CEO Cantik Adalah Istriku

CEO Cantik Adalah Istriku
Bab 46


__ADS_3

Mama Nathalie masuk ke dalam Alkairo untuk melihat sang menantu yang ternyata masih tidur di ranjang nya, Mama Nathalie berjalan ke arah Riana yang tengah di tutupi selimut tebal di atas tubuh nya seraya bertanya.


''Sayang, kamu kenapa,'' tanya Mama Nathalie memegang dahi menantu kesayangan nya.


''Mama, Riana tidak apa apa kok, hanya ngantuk saja,'' jawab Riana yang merasakan telapak tangan Mama Nathalie yang lembut itu.


''Ayo sarapan dulu, setelah itu kamu boleh tidur lagi,'' ajak Mama Nathalie mencoba membangunkan sang menantu yang masih betah dengan tiduran nya.


''Nanti saja Ma, Riana belum lapar kok?'' sahutnya dengan mendudukkan diri di samping sang Mama mertua.


''Apa kita ke dokter saja, Mama takut kamu kenapa napa lagi sayang?''


''Tidak Ma, Riana hanya capek dan juga ngantuk saja, Riana juga baik baik saja oke,'' balas nya dengan senyum di kedua bibir nya.


''Ya sudah kalau githu, kamu istirahat saja, Mama keluar dulu ya, tapi kalau kamu lapar? kamu panggil Bibi saja,'' pesan mama Nathalie yang langsung di angguki Riana.


''Baiklah Ma, dan terima kasih sudah menghawatirkan aku,'' gumam Riana yang menyunggingkan senyuman nya.


''Sama sama sayang?'' tukasnya dengan senyuman sembari mencium kening sang menantu.


Riana merasa bahagia saat melihat mama mertuanya begitu perhatian dengan nya, Riana tidak pernah berpikiran memiliki mertua yang sayang seperti Mama nya sendiri.


Riana kembali membenarkan posisi tidur nya dan menarik selimut nya kembali, Riana kembali memejamkan matanya karena rasa kantuk yang mulai menyerang kembali.

__ADS_1


Mama Nathalie menghubungi Alkairo yang sedang berada di kantor nya.


-''Hallo Al,'' sapa Mama Nathalie ketika sambungan telfon nya di terima oleh puteranya.


-''Ada apa Ma, kenapa menghubungi Alkairo sich, kan Riana ada di rumah sekarang,'' tanya Alkairo yang tidak mau di ganggu saat bekerja.


-''Al, kamu apain istri kamu sehingga dia sangat kelelahan dan juga tidak mau sarapan hari ini,'' tanya Mama Nathalie meninggikan suaranya.


-''Di apain Ma, cuma di ajak bikin adonan saja kok, tidak lebih? memang nya kenapa dia tidak mau sarapan,'' jawab Alkairo yang tak terima di sangka yang buruk oleh sang Mama nya.


-''Entah, Mama juga sudah mengajak untuk sarapan, tapi dia bilang belum lapar dan juga dia ngantuk berat, seperti tidak tidur semalaman,'' ucap Mama Nathalie yang curiga dengan puteranya, yang berbuat seenak nya saja kepada Riana sang istri.


-''Sudah lah Ma, Al sedang sibuk dan ingin menyelesaikan semua pekerja'an ini secepatnya,'' kata Alkairo membuat Mama Nathalie berdecak kesal.


-''Iya iya, Al akan pulang, dan sekarang Al matikan ,'' ucapnya dengan nada kesal nya dan memutuskan sambungan telfon, Alkairo yang sudah tidak mood lagi dalam bekerja hanya bisa mendesah kesal, dan beranjak dari duduk nya seraya menyambar jas nya, dan melangkah pergi dari ruangan nya menuju rumah besar nya, di mana sang istri sekarang masih tidur dengan pulas nya.


''Mama ada ada saja dech, Riana kan cuma ngantuk saja! kenapa sampai khawatir seperti itu sich.'' gerutu Alkairo yang berjalan menuju parkiran mobil nya.


...****************...


Riana masih betah dengan tidur nya, Alkairo sudah sampai di rumah besar nya dan menatap ruang tamu dan ruang keluarga yang terlihat sangat sepi, biasanya sang istri sudsh menyambut kepulangan nya dari kantor, tapi tidak hari ini, Riana sama sekali tidak beranjak dari tempat tidur nya, dia hanya memainkan ponsel nya di atas kasur tanpa orang lain tau.


''Sayang, aku pulang,'' teriak Alkairo seraya terus menapaki anak tangga menuju kamar nya.

__ADS_1


''Sayang?'' Ucap Alkairo membuka pintu kamar nya dan mendapati sang istri memainkan ponsel nya.


''Sayang? kenapa kamu tidak jawab, Mas memanggil kamu lho,'' seru Alkairo berjalan menghampiri Riana yang sama sekali tidak mau menjawab semua pertanya'an nya.


''Sayang??'' lagi lagi Alkairo memanggil Riana.


''Apa sich Mas, nggak tau apa kalau aku sedang sibuk!'' jawab Riana dengan jutek nya.


''Kamu kenapa sich sayang, kenapa jutek githu sama Mas?'' tanya Alkairo yang masih terus mencoba bersabar dengan sikap istri nya. ''Apa aku sudah berbuat salah sama kamu,'' tanya lagi Alkairo yang tidak ingin selalu di cuekin seperti ini sama Riana istri nya.


''Lebih baik Mas Al keluar dech, Mas Al bau banget sich!'' usir Riana ketika suaminya mendekatinya.


''Kamu kok gitu sich sama Mas sayang, Mas tidak bau kok,'' Alkairo mencium ketiak kiri dan juga kanan untuk membuktikan dirinya masih wangi dan tidak bau sama sekali seperti yang di katakan oleh istri tercinta nya itu.


.


.


.


BERSAMBUNG


Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•


__ADS_2