jawab Papa Arzan yang melihat penampilan putri nya yang berubah.
-''Kenapa kamu berpenampilan seperti itu sekarang, apa Alkairo yang meminta kamu untuk berubah menjadi jelek seperti itu,'' cecar nya dengan menatap wajah putri nya lewat layar ponsel nya.
-''Riana tidak cerita sekarang Pa, panjang cerita nya, nanti sesudah pulang saja, baru Riana cerita kan semua nya sama Papa,'' sahut nya dengan membuka pintu toilet, takut nya ada orang di luar dan dia sengaja menguping obrolan Riana dengan Papa nya.
-''Baiklah, Papa tunggu,'' jawab nya dan langsung mematikan ponsel nya.
Riana menarik nafas dalam dalam, sebelum keluar dari dalam toilet.
Riana merapikan penampilan nya kembali agar tidak ada yang curiga dengan nya.
''Kemana saja lho, lama banget ke toilet nya,'' Nela yang sudah menunggu sejak tadi menggerutu karena Riana terlalu lama pergi ke toilet.
''Perut Riana mules kak,'' jawab nya berbohong.
''Masak iya harus lama cuma mules doang,'' balas nya dengan menyerahkan berkas ke tangan Riana yang masih berdiri di depan meja nya.
''Kerjakan ini semua, dan besok harus selesai, karena Pak direk ada pertemuan penting, dan berkas ini sangat penting juga,'' ucap nya dengan menatap wajah Riana yang sudah terlihat kesal.
''Sudah, lebih baik kamu kerjakan sekarang saja, agar cepat selesai juga kan?'' tukas nya dengan senyum smirk nya.
''Lagi lagi di kerjain dinosaurus,'' gumam nya pelan.
''Kamu ngomong sesuatu,'' tanya Nela yang mendengar gumaman Riana.
''Tidak kok, aku tidak ngomong apa apa,'' jawab nya dengan mendarat kan bokong nya di tempat duduk nya.
__ADS_1
Riana mengerjakan apa yang di perintahkan oleh Nela barusan, tapi dia mengernyitkan dahinya ketika melihat sesuatu yang janggal menurut dia.
Riana mengcopy sebagian berkas yang di anggap penting, untuk bukti di kemudian hari.
Dengan sangat lihai Riana kini sudah menyelesaikan berkas berkas yang harus di kerjakan tadi.
''Nich audah selesai,'' kata Riana dengan menyodorkan berkas berkas kepada Nela yang duduk di samping nya.
'Kali ini aku akan terus menyelidiki Dinosaurus dan Mak Lampir,' batin nya dengan senyum jahat nya.
Riana juga menoleh kearah Nela yang sedang di sibukkan dengan beberapa pekerja'an nya, ''Kamu yang benar saja, berkas ini banyak, dan kamu hanya butuh waktu 1 jam saja mengerjakan nya,'' tanya Nela yang masih tidak percaya dengan semua pekerja'an Riana.
''Mau bagaimana lagi, aku sangat pintar dalam berbagai hal, apalagi berkas ini hanya masalah kecil bagiku,'' jawab nya dengan santai.
Riana juga melipat kedua tangan nya di depan dada, Riana hari ini akan bersikap angkuh sedikit, dan dia ingin tau dengan reaksi Nela, selama ini Riana terlalu percaya dengan Nela, tidak tau pasti Riana sudah sedikit tidak percaya kepadanya.
''Seharusnya kamu berada di kantor pusat saja, di sana pasti banyak pekerja'an yang harus segera di selesaikan,'' Ujar Nela dengan menatap wajah Riana yang masih bersikap tenang.
''Ya, mau bagaimana lagi, di kantor pusat sudah tidak lowongan kerja, hanya di kantor ini saja yang membuka lowongan, jadi aku langsung masuk saja ke kantor ini,'' jawab nya, Riana masih berdiri di samping Nela, yang mengerutkan kening nya, karena dia tidak percaya, sepintar apa sich Riana ini, pikir Nela.
Nela mencoba mengkoreksi hasil kerja Riana, ternyata semua nya benar, tidak ada yang salah sama sekali, dalam pengetikan dan juga penjumlahan.
Nela sekarang yakin dengan bakat Riana, yang sangat jenius dalam melakukan segala hal, dan ini adalah kesempatan baginya untuk mengerjai wanita yang ber penampilan culun tersebut.
...****************...
Sebenarnya Riana tidak pergi ke kantin, tapi dia pergi ke cafe yang berada tak jauh dari kantor tempat ia bekerja, Riana mengirim semua bukti itu ke email Papa Alkairo, dan juga sedang meminta bantuan kepada Papa nya.
Karena yang akan Riana hadapi bukan orang yang sembarangan, mungkin mereka sudah menyewa seseorang untuk mencelakai Riana saat ini, jadi Riana hanya berjaga-jaga saja, misalkan ada kejadian yang tidak ia inginkan sama sekali.
Kalau dulu Riana, masih bisa melawan para penjahat sendirian, tapi kini dia tengah berbadan dua, dan Riana juga harus memikirkan janin yang ada di dalam perut nya saat ini.
π© -''Papa sudah mengirim seseorang ke cafe, kamu bicara saja dengan dia,'' isi chat dari Papa Arzan.
π€ -''Terima kasih Pa,'' balas nya dengan menunggu kedatangan dua orang yang akan membantu dalam penyelidikan ini nantinya.
__ADS_1
Tak harus menunggu lama, dua orang bertubuh gagah danntehap menghampiri Riana yang berada di meja dekat jendela.
''Dengan Nona Riana,'' tanya salah satu orang tersebut dengan membungkuk hormat.
''Iya, apa kalian orang suruhan Papa Arzan,'' tanya nya.
Kedua orang itu mengangguk, dan duduk di depan Riana, tidak mungkin juga mereka harus berdiri selama obrolan berlangsung.
Riana mulai menceritakan semuanya kepada kedua orang di depan nya, dengan secara detail dan juga memperlihatkan bukti yang ia ambil tadi di dalam berkas yang Riana kerjakan.
Kedua nya ngangguk mengerti, dan merilis juga berjanji akan melakukan semuanya dengan cepat, sesuai perminta'an dari Tuan Arzan, selaku big bos dari kedua orang tersebut.
''Baiklah Nona, Nona Riana tidak udah khawatir lagi, kami akan melakukan dengan baik dan tanpa meninggalkan jejak juga,'' ucap nya dengan sopan.
''Baiklah Paman, sekali lagi Riana berterima kasih kepada paman semua nya, karena sudah mau membantu Riana menyelesaikan pekerja'an ini.
''Tidak apa apa Nona, perintah dari Tuan Arzan adalah kebahagia'an untuk kami sebagai anak buah nya,'' sahut nya dengan mengulas senyum kepada Riana.
''Kalau begitu kami pamit dulu Nona, dan Nona juga harus lebih berhati-hati,'' kata salah satu anak buah Papa Arzan.
''Terima kasih paman, sudah mengingat kan aku,'' balas nya dengan beranjak dari duduk nya, dia berjalan keluar cafe setelah dua orang suruhan Papa nya pergi.
''Kita tunggu saja apa yang akan terjadi setelah ini, aku yakin kalian semua tidak akan bisa berkutik dengan adanya bukti bukti kekacauan yang selama ini terjadi di kantor cabang ini,' gumam nya dengan tersenyum jahat.
.
.
.
BERSAMBUNG
Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.
Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih ππππππππ.
__ADS_1